Mengalirkan Kehidupan dari Gunung Perak

Selasa, 15 September 2026|

Pelaksanaan Tahap Perencanaan Tingkat Masyarakat Kegiatan Pamsimas di Desa Gunung Perak, Kab. Sinjai.

Desa Gunung Perak menyimpan kekayaan alam yang tak ternilai, terutama sumber air yang mengalir deras dari pegunungannya. Bagi masyarakat desa di sekitarnya, air bukan sekadar kebutuhan, melainkan penopang kehidupan sehari-hari. Kegiatan Pamsimas hadir untuk menjembatani potensi alam ini dengan kebutuhan nyata warga, sehingga akses terhadap air dapat terjamin. Melalui pendekatan partisipatif, masyarakat diajak untuk terlibat langsung dalam perencanaan dan pengelolaan sarana air minum. Dengan demikian, setiap tetes air dari Gunung Perak menjadi simbol harapan dan keberlanjutan. Kehidupan desa pun semakin kuat dengan adanya dukungan yang berakar dari kebersamaan.

Di balik aliran air yang jernih, tersimpan kisah perjuangan warga desa Gunung Perak dalam mewujudkan akses air minum. Pamsimas tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa air adalah amanah yang harus dijaga bersama. Melalui musyawarah desa, pelatihan, dan gotong royong, masyarakat belajar bahwa keberlanjutan lahir dari komitmen kolektif. Gunung Perak menjadi saksi bagaimana warga bertransformasi dari penerima manfaat menjadi pengelola yang berdaya. Dukungan pemerintah desa dan Masyarakat memperkuat langkah ini, menjadikan aliran air sebagai aliran kehidupan. Setiap usaha kecil masyarakat adalah bagian dari perjalanan besar menuju desa yang sehat, mandiri, dan berdaya.

Kegiatan PAMSIMAS (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) di Desa Gunung Perak, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan menjadi tonggak penting dalam pemenuhan kebutuhan dasar air pedesaan. Terletak di kawasan dataran tinggi Sinjai, Pamsimas mengandalkan gotong royong warga lokal sebagai motor penggerak utama demi mewujudkan kemandirian air minum dan sanitasi sehat.

Adapun tahapan Kegiatan PAMSIMAS yang telah berjalan di Desa Gunung Perak dimulai dari ruang pertemuan desa. Yaitu Sosialisasi tingkat desa diselenggarakan untuk mengenalkan maksud, tujuan, aturan main, serta hak dan kewajiban masyarakat dalam Pamsimas. Pertemuan ini dihadiri oleh Pemerintah Desa Gunung Perak, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, perwakilan perempuan, Masyarakat serta Tenaga Pendamping Pamsimas. Melalui sosialisasi ini, dibangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya air, sekaligus menggalang komitmen swadaya dari masyarakat demi keberlanjutan Pamsimas di wilayah Sinjai Barat.

Setelah masyarakat memahami tentang Kegiatan Pamsimas, langkah berikutnya adalah Pembentukan Kelompok Masyarakat (Pokmas). Pokmas dipilih secara demokratis dalam forum musyawarah warga Desa Gunung Perak. Kelompok ini menjadi wadah resmi yang mengorganisir keterlibatan warga secara gotong royong. Pokmas bertanggung jawab penuh dalam memimpin perencanaan teknis, menyusun rencana kerja, pelaksanaan hingga mengelola keuangan secara transparan demi kepentingan seluruh warga desa. Pokmas yang dibentuk diberi nama “Pokmas Pelaksana Kegiatan Desa Gunung Perak”.

Setelah Pokmas terbentuk, tahapan krusial berikutnya adalah pelaksanaan Identifikasi Masalah dan Analisis Situasi (IMAS). Pada tahap ini, Pokmas bersama masyarakat dan fasilitator Masyarakat turun langsung ke lapangan untuk memetakan kondisi riil di Desa Gunung Perak. Kegiatan IMAS meliputi identifikasi cakupan pelayanan air minum saat ini, hingga pelacakan potensi sumber air baku yang tersedia. Hasil analisis situasi ini menjadi dasar penting agar perencanaan SPAM yang dibangun nantinya benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan mendesak masyarakat setempat.

Berbekal hasil dari tahapan IMAS, Pokmas kemudian melakukan Penyusunan Rencana Kerja Masyarakat (RKM). Dokumen RKM ini memuat rencana teknik sarana air minum, rencana kegiatan pelatihan, rencana kegiatan promosi Kesehatan dna rencana anggaran biaya (RAB), jadwal pelaksanaan fisik, hingga rencana kontribusi masyarakat (baik berupa uang tunai/in-cash maupun tenaga kerja/in-kind). RKM disusun secara partisipatif demi memastikan transparansi dan akuntabilitas sejak awal perencanaan. Sebelumnya juga telah dilakukan proses pengambilan uji sampel air pra konstruksi. Tim dari Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kab. Sinjai bersama pengurus Pokmas Desa Gunung Perak mendatangi langsung titik sumber air baku potensial yang telah dipetakan pada tahap IMAS. Sampel air tersebut kemudian dibawa ke laboratorium kesehatan terakreditasi untuk diuji parameter fisika, kimia, dan biologinya. Langkah ini sangat krusial guna memastikan bahwa sumber air khas pegunungan di Sinjai Barat ini benar-benar layak digunakan oleh masyarakat, serta bebas dari kontaminasi berbahaya sebelum dialirkan ke rumah-rumah warga.

Setelah RKM dinyatakan selesai dan sudah dilakukan pemeriksanaan dan verifikasi, maka tahap akhir dari rangkaian perencanaan ini adalah Penandatanganan Perjanjian Kontrak Swakelola (PKS). PKS ditandatangani secara resmi oleh Ketua Pokmas Desa Gunung Perak selaku perwakilan masyarakat desa dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Air Minum Balai PBPK Provinsi Sulawesi Selatan. Dokumen PKS ini menjadi payung hukum formal yang mengesahkan hak, kewajiban, serta besaran dana bantuan yang akan dikucurkan. Dengan ditandatanganinya PKS, anggaran program dapat dicairkan secara bertahap, dan proses konstruksi fisik sarana air minum di Desa Gunung Perak pun siap untuk dimulai.

Melalui alur yang terstruktur dan partisipatif ini, Kegiatan Pamsimas di Desa Gunung Perak tidak sekadar membangun infrastruktur fisik. Pamsimas sekaligus membangun kapasitas, kemandirian, dan rasa kepemilikan yang kuat di dalam sanubari masyarakat Sinjai Barat.

Tahap akhir dari perjalanan Pamsimas di Desa Gunung Perak bukan hanya menutup sebuah proses, melainkan membuka pintu menuju kehidupan yang lebih baik. Air yang nantinya mengalir ke rumah-rumah warga adalah hasil nyata dari kerja sama, musyawarah, dan komitmen bersama. Setiap langkah yang ditempuh menunjukkan bahwa pembangunan yang berkelanjutan lahir dari partisipasi aktif masyarakat, bukan sekadar dari bantuan luar.

Dengan semangat gotong royong yang terus dijaga, masyarakat Desa Gunung Perak kini memiliki fondasi kuat untuk menjaga keberlanjutan akses air minum. Pamsimas telah menjadi katalisator, namun keberhasilan sejati ada di tangan warga yang merawat dan memanfaatkan hasil pembangunan. Inilah bukti bahwa ketika masyarakat bersatu, aliran air bukan hanya menghidupi tubuh, tetapi juga menghidupkan harapan dan masa depan desa. (September 2026/Asisten Adminitrasi dan Keuangan Pamsimas Kab. Sinjai, Prov. Sulawesi Selatan/Musdar).

Bagikan tulisan ini

Ikuti kami di media sosial

Apakah Anda memiliki tulisan berita, artikel, atau cerita menarik terkait Program Pamsimas yang ingin dibagikan kepada masyarakat luas? Anda bisa mengirimkannya melalui email site.pamsimas@gmail.com

Tulisan terkini