Jakarta – Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR mendesain sebuah Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (Pamsimas) di seluruh penjuru Indonesia. Program yang berjalan selama 14 tahun ini telah menghadirkan akses air minum dan sanitasi bagi 35.928 desa.
“Kami meluncurkan Pamsimas atau Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi dengan mengusung 5 komponen sebagai prinsip pelaksanaan program yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dan penanggung jawab kegiatan serta pengelolaan sarana air minum dan sanitasi,” ujar Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Diana Kusumastuti dalam keterangan tertulis, Jumat (29/4/2022).

Diana menuturkan, program tersebut memiliki dua sasaran utama yakni untuk wilayah proporsi penduduk dengan akses air minum belum 100 persen dan penduduk dengan akses sanitasi belum 100 persen.

Dalam menjalankan program tersebut, ada lima hal penting yang dipegang oleh PUPR yakni pemberdayaan masyarakat & pengembangan kelembagaan desa, peningkatan perilaku higienis & pelayanan sanitasi, penyediaan sarana air minum & sanitasi umum, hibah insentif, dan dukungan teknis serta manajemen pelaksanaan program.

“Artinya Program Pamsimas merupakan program bersama. Kami juga melibatkan masyarakat, laki-laki atau perempuan, termasuk masyarakat disabilitas, demi kesuksesan program. Hal ini selaras dengan konsep Dari masyarakat, oleh masyarakat dan Untuk masyarakat,” kata Diana.

Untuk memaksimalkan program tersebut, Kementerian PUPR pun menggandeng sejumlah kementerian dan lembaga lainnya seperti Kemendagri, Kemendes PDTT, Kemenkes, dan Bappenas.

“Pamsimas dilaksanakan dengan menggunakan kolaborasi pendanaan yang datang dari berbagai sumber pendanaan. Antara lain berasal dari kontribusi masyarakat, dana pemerintah, pemerintah daerah, dan pemerintah desa. Seluruhnya diatur dalam APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten, APBDes, CSR atau program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL), pinjaman dari Bank Dunia, serta dana hibah DFAT (Department of Foreign Affairs and Trades of Australian Government),” jelasnya.

Ia menjelaskan pihaknya pun tetap mengedepankan pendekatan berbasis masyarakat dalam menjalankan program tersebut. Tak hanya itu, masyarakat pun akan didampingi oleh tim fasilitator yang nantinya memberikan ilmu mengelola Pamsimas dengan baik.

“Dalam praktiknya program Pamsimas dijalankan dengan menerapkan pendekatan berbasis masyarakat yaitu masyarakat sebagai pelaku utama dalam setiap tahapan kegiatan. Dalam pelaksanaan kegiatan, masyarakat didampingi oleh tim fasilitator masyarakat yang akan memberikan penguatan pemahaman dan keterampilan kepada masyarakat sehingga mampu merencanakan, melaksanakan dan mengelola Pamsimas dengan baik,” katanya.

Diana menambahkan, program Pamsimas telah berlangsung selama tiga tahap yang dimulai sejak 2008 lalu. Untuk tahap pertama Pamsimas I (2008-2012) menargetkan pelaksanaan di beberapa daerah pedesaan atau pinggiran kota. Tahap ini pun telah berhasil dibangun fasilitas air minum bagi 6.834 desa dari 110 kabupaten di 15 provinsi.

Tahap kedua (2013-2015) PUPR berhasil menyediakan sarana air minum di 5.388 desa dari 32 provinsi di 224 kabupaten/kota.

“Dari capaian tahap kedua itu pula, akhirnya kami berkomitmen meneruskan program ini. Pamsimas Ketiga kami laksanakan selama kurun tahun 2016 hingga 2021. Dan capaiannya ternyata cukup meningkat. Ada sekitar 23.706 desa yang kami sasar,” jelas Diana.

Jika ditotal secara keseluruhan maka program Pamsimas tahap satu, dua, dan tiga telah mencapai 35.928 desa/kelurahan di seluruh Indonesia. Sedangkan jumlah tambahan orang yang mempunyai akses yang berkelanjutan terhadap fasilitas air minum yang layak sebanyak 24.5 juta jiwa, dan akses berkelanjutan terhadap fasilitas sanitasi yang layak mencapai 16.4 juta jiwa.

Meskipun begitu, Diana mengakui ada sejumlah wilayah yang masih belum rampung di proyek tersebut. Hal itu lah yang menjadi pekerjaan rumah bagi PUPR untuk terus menggenjot agar penyediaan air minum dan sanitasi dapat dirasakan oleh seluruh daerah di Indonesia.

“Dalam RPJMN 2020 – 2024, Pemerintah Indonesia menargetkan dapat menyediakan 100 persen pelayanan air minum dan sanitasi yang layak dan aman bagi seluruh rakyat Indonesia, karena hal ini sesuai dengan target pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya Goal nomor 6 yaitu menjamin ketersediaan serta pengelolaan air melalui di antaranya penyediaan air minum yang aman dan terjangkau untuk semua pada tahun 2030,” tutup Diana.

Baca artikel detiknews, “PUPR Telah Sediakan Akses Air Minum & Sanitasi untuk 35.928 Desa” selengkapnya¬†https://news.detik.com/adv-nhl-detikcom/d-6058517/pupr-telah-sediakan-akses-air-minum–sanitasi-untuk-35928-desa.