Satu Kk, Satu Kontribusi, Satu Harapan

Best Practise Pengumpulan Kontribusi Uang Tunai pada Kegiatan Pamsimas 2026.
Salah satu persyaratan dari masyarakat lokasi sasaran kegiatan Pamsimas adalah masyarakat sanggup menyediakan kontribusi baik kontribusi berupa uang tunai (in cash) maupun kontribusi in kind berupa tenaga kerja atau material lokal. Kontribusi masyarakat pada dasarnya adalah wujud partisipasi masyarakat untuk meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab.
Kontribusi ini juga merupakan bagian dari pendanaan Pamsimas yang bersumber dari masyarakat. Kontribusi masyarakat minimal 8% dari total pendanaan Kegiatan Pamsimas di desa berupa dana tunai (incash) dan atau sumber natura berupa bahan lokal/alam, peralatan dan tenaga kerja (inkind). Kontribusi masyarakat dalam bentuk dana tunai (incash) harus murni dikumpulkan dari masyarakat bukan merupakan dana talangan dari pihak manapun sebagai upaya pencegahan campur tangan pihak lain dan bagian dari semangat gotong royong
Kontribusi masyarakat dalam bentuk uang tunai (incash) PAMSIMAS senilai Rp100.000 per Kepala Keluarga di lokasi sasaran Pamsimas pada Kabupaten Pasaman bukan sekadar pemenuhan syarat semata, melainkan bentuk investasi jangka panjang untuk penyediaan akses air minum bagi masyarakat. Langkah bergotong royong yang digagas Kelompok Masyarakat (POKMAS) Paraman Dareh dan Petok Timur, Nagari Ai Manggih Barat, Kec. Lubuk Sikaping dan Nagari Panti Selatan, Kec. Panti, Kabupaten Pasaman ini disepakati demi menjamin ketersediaan akses air minum hingga masa mendatang.
Dalam kegiatan sosialisasi PAMSIMAS, masyarakat menyepakati kontribusi sebesar Rp100.000 per Kepala Keluarga (KK) sebagai bagian dari kontribusi masyarakat dalam mendukung pelaksanaan Pamsimas. Kontribusi tersebut menjadi salah satu bentuk nyata keterlibatan masyarakat sesuai dengan ketentuan pendanaan program yang mensyaratkan adanya kontribusi masyarakat. Bagi masyarakat, angka Rp100.000 mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi keberhasilan Pamsimas, dana tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar: tanda bahwa masyarakat ikut memiliki, ikut berjuang, dan siap menjaga keberlanjutan SPAM Pamsimas.
Ketua POKMAS Pelaksana PAMSIMAS Paraman Dareh, Nagari Ai Manggih Barat, Kec Lubuk Sikaping, Bapak Indra Antoni menggambarkan filosofi tersebut dengan perumpamaan yang sederhana namun kuat. “Dana Incash ini merupakan tanda kita memiliki Pamsimas. Sama dengan kita akan meminang anak gadis, tentu ada maharnya,” kata Indra. Perumpamaan tersebut menggambarkan bahwa program pembangunan bukan sekadar bantuan yang datang dari pemerintah, tetapi harus disambut dengan kesungguhan masyarakat. Ketika masyarakat ikut memberikan kontribusi, tumbuh rasa memiliki terhadap sarana yang nantinya dibangun.
Sementara itu, Koordinator Pelaksana POKMAS PAMSIMAS Petok Timur Nagari Panti Selatan, Kec. Panti, Bapak M. Riyal memiliki strategi tersendiri dalam membangun semangat masyarakat. “Uang Rp100.000 per KK ini gunanya adalah umpan kita untuk mendapatkan program. Kita merasakan sulitnya air di kampung kita. Hanya dengan modal Rp100.000, kita bisa mendapatkan air sampai ke rumah kita.” Pesan tersebut menjadi motivasi bagi masyarakat bahwa kontribusi hari ini merupakan investasi bersama untuk kebutuhan yang jauh lebih besar di masa depan.
Pengumpulan dana Incash dilakukan oleh tim POKMAS dengan mendatangi rumah masyarakat satu per satu. Cara ini tidak hanya menjadi mekanisme pengumpulan kontribusi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi pengurus POKMAS untuk berkomunikasi langsung, menjelaskan manfaat Pamsimas, mendengar keluhan masyarakat, serta membangun kepercayaan dan rasa memiliki.
Strategi jemput bola tersebut diharapkan mampu membuat seluruh masyarakat memahami bahwa PAMSIMAS bukan hanya pembangunan infrastruktur SPAM semata, tetapi merupakan program yang membutuhkan partisipasi, transparansi, tanggung jawab, dan keberlanjutan. Agar pengelolaan dana masyarakat semakin transparan, POKMAS dapat menerapkan inovasi “Rp100 Ribu untuk Air”, dengan setiap pembayaran dicatat dan diberikan bukti penerimaan kepada masyarakat.
POKMAS juga dapat membuat papan informasi kontribusi masyarakat yang diperbarui secara berkala, memuat jumlah KK yang sudah berkontribusi, total dana terkumpul, serta perkembangan capaian Pamsimas. Selain itu, dapat dibuat gerakan “Satu KK, Satu Kontribusi, Satu Harapan”, sehingga kontribusi masyarakat tidak dipandang sebagai pungutan, tetapi sebagai simbol gotong royong untuk menghadirkan akses air minum.
Inovasi lainnya adalah membuat dokumentasi sederhana berupa “Jejak Air PAMSIMAS” yang mencatat tiap proses mulai dari sosialisasi, pengumpulan incash, pembangunan intake, jaringan perpipaan, reservoir, hingga air mengalir ke rumah warga. Inisiatif gotong royong yang dikelola transparan oleh POKMAS Paraman Dareh dan Petok Timur menjadi bukti nyata bahwa partisipasi publik adalah kunci utama keberlanjutan sarana air minum. Investasi ini bukan sebatas fisik jaringan pipa atau penampungan air semata, melainkan tumpuan masa depan agar anak-anak tidak perlu lagi berjalan jauh mencari air dan kebutuhan domestik warga terpenuhi dengan mudah. Dari Rp100 ribu, lahir gotong royong. Dari gotong royong, lahir rasa memiliki. Dan dari rasa memiliki, diharapkan lahir PAMSIMAS yang berkelanjutan untuk masyarakat. POKMAS PAMSIMAS Paraman Dareh & Petok Timur, Bergerak Bersama, Bangun Air Bersih, Wujudkan Kampung Sehat dan Sejahtera.
(Agustus 2026/Asisten Administrasi dan Keuangan (AAK) Pamsimas Kabupaten Pasaman, Fety Anggreini Dewi)
Bagikan tulisan ini
Ikuti kami di media sosial
Apakah Anda memiliki tulisan berita, artikel, atau cerita menarik terkait Program Pamsimas yang ingin dibagikan kepada masyarakat luas? Anda bisa mengirimkannya melalui email site.pamsimas@gmail.com
Tulisan terkini
Agustus 24, 2026
Agustus 19, 2026
Juli 29, 2026














