Natuna, Kepri – Desa Payak berada di sebuah Pulau Serasan, tepatnya berada di Kecamatan Serasan Timur Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau. Desa Payak merupakan hasil pemekaran dari desa induk dan menjadi desa definitif yang berdiri sendiri pada tahun 2010.  Walau sebagai desa yang baru didirikan namun mampu membuktikan dirinya menjadi desa yang mandiri terpisah dari induknya. 

Pemerintah Desa Payak memiliki keyakinan, maju mundurnya sebuah desa bergantung pada peran serta masyarakatnya.  Pemerintah desa bersama masyarakat sadar betul untuk membangun sebuah desa tidak hanya perlu didukung sumber daya alam, namun juga memerlukan dukungan sumber daya manusia.    Berbagai kegiatan pembangunan diupayakan untuk selalu menyertakan peran serta masyarakat, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaannya.  Langkah melibatkan masyarakat terbukti memberikan semangat yang luar biasa terhadap semua kegiatan yang dilaksanakan.

Berada di kawasan yang dikelilingi pegunungan menjadikan Desa Payak berlimpah air.  Air menjadi seolah-olah tidak punya nilai.  Tidak ada rasa khawatir bagi masyarakat akan kekurangan air.  Setiap hari air mengalir ke rumah-rumah tanpa ada penutup kran, dibiarkan mengalir begitu saja. Bunyi gemericik air terdengar di sepanjang hari, bahkan saat tengah tidur lelap, air terus mengalir, terbuang percuma. 

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, dan bulan berganti tahun.  Kondisi seperti itu terus berlanjut, air terbuang percuma. Kondisi ini menjadi perhatian khusus seorang tokoh perempuan, sebutlah namanya Potniati, akrab dipanggil “Kak Pot.” Ia mengusulkan kepada pemerintah desa untuk mewujudkan Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (SPAMS) perdesaan agar air terkelola secara baik.  Karena keterbatasan anggaran desa usulan tersebut belum direspon pemerintah desa.  Pemerintah desa kemudian meneruskan keinginan dan usulan warga kepada dinas-dinas terkait di kabupaten.  Salah satunya pemerintah desa mengusulkan Desa Payak dan masuk dalam daftar long list Program Pamsimas di Kabupaten Natuna.  Pamsimas atau program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat merupakan program pemerintah bersama pemerintah daerah untuk meningkatkan akses terhadap air minum dan sanitasi bagi masyarakat di perdesaan dan pinggiran perkotaan (peri urban).

Setelah menunggu sekian waktu, akhirnya Desa Payak ditetapkan sebagai lokasi Program Pamsimas tahun 2018 melalui Surat Keputusan Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. 

Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa) – yang didalamnya ada rencana SPAMS, maka dilakukan sinkronisasi  dengan RPJM Pro Aksi (Program Air Minum, Kesehatan, dan Sanitasi) yang dibuat oleh masyarakat dengan didampingi Fasilitator Program Pamsimas.

Program Pamsimas di Desa Payak dilaksanakan oleh masyarakat yang dikoordinasikan oleh Kelompok Keswadayaan Masyarakat – KKM ‘Tirta Payak.’  Kak Pot yang dari awal sudah menunjukkan kepedulian kepada masyarakat akan pentingnya air sebagai sumber kehidupan, oleh masyarakat disodorkan menjadi salah seorang pengurus KKM.

Sebagai seorang penggerak, hal utama yang harus dikedepankan adalah jiwa kepedulian dan tanggung jawab yang tinggi. Jiwa ini ditanamkan jauh hari oleh Kak Pot bersama pengurus KKM lainnya. Kepedulian terhadap kesetaraan gender menjadi perhatian khusus karena hal ini juga menjadi isu utama yang harus dilaksanakan oleh desa Pamsimas.  Terlebih lagi Kak Pot paham betul keberadaan perempuan tidak bisa dianggap sebelah mata. Kelompok perempuan memegang peran strategis karena merupakan pengguna utama air dalam kehidupan sehari-hari.  Selain itu keberhasilan seorang anak tentunya tidak terlepas dari didikan dan peran yang dilakukan oleh seorang ibu yang notabene seorang perempuan. 

Demi merealisasikan kesetaraan gender ini Kak Pot bersama anggota masyarakat lainnya melibatkan perempuan pada semua tahapan kegiatan Pamsimas.  Selain pertimbangan kesetaraan gender, pelibatan kelompok perempuan karena ingin menjadikan air sebagai sesuatu yang berharga sekaligus menghapus perilaku buang air secara sia-sia dimana perempuan bersentuhan dengan air dalam kesehariannya.

Tahapan demi tahapan pelaksanaan Pamsimas dilaksanakan, dimulai dari perencanaan sampai pelaksanaan pembangunan sarana air minum, dikoordinasikan oleh KKM dan Kak Pot dengan melibatkan kelompok perempuan.  Pada tahap perencanaan seperti pembentukan pengurus KKM, ada keterwakilan perempuan dalam kepengurusan.  Dalam penyusunan Rencana Kerja Masyarakat (RKM) sebagai dokumen perencanaan pembangunan SPAMS, berbagai usulan dan keinginan dari kelompok perempuan mendapat perhatian dan diakomodasi. Perempuan juga diberikan peran dan dilibatkan saat penggalian jalur pipa dan kegiatan fisik lainnya yang memungkinkan dilakukan oleh perempuan.

Pelaksanaan Program Pamsimas berjalan baik tanpa ada kendala yang berarti karena koordinasi yang baik dan adanya kepedulian masyarakat yang tinggi.  Yang lebih penting lagi melalui koordinasi yang dilakukan oleh Tim Fasilitator Pamsimas bersama KKM dan kepala desa diperoleh kesepakatan pemerintah desa akan mengalokasikan anggaran pengadaan meteran air untuk menjamin keberlanjutan Pamsimas.  Kesepakatan ini melegakan bagi seorang Azir, salah seorang warga masyarakat.

Setelah selesai sarana dibangun, keberhasilan Program Pamsimas selanjutnya adalah sejauh mana SPAMS yang dibangun dikelola secara baik oleh Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KPSPAMS).  KPSPAMS merupakan kelembagaan tingkat desa yang dibentuk masyarakat secara demokratis untuk mengelola SPAMS hasil kegiatan Pamsimas.  Kak Pot kembali mendapat kepercayaan masyarakat untuk duduk dalam kepengurusan KPSPAMS Desa Payak.

Seperti tujuan awal yang diinginkan oleh Kak Pot yakni menumbuhkan rasa kepedulian masyarakat tentang pentingnya air, kesempatan menjadi pengurus KPSPAMS tidak disia-siakannya.  Setelah seluruh tahapan kegiatan Pamsimas selesai dirampungkan oleh KKM akhir tahun 2018 dan dilakukan serah terima sarana, Kak Pot bersama masyarakat melakukan musyawarah untuk penetapan iuran. Adanya komitmen pemerintah desa untuk menganggarkan meteran air sangat membantu pengurus (KPSPAMS) dalam pemungutan iuran air.

Iuran ditetapkan dengan pendekatan sistem kubikasi sehingga pemakaian air lebih terkontrol. Melalui meteran air penggunaan air menjadi lebih bijak; masyarakat cukup membayar iuran air sesuai dengan jumlah air yang digunakan yang ditunjukkan pada meteran air. Saat ini masyarakat Desa Payak lebih terarah dalam penggunaan air bersih. Selain itu dengan sistem iuran KPSPAMS mampu menjadi salah satu lembaga desa penyumbang PAD atau pendapatan asli desa. (Hendromi-FM CD Kab. Natuna/ Hartono Karyatin-Media Sp PAMSIMAS).