P asimas, Jakarta. Sehubungan dengan pelaksanaan kolaborasi pengembangan pendanaan alternatif untuk pembangunan air minum perdesaan dengan water.org, Direktorat Air Minum melaksanakan Rapat Bulanan Progres Pendanaan Alternatif Periode Februari 2024. Hadir pada acara rapat ini adalah PPK Pembinaan Managemen II, Ketua Tim Pelaksana Kegiatan IBM Direktorat Air Minum (Pamsimas), Staf Satker Direktorat Air Minum, Konsutan Advisory Pamsimas (KAP) dan water.org. Pada rapat dibahas beberapa agenda antara lain tentang progress kredit mikro air minum perdesaan, pembahasan tindak lanjut rencana CSR PT Moya serta pembahasan rencana lanjutan pertemuan CSR dengan Eurocamp.

Pada awal kegiatan, Ketua Tim Pelaksana KIBM Direktorat Air Minum (Pamsimas) Novi Rindani memberikan arahan pembukaan. Pada arahanna disampaikan bahwa pelaksanaan Pamsimas sampai dengan akhir tahun 2023 telah berhasil meningkatkan jumlah masyarakat yang dapat mengakses pelayanan air minum layak sebanyak 26.2 juta jiwa di 37.978 desa yang tersebar di 418 kabupaten/kota di 33 provinsi. Capaian Pamsimas tersebut tidak terlepas dari dukungan pembiayaan yang berasal dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa dan Masyarakat. Selanjutnya pasca pelaksanaan Pamsimas diupayakan adanya pengembangan layanan air minum kepada masyarakat yang belum mendapatkan akses dengan dukungan berbagai alternatif sumber pembiayaan, termasuk diantaranya Lembaga Kemasyarakatan (BAZNAS), Perusahaan (melalui CSR) dan Lembaga Keuangan (melalui produk kredit air minum). “Sehingga ke depan, dukungan pembiayaan dari berbagai pihak tersebut masih tetap perlu ditingkatkan dan perlu didorong agar menjadi lebih masif untuk capaian pelayanan yang lebih maksimal dan mempercepat terwujudnya 100% layanan air minum layak bagi seluruh masyarakat di tahun 202”, ditegaskan oeh Novi Rindani.

Water.org selaku mitra Pamsimas dalam pelaksanaan kredit mikro untuk air minum perdesaan menyampaikan laporan bahwa progress kredit mikro sampai dengan akhir Januari 2024 telah disalurkan kredit mikro kepada  515 KPSPAM dengan jumlah kredit yang telah disalurkan sebana 632 pinjaman dengan tota nilai Rp. 22.6 milyar  yang berasal dari 32 lembaga keuangan. Disampaikan juga progress dan tantangan untuk pelaksanaan kredit mikro dengan Bank NTT Bank Kalbar Bank BRI dn Bank BTPN. Khusus untuk rencana kredit mikro Bank BTPN disebutkan saah satu kendalanya adalah di Bank BTPN tidak tersedia produk pinjaman untuk kelompok, sehingga apabia akan dilanjutkan maka Bank BTPN perlu membuat produk bank baru yang sesuai dengan karakteristik kredit mikro untuk KPSPAM Pamsimas. “Ha ini masih akan kami jajaki,” demikian disampaikan oleh Rahmat, perwakian dari water.org.

Untuk kebutuhan CSR PT Moya telah dilakukan survey ke beberapa lokasi ke desa pasca Pamsimas di Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Tangerang. Dari hasil survey di dapat gambaran tentang kondisi lokasi yang akan menjadi penerima CSR PT. Moya.

Diakhir rapat direncanakan beberapa tindaklanjut untuk Kredit Air Minum Bank NTT, Bank Kalbar, Bank BRI dan Rencana Tindaklanjut dengan Bank BTPN.  Terkait tindak lanjut pelaksanaan CSR dari PT Moya direncanakan akan dilakukan pertemuan antara Direktorat Air Minum dengan PT Moya pada Minggu pertama Bulan Maret 2024 dan melakukan kunjungan lapangan ke desa calon penerima CSR PT. Moya di Kabupaten Bekasi Jawa Barat serta disepakati rencana tindalanjut untuk pertemuan dengan Eurocamp membahas potensi CSR yang dapat dilaksanakan dengan Pamsimas. (Februari 2024/KAP Pamsimas)