Pemda Kalimantan Barat bergerak bersama untuk mendukung keberlanjutan dan percepatan akses 100% layanan air minum berbasis masyarakat

Kalimantan Barat – Air minum merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus terpenuhi baik secara kuantitas dan kualitas. Penyediaan layanan air minum diyakini juga dapat meningkatkan kesejahteraan serta menurunkan angka stunting. Akses air minum layak di Indonesia baru tercapai 91.05% pada 2022, sedangkan target tahun 2024 tercapai 100%, masih terdapat gap sekitar 9 %.

Untuk memenuhi target tersebut, diselenggarakan pembangunan infrastruktur Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) seperti yang diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 122 Tahun 2015 tentang Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM). Penyelenggaraan SPAM dilaksanakan untuk menjamin hak rakyat atas air minum, akses terhadap pelayanan air minum, dan terpenuhinya kebutuhan pokok air minum sehari-hari bagi masyarakat. Pamsimas merupakan program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat yang melibatkan masyarakat mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan sampai keberlanjutan. Namun keberadaan Pamsimas belum dapat meyelesaikan secara tuntas permasalahan penyediaan layanan air minum dan sanitasi di wilayah perdesaan. Pamsimas hanya mampu membangun sekitar 1-2 dusun.

Di Provinsi Kalimantan Barat akses untuk air minum layak baru mencapai 78,83%. Sampai tahun 2022, di Provinsi Kalimantan Barat, Pamsimas telah mengintevensi pembangunan air minum di 1.020 desa. Di Tahun 2024 Pemda menargetkan tercapainya 100% akses layanan air minum layak di Provinsi Kalimantan Barat. Salah satu tantangan di dalam pembangunan layanan air minum adalah keterbatasan  pendanaan.

Berkaitan dengan hal diatas, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman (POKJA PKP) menggandeng berbagai pihak untuk percepatan pembangunan 100% layanan air minum dan sanitasi dan mendukung pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi urusan perumahan dan kawasan permukiman. Untuk mendukung pendanaan pembangunan layanan air minum dan sanitasi di Kalimantan Barat, Pemda merangkul Bank Pembangunan Daerah yang telah bersedia untuk menyiapkan produk kredit air minum yang diberi nama KREASI (Kredit Air dan Sanitasi). Produk KREASI ini akan diujicobakan kepada beberapa KPSPAMS di 3 wilayah kabupaten yaitu Sekadau, Sintang dan Melawi.

Pada tanggal 27 Juli 2023 bertempat di Kantor Bappeda Provinsi Kalimantan Barat, Pokja PKP Provinsi Kalimantan Barat mengadakan rapat koordinasi berkaitan dengan persiapan dukungan Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat memberikan kredit air minum dan sanitasi. Rapat ini selain dihadiri oleh Pokja PKP dari 3 kabupaten (Sekadau, Sintang, dan Melawi) juga dihadiri oleh Lembaga mitra Pemda Kalbar yaitu: Water.Org Indonesia dan World Vision Indonesia.

Rapat dipimpin oleh Mulyadi Ardiansyah, S.STP. M.Si selaku Kepala Bidang Perencanaan Fisik Prasarana dan Sumber Daya Bappeda Provinsi Kalbar. Dalam sambutan Ketua Bappeda yang disampaikan oleh Kabid Fispra menyampaikan bahwa  “Pembangunan air minum dan sanitasi merupakan salah satu prioritas pembangunan Pemda Kalbar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Disinilah peran Pokja PKP kita harapkan, mengkoordinasikan pembangunan air minum dan sanitasi dengan lintas Lembaga.”

Kami juga sudah siap untuk mendukung pembangunan air minum dan sanitasi, kami sudah menyiapkan produk KREASI – Kredit Air Minum dan Sanitasi” demikian disampaikan Direktur BPD Kalbar.

blank

Water.Org Indonesia yang sudah banyak berpengalaman memfasilitasi pengembangan kredit air minum dan sanitasi bagi kelompok masyarakat di desa-desa Pamsimas khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur akan mendukung Pemda dan Pokja PKP Kalimantan Barat dalam pendampingan penyiapan KPSPAMS agar memenuhi kriteria dan dapat mengakses KREASI. Water.Org bersama dengan World Vision Indoensia (WVI) akan memfasilitasi beberapa kegiatan pra implementasi penerapan KREASI ini, antara lain: penguatan kapasitas kepada Pokja PKP; penguatan kapasitas kepada KPSPAMS; fasilitasi studi banding.

Peserta rapat menyepakati perlu ada MoU dan PKS antara Pemda Kalbar, Bank Pembangunan Daerah, dan Water.Org / WVI dalam pelaksanaan pembangunan air minum dan sanitasi melalui Kredit Air dan Sanitasi di Provinsi Kalimantan Barat. Selain itu, disepakati juga uji coba (pilot) Krediat Air dan Sanitasi ini akan dilaksanakan di 3 kabupaten, yaitu Sekadau, Sintang dan Melawi. Untuk itu, Pokja PKP Kabupaten akan melakukan identifikasi desa-desa pilot  di wilayahnya masing-masing (Juli 2023/Simon Juangga S – KMP Pamsimas)

blank