{"id":40806,"date":"2021-12-30T15:41:17","date_gmt":"2021-12-30T08:41:17","guid":{"rendered":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=40806"},"modified":"2025-07-04T13:43:41","modified_gmt":"2025-07-04T06:43:41","slug":"peran-mama-mama-dalam-program-pamsimas-di-desa-baru-halmahera-barat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=40806","title":{"rendered":"Peran Mama-Mama dalam Program Pamsimas di Desa Baru Halmahera Barat"},"content":{"rendered":"<div class=\"fusion-fullwidth fullwidth-box fusion-builder-row-1 fusion-flex-container nonhundred-percent-fullwidth non-hundred-percent-height-scrolling\" style=\"--awb-border-radius-top-left:0px;--awb-border-radius-top-right:0px;--awb-border-radius-bottom-right:0px;--awb-border-radius-bottom-left:0px;--awb-flex-wrap:wrap;\" ><div class=\"fusion-builder-row fusion-row fusion-flex-align-items-flex-start fusion-flex-content-wrap\" style=\"max-width:1248px;margin-left: calc(-4% \/ 2 );margin-right: calc(-4% \/ 2 );\"><div class=\"fusion-layout-column fusion_builder_column fusion-builder-column-0 fusion_builder_column_1_1 1_1 fusion-flex-column\" style=\"--awb-bg-size:cover;--awb-width-large:100%;--awb-margin-top-large:0px;--awb-spacing-right-large:1.92%;--awb-margin-bottom-large:60px;--awb-spacing-left-large:1.92%;--awb-width-medium:100%;--awb-spacing-right-medium:1.92%;--awb-spacing-left-medium:1.92%;--awb-width-small:100%;--awb-spacing-right-small:1.92%;--awb-spacing-left-small:1.92%;\"><div class=\"fusion-column-wrapper fusion-column-has-shadow fusion-flex-justify-content-flex-start fusion-content-layout-column\"><div class=\"fusion-text fusion-text-1\" style=\"--awb-text-transform:none;\"><p><strong><em><span class=\"fusion-dropcap dropcap dropcap-boxed\" style=\"--awb-border-radius:4px;\">H<\/span>almahera Barat, Maluku Utara<\/em><\/strong> &#8211; Desa Baru di Kecamatan Ibu Selatan Kabupaten Halmahera Barat berada di pesisir pantai, memiliki luas wilayah \u00b1 21,19 Km<sup>2<\/sup>.\u00a0\u00a0\u00a0 Data tahun 2020, jumlah penduduk desa ini mencapai 2.364 jiwa.\u00a0 Penduduk Desa Baru berasal dari Suku Tabaru yang seluruhnya merupakan penganut agama Kristen. \u00a0Desa Baru merupakan lokasi penerima program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) regular tahun 2011.<\/p>\n<p>Seiring dengan perjalanan waktu, Desa Baru mengalami berkembangan dan pertumbuhan\/pertambahan jumlah penduduk.\u00a0 Untuk itu Desa Baru dimekarkan menjadi tiga desa:\u00a0 Desa Gamsida,\u00a0 Ngalo Ngalo, dan Desa Baru.\u00a0 Pemisahan menjadi tiga desa ini menyebabkan dua desa baru (Gamsida dan Ngalo Ngalo) tidak masuk dalam jaringan pelayanan Pamsimas.\u00a0 Pemekaran desa yang tujuannya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat justru menyebabkan warga di dua desa baru kesulitan mengakses air bersih.<\/p>\n<p>Terbatasnya bantuan dana Pamsimas, menyebabkan tidak seluruh wilayah di Desa Baru terjangkau layanan Pamsimas.\u00a0 KPSPAMS atau Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi, selalu pengelola sarana Pamsimas, juga belum mampu mengembangkan sarana sehingga dapat menjangkau seluruh dusun yang ada.<\/p>\n<p>Pamsimas di desa ini sedikit unik.\u00a0 Nama desa yang tercantum dalam data SIM Pamsimas yang menikmati air merupakan desa tetangga yang dulunya sebelum pemekaran desa merupakan anak dusun.\u00a0 Untuk itu pendamping Pamsimas Kabupaten Halmahera Barat mengambil langkah dan berinisiatif\u00a0 dengan mengusulkan program HID agar masyarakat dapat menikmati air bersih sesuai dengan harapan kita bersama.<\/p>\n<p>Pada tahun 2020 ada tiga desa lokasi Pamsimas di Kabupaten Halmahera Barat yang diusulkan mendapatkan bantuan program Pamsimas berupa program HID (Hibah Insentif Desa).\u00a0 Ketiga desa yang diusuilkan adalah Desa Akeara di Kecamatan Jailolo Selatan serta \u00a0Desa Baru dan Desa Tabobol di Kecamatan Ibu Selatan.<\/p>\n<p>Akhirnya Desa Baru mendapatkan bantuan program HID.\u00a0 HID merupakan bentuk penghargaan bagi desa lokasi Pamsimas yang berhasil mengembangkan sarana dengan pengelolaan baik.\u00a0 Selama 10 tahun, KPSPAMS Desa Baru mampu mengelola sarana dengan baik, pengelolaan keuangan juga berjalan baik, dan warga masyarakat terlayani kebutuhan air minum secara baik.<\/p>\n<p>Pelaksanaan kegiatan Pamsimas ada yang bersifat fisik (pembangunan infrastruktur) dan non-fisik.\u00a0 Kegiatan fisik yang dilakukan adalah membangun sarana air minum atau Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (SPAMS) perdesaan.\u00a0 Kegiatan non-fisik berupa pembangunan manusianya atau masyarakatnya, seperti pelatihan, sosialisasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) baik di sekolah maupun di masyarakat.<\/p>\n<p>Dalam pelaksanaan Program Pamsimas, <em>mama-mama<\/em> (sebutan untuk kelompok perempuan) terlibat sangat aktif, bahkan menjadi penentu keberhasial Program Pamsimas.\u00a0 Mereka terlibat mulai dari perencanaan, pelatihan, dan pelaksanaan kegiatan di lapangan.\u00a0 Bahkan <em>mama-mama <\/em>\u00a0turut \u00a0bahu membahu mengangkut material ke lokasi pembangunan bak penampung air (reservoir).\u00a0 Mereka dengan penuh semangat membantu kaum lelaki untuk mengangkut pasir, batu dan kerikil.\u00a0 <em>Mama-mama<\/em>, tentunya bersama laki-laki, rela berjalan kaki sejauh \u00b12 Km untuk mengangkut material.<\/p>\n<p><em>&#8220;Torang ini angka air lebih susah daripada angka material, ana bayangkan sudah sekitar 15 tahun torang antrean ambil air kran dan di beberapa parigi milik masyarakat setempat dengan ember dan galong,<\/em>&#8221; ucap seorang ibu yang ikut kerja bakti mengangkut material ke lokasi pembangunan reservoir. \u00a0Selain mengangkut material, <em>mama-mama<\/em> juga terlibat dalam pengecoran.<\/p>\n<p>Saat dilakukan penanaman pipa, <em>mama-mama tak<\/em> mau ketinggalan, mereka turut melibatkan diri. Dengan semangat 45 <em>mama-mama<\/em> turut menggali tanah, menarik pipa, dan memasang pipa.\u00a0 Warga masyarakat terlihat kompak bergotong royong, semangatnya tampak\u00a0 berapi-api.\u00a0 Mereka juga rela meninggalkan pekerjaan pribadi.<\/p>\n<p>KKM dan Satlak membuat skema dan strategi dengan menyusun jadwal kerja secara berkelompok dimana pekerjaan dilakukan secara bergantian.\u00a0 Pengaturan jadwal ini perlu dilakukan agar tidak mengganggu pekerjaan utama dalam mencari nafkah.<\/p>\n<p>Pelibatan diri <em>mama-mama<\/em> ini sebagai bentuk rasa syukur karena Desa Baru telah mendapatkan rahmat dari yang Maha Kuasa.\u00a0 Peran yang dimainkan <em>mama-mama<\/em> ini tentu saja menimbulkan rasa haru dan salut bagi tim fasilitator Pamsimas selaku pendamping desa.<\/p>\n<p>Namun, bukan Pamsimas namanya jika tidak ada masalah.\u00a0 Di tengah-tengah berjalannya program muncul permasalah baik yang datang dari dalam (warga) maupun dari luar desa.\u00a0 Ada warga masyarakat yang tidak ingin tanah\/lahannya dilewati pipa dan perilaku tidak terpuji warga desa tetangga yang melakukan pemotongan pipa.\u00a0 \u00a0Permasalahan tersebut tidak membuat KKM dan Satlak kendor semangatnya.\u00a0 Mereka bahkan semakin tegar untuk dapat segera menuntaskan pekerjaan Pamsimas.<\/p>\n<p>Setelah pekerjaan selesai, dan kemudian dilakukan pemasangan kran dilengkapi meter air lalu dilakukan pengaktifan kran di CTPS, warga masyarakat terutama <em>mama-mama<\/em> dan anak-anak sudah antri di depan kran untuk mengambil air.\u00a0 Namun antrian panjang tersebut kini sudah tidak nampak lagi setelah banyak kran dibangun di setiap dusun dan RT.<\/p>\n<p>Rasa haru dan sedih bercampur gembira; lelah, letih dan lika liku pekerjaan, terbayar lunas setelah\u00a0 air mengalir di halaman depan rumah warga.\u00a0 Pemandangan ini membuat fasilitator pendamping Pamsimas termenung dan meneteskan air mata terutama saat menyaksikan wajah riang gembira <em>mama-mama <\/em>saat mengambil air di kran depan rumahnya untuk memasak, mencuci, mandi, dan untuk keperluan lainnya.<\/p>\n<p>Cerita di atas menandakan bahwa Pamsimas tidak hanya sekedar mengalirkan air, tidak sekedar untuk kesejahteraan masyarakat, namun kegiatan Pamsimas telah membangkitkan dan mengembalikan jiwa gotong royong masyarakat yang mulai terkikis oleh kemajuan zaman. \u00a0Pamsimas juga menyadarkan\u00a0 dan mengubah <em>mindset<\/em> (pola pikir) yang tadinya berfikir semua anggaran yang turun ke desa adalah proyek. Kegiatan Pamsimas menjadi perekat solidaritas dan menumbuhkan kebersamaan untuk secara bersama-sama membangun desa.<\/p>\n<p>Akhirnya, meminjam istilahnya Koordinator Pamsimas Provinsi Maluku Utara, Alwi Yudin, bahwa <em>saat kita putar kran airnya yang keluar bukan angina<\/em>. (<em>Ilham Yais-Fasilitator Kab Halbar\/ Hartono Karyatin-Media Sp PAMSIMAS<\/em>).<\/p>\n<\/div><div class=\"fusion-separator\" style=\"align-self: center;margin-left: auto;margin-right: auto;margin-top:30px;margin-bottom:60px;width:100%;max-width:150px;\"><div class=\"fusion-separator-border sep-single sep-solid\" style=\"--awb-height:20px;--awb-amount:20px;--awb-sep-color:#55a098;border-color:#55a098;border-top-width:3px;\"><\/div><\/div><div class=\"awb-gallery-wrapper awb-gallery-wrapper-1 button-span-no\" style=\"--more-btn-alignment:center;\"><div style=\"margin:-5px;--awb-bordersize:0px;\" class=\"fusion-gallery fusion-gallery-container fusion-grid-5 fusion-columns-total-5 fusion-gallery-layout-grid fusion-gallery-1\"><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-5 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a href=\"\/public\/berita\/peran-mama-mama-dalam-program-pamsimas-di-desa-baru-halmahera-barat-2.jpg\" rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\/public\/berita\/peran-mama-mama-dalam-program-pamsimas-di-desa-baru-halmahera-barat-2-320x202.jpg\" width=\"320\" height=\"202\" alt=\"\" title=\"peran-mama-mama-dalam-program-pamsimas-di-desa-baru-halmahera-barat-2\" aria-label=\"peran-mama-mama-dalam-program-pamsimas-di-desa-baru-halmahera-barat-2\" class=\"img-responsive wp-image-330426 fusion-gallery-image-size-fixed\" srcset=\"\/public\/berita\/peran-mama-mama-dalam-program-pamsimas-di-desa-baru-halmahera-barat-2-320x202.jpg 320w, \/public\/berita\/peran-mama-mama-dalam-program-pamsimas-di-desa-baru-halmahera-barat-2-700x441.jpg 700w\" sizes=\"(max-width: 320px) 100vw, 320px\" \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-5 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a href=\"\/public\/berita\/peran-mama-mama-dalam-program-pamsimas-di-desa-baru-halmahera-barat-5.jpg\" rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\/public\/berita\/peran-mama-mama-dalam-program-pamsimas-di-desa-baru-halmahera-barat-5-320x202.jpg\" width=\"320\" height=\"202\" alt=\"\" title=\"peran-mama-mama-dalam-program-pamsimas-di-desa-baru-halmahera-barat-5\" aria-label=\"peran-mama-mama-dalam-program-pamsimas-di-desa-baru-halmahera-barat-5\" class=\"img-responsive wp-image-330429 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-5 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a href=\"\/public\/berita\/peran-mama-mama-dalam-program-pamsimas-di-desa-baru-halmahera-barat-4.jpg\" rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\/public\/berita\/peran-mama-mama-dalam-program-pamsimas-di-desa-baru-halmahera-barat-4-320x202.jpg\" width=\"320\" height=\"202\" alt=\"\" title=\"peran-mama-mama-dalam-program-pamsimas-di-desa-baru-halmahera-barat-4\" aria-label=\"peran-mama-mama-dalam-program-pamsimas-di-desa-baru-halmahera-barat-4\" class=\"img-responsive wp-image-330428 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-5 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a href=\"\/public\/berita\/peran-mama-mama-dalam-program-pamsimas-di-desa-baru-halmahera-barat-1.jpg\" rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\/public\/berita\/peran-mama-mama-dalam-program-pamsimas-di-desa-baru-halmahera-barat-1-320x202.jpg\" width=\"320\" height=\"202\" alt=\"\" title=\"peran-mama-mama-dalam-program-pamsimas-di-desa-baru-halmahera-barat-1\" aria-label=\"peran-mama-mama-dalam-program-pamsimas-di-desa-baru-halmahera-barat-1\" class=\"img-responsive wp-image-330425 fusion-gallery-image-size-fixed\" srcset=\"\/public\/berita\/peran-mama-mama-dalam-program-pamsimas-di-desa-baru-halmahera-barat-1-320x202.jpg 320w, \/public\/berita\/peran-mama-mama-dalam-program-pamsimas-di-desa-baru-halmahera-barat-1-700x441.jpg 700w\" sizes=\"(max-width: 320px) 100vw, 320px\" \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-5 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a href=\"\/public\/berita\/peran-mama-mama-dalam-program-pamsimas-di-desa-baru-halmahera-barat-3.jpg\" rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\/public\/berita\/peran-mama-mama-dalam-program-pamsimas-di-desa-baru-halmahera-barat-3-320x202.jpg\" width=\"320\" height=\"202\" alt=\"\" title=\"peran-mama-mama-dalam-program-pamsimas-di-desa-baru-halmahera-barat-3\" aria-label=\"peran-mama-mama-dalam-program-pamsimas-di-desa-baru-halmahera-barat-3\" class=\"img-responsive wp-image-330427 fusion-gallery-image-size-fixed\" srcset=\"\/public\/berita\/peran-mama-mama-dalam-program-pamsimas-di-desa-baru-halmahera-barat-3-320x202.jpg 320w, \/public\/berita\/peran-mama-mama-dalam-program-pamsimas-di-desa-baru-halmahera-barat-3-700x441.jpg 700w\" sizes=\"(max-width: 320px) 100vw, 320px\" \/><\/a><\/div><\/div><div class=\"clearfix\"><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":330425,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"rs_blank_template":"","rs_page_bg_color":"","slide_template_v7":"","footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[13,17],"tags":[],"class_list":["post-40806","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tulisan-artikel","category-index-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40806","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=40806"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40806\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":330430,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40806\/revisions\/330430"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/330425"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=40806"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=40806"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=40806"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}