Janji Lestari Desa Tana Tuku

Cerita Sukses Pelaksanaan Pamsimas Tahun 2025.
Hari Senin tanggal 29 Desember 2026 merupakan hari bahagia yang ditunggu-tunggu segenap pengurus Pamsimas Wai Kahingir, Desa Tana Tuku, Kecamatan Nggaha Ori Angu, Kabupaten Sumba Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur. Hari itu, mereka berbondong-bondong menghadiri acara Serah Terima Kegiatan Pamsimas 2025 yang bertempat di aula Kantor Dinas PUPR Kabupaten Sumba Timur.
Setelah berjibaku hampir 6 bulan, akhirnya momen itu pun tibalah. Pekerjaan berat yang dijalani dengan berbagai suka duka secara resmi diselesaikan. Hari itu juga merupakan menandai peralihan pengelolaan infrastruktur air dari Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) ke pemerintah desa dan masyarakat sepenuhnya.
Momen istimewa ini juga berarti tugas besar telah menanti sekelompok masyarakat yang tergabung dalam KPSPAM (Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum) untuk terus memelihara serta memastikan keberlanjutan semua sarana yang terbangun.
Kegiatan Serah Terima sendiri memiliki beberapa poin yang bisa dilihat. Pertama, merupakan simbol kemandirian desa. Masyarakat desa dianggap mampu merencanakan, melaksanakan, dan kini mengelola serta memelihara fasilitas air bersih mereka sendiri secara berkelanjutan. Kedua, peningkatan solidaritas warga. Pamsimas ini unik sebab berbasis swadaya. Keberhasilannya tergantung pada sikap gotong royong warga dan partisipasi nyata dalam bentuk tenaga dan uang tunai. Dan yang ketiga, kegiatan ini secara resmi menjamin akses warga terhadap air minum yang aman dan sanitasi yang layak, yang berdampak langsung pada peningkatan kesehatan lingkungan dan penurunan risiko penyakit seperti diare.
Desa Tana Tuku, terletak di kecamatan Nggaha Oriangu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Secara topografi berbukit-bukit dengan didominasi lahan kering. Desa yang terdiri dari 4 dusun ini hanya mempunyai 1 titik mata air. Itu pun letaknya jauh dari pemukiman warga dan debitnya kecil pada musim kemarau sehingga menyebabkan antrean warga.
Menurut Bapak Hengki Nangkewa, salah seorang tokoh masyarakat, di saat masih kecil dulu, ia dan warga lainnya dulu menggunakan kuda untuk mengambil air. Air itu diisi dalam tabung-tabung bambu. Hal itu diamini Nikodemus Ndjurumana, Kepala Desa Tana Tuku. Ia menjelaskan, jika harus berjalan kaki, jarak yang harus ditempuh 3-4 kilometer. Oleh sebab itu, mandi merupakan sesuatu yang mewah karena hanya bisa dilakukan di mata air. Jaman berganti, sekarang orang-orang membeli tangki. Rata-rata pemakaian tangki 4000 liter seminggu. Dengan harga tangki 250 ribu rupiah, total alokasi yang harus disiapkan warga memang besar. Tetapi itu untuk yang mampu saja. Yang lainnya harus bersusah payah langsung ke mata air.
Melihat kesulitan itu, ia selaku Kepala Desa memprioritaskan program air bersih dalam usulan desa. Pada tahun 2023, dengan APBDes, sumur bor dengan kedalaman 70 meter dan debit 0,72 liter/detik dibuat. Di tahun berikutnya, 2024, juga bersumber APBDes, dibuat reservoir kapasitas 36 m3 dan pompa listrik. Namun karena keterbatasan anggaran, air ini hanya bisa diakses langsung oleh beberapa warga sekitar saja.
Dan pada tahun 2025, intervensi Pamsimas melengkapi sarana yang ada dengan meningkatkan kualitas reservoir (membuat boks kontrol), memasang pompa submersible AC/DC, memperluas jaringan perpipaan 5700 m, dan membuat 68 titik Sambungan Rumah, yang melayani pemanfaat langsung sebanyak 99 KK dan 363 jiwa.
Seperti yang diungkapkan Melkianus Hina Janggakadu, Sekretaris Desa, kehadiran Pamsimas sungguh amat membantu kebutuhan air bersih masyarakat.
“Selama ini kami mendapatkan air dengan cara membeli atau berjaalan kaki 1-2 jam, namun dengan kehadiran Pamsimas, kami sudah hemat waktu pengambilan air dan mengurangi pengeluaran. Kami bersyukur dengan adanya 68 keluarga yang rumahnya terpasang SR. Ada wacana untuk menambah jumlah ini dengan APBDes namun dengan pembatasan alokasi dari pusat, kami sadari hal ini sulit kami wujudkan dalam waktu dekat. Kami berharap kerjasama dengan Pamsimas jangan berakhir sampai di sini saja,” Demikian sang Sekdes berharap.
Di akhir kegiatan Serah Terima, Kepala Desa beserta jajaran sekali lagi berterima kasih atas pendampingan Pamsimas dan berjanji akan menjaga dan melestarikan sarana yang dibangun sehingga terus bermanfaat bagi masyarakat Desa Tana Tuku (Tim Pendamping Kegiatan Pamsimas Provinsi NTT).
Bagikan tulisan ini
Ikuti kami di media sosial
Apakah Anda memiliki tulisan berita, artikel, atau cerita menarik terkait Program Pamsimas yang ingin dibagikan kepada masyarakat luas? Anda bisa mengirimkannya melalui email site.pamsimas@gmail.com
Tulisan terkini
December 4, 2025
November 27, 2025
November 17, 2025
November 7, 2025







