{"id":40792,"date":"2021-12-29T18:48:09","date_gmt":"2021-12-29T11:48:09","guid":{"rendered":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=40792"},"modified":"2025-07-04T14:28:30","modified_gmt":"2025-07-04T07:28:30","slug":"terbayar-sudah-kekecewaan-air-mengalir-kembali-di-desa-gunung-jambat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=40792","title":{"rendered":"Terbayar Sudah Kekecewaan, Air Mengalir Kembali di Desa Gunung Jambat"},"content":{"rendered":"<div class=\"fusion-fullwidth fullwidth-box fusion-builder-row-1 fusion-flex-container nonhundred-percent-fullwidth non-hundred-percent-height-scrolling\" style=\"--awb-border-radius-top-left:0px;--awb-border-radius-top-right:0px;--awb-border-radius-bottom-right:0px;--awb-border-radius-bottom-left:0px;--awb-flex-wrap:wrap;\" ><div class=\"fusion-builder-row fusion-row fusion-flex-align-items-flex-start fusion-flex-content-wrap\" style=\"max-width:1248px;margin-left: calc(-4% \/ 2 );margin-right: calc(-4% \/ 2 );\"><div class=\"fusion-layout-column fusion_builder_column fusion-builder-column-0 fusion_builder_column_1_1 1_1 fusion-flex-column\" style=\"--awb-bg-size:cover;--awb-width-large:100%;--awb-margin-top-large:0px;--awb-spacing-right-large:1.92%;--awb-margin-bottom-large:60px;--awb-spacing-left-large:1.92%;--awb-width-medium:100%;--awb-spacing-right-medium:1.92%;--awb-spacing-left-medium:1.92%;--awb-width-small:100%;--awb-spacing-right-small:1.92%;--awb-spacing-left-small:1.92%;\"><div class=\"fusion-column-wrapper fusion-column-has-shadow fusion-flex-justify-content-flex-start fusion-content-layout-column\"><div class=\"fusion-text fusion-text-1\" style=\"--awb-text-transform:none;\"><p><strong><em>Natuna, Kepri<\/em><\/strong> &#8211; Natuna merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).\u00a0 Natuna tergabung dalam gugusan \u201cPulau Tujuh\u201d yang \u00a0berada di lintasan jalur pelayaran internasional dari\/ke Hongkong, Taiwan, Korea dan Jepang. Tidak hanya itu, Kabupaten Natuna juga mendapat julukan pintu gerbang bagi negara tetangga, seperti Malaysia, Kamboja, Thailand, dan Vietnam.<\/p>\n<p>Kabupaten yang dengan luasnya 141.901,20 Km<sup>2<\/sup> ini terbagi menjadi 139.892,16 Km<sup>2<\/sup> berupa perairan (lautan) dan 2.009,04 Km<sup>2<\/sup> merupakan daratan.\u00a0 Dengan demikian sebagian besar wilayah Kabupaten Natuna merupakan lautan.\u00a0 Di Kabupaten Natuna terdapat 154 pulau, dengan 27 pulau (17,53 %) yang berpenghuni\u00a0 dan 127 pulau (82,44%) tidak berpenghuni. Pulau-pulau yang ada dapat dikelompokkan dalam dua gugusan, yaitu gugusan Pulau Natuna terdiri atas pulau-pulau di Bunguran, Sedanau, Midai, Pulau Laut, dan Pulau Tiga, serta gugusan Pulau Serasan yang terdiri atas pulau-pulau di Serasan, Subi Besar, dan Subi Kecil.<\/p>\n<p>Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Kabupaten Natuna dimulai sejak tahun 2014.\u00a0 Sebanyak 54 desa yang tersebar di berbagai kecamatan telah diintervensi melalui Program Pamsimas.<\/p>\n<p>Pada tahun 2020 tidak ada lagi lokasi baru (desa baru) yang diintervensi Program Pamsimas, namun lebih fokus untuk melakukan optimalisasi kepada 10 desa pasca Pamsimas.\u00a0 Salah satunya adalah Desa Gunung Jambat di Kecamatan Suak Midai, yang merupakan lokasi Program Pamsimas tahun 2017.<\/p>\n<p>Desa Gunung Jambat dihuni 237 KK dengan total jiwa 709 orang.\u00a0 Dengan jumlah penduduk sebesar itu tergolong cukup banyak.\u00a0 Sebagian besar permukiman penduduk berada di dataran tinggi.\u00a0 Kondisi ini menyulitkan warga setempat untuk mengakses air yang berada di bawah (lembah).<\/p>\n<p>Pembangunan sarana air minum melalui Program Pamsimas tahun 2017 di Pulau Midai khususnya Desa Gunung Jambat, \u00a0tidak bisa dimanfaatkan dengan maksimal. \u00a0Warga merasa sangat kecewa.\u00a0 Kekecewaan warga ini sedikit menyulitkan tim fasilitator Pamsimas untuk melakukan pendampingan program di desa.\u00a0 Cemooh dan ejekan sering dilontarkan warga yang kecewa di setiap sudut jalan saat tim fasilitator mengunjungi desa.\u00a0 Namun tim fasilitator tetap sabar dan terus fokus pada program untuk memulihkan kembali kepercayaan kepada warga.\u00a0 Kesusahan penduduk desa mendapatkan akses air menjadi fokus perhatian para fasilitator Pamsimas.<\/p>\n<p>Untuk mencukupi kebutuhan air sehari-hari warga melakukan penampungan air hujan.\u00a0 Namun air hujan yang ditampung tersebut tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan air dalam setahun.\u00a0 Untuk itu warga harus rela merogoh kocek dengan membeli air bersih 500 liter seharga 35.000 rupiah. \u00a0Air tersebut hanya bisa mencukupi untuk kebutuhan selama 4-5 hari.\u00a0 Dapat dibayangkan kocek yang dirogoh setiap bulannya untuk membeli air tidaklah sedikit.\u00a0 Tentu saja ini menjadi persoalan terutama bagi warga golongan bawah.\u00a0 Sangat memprihatinkan! \u00a0Inilah yang menjadi daya dorong bagi KKM, KPSPAMS, pemerintah desa dan tim fasilitator Pamsimas untuk secara bersama-sama bergandengan tangan menyelesaikan permasalahan.\u00a0 Menanamkan kesadaran yang tinggi \u00a0dan menempatkan kepentingan sosial di atas kepentingan pribadi merupakan sesuatu yang harus dibangun kembali di kehidupan bermasyarakat.<\/p>\n<p>Desa Gunung Jambat berbeda dengan kebanyakan desa di Kabupaten Natuna.\u00a0 Hukum fisika yang menyebutkan sifat air mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah, berbading terbalik dengan kondisi yang diharapkan warga. \u00a0Mayoritas penduduk Gunung Jambat bertempat tinggal di atas bukit, sedangkan sumber air berada di kaki bukit (lembah) dengan beda ketinggian sekitar 40 M. \u00a0\u00a0Dengan demikian perlu upaya untuk menaikkan air dari lembah ke atas bukit dimana permukiman penduduk berada.\u00a0 Hal inilah yang menjadi tantangan fasilitator, KKM dan pemerintah desa untuk mencari solusi.<\/p>\n<p>Setelah dilakukan rembug warga untuk perencanaan dan dilanjutkan pelaksanaan pembangunan sarana air minum.\u00a0 <em>Alhamdulillah<\/em> dengan mengucapkan syukur kepada Sang Pemilik Alam, air dapat dinaikkan ke bak penampung (reservoir) yang dibangun di areal permukiman warga. Dari reservoir tersebut selanjutnya secara gravitasi air dialirkan ke rumah-rumah penduduk melalui jaringan perpipaan.<\/p>\n<p>Raut wajah lelah KKM terbayar sudah dengan melihat riang wajah masyarakat Gunung Jambat melihat keberhasilan ini. \u00a0Tim Fasilitator yang dulunya dicibir, dipandang sinis, dan sesekali mendapatkan lontaran bahasa yang kurang enak, dalam sekejap berubah menjadi bintang berkat keberhasilan ini.\u00a0 Tak henti-henti masyarakat setempat mengucapkan rasa syukur berkah air Pamsimas.<\/p>\n<p>Pembangunan kembali Pamsimas di tahun 2020 memang sangat mengesankan.\u00a0 Mengapa? \u00a0Karena di desa ini perbedaan gender tidak menjadi persoalan; laki-laki maupun kaum perempuan ikut ambil bagian dalam setiap tahapan kegiatan Pamsimas, termasuk saat kegiatan fisik (konstruksi).\u00a0 Peran kaum perempuan di desa ini tidak sebatas pada urusan dapur, kompor, dan kasur.<\/p>\n<p>Ada sosok perempuan yang ikut ambil bagian di balik suksesnya Program Pamsimas tahun 2020.\u00a0 Sebut saja Yuliasti, seorang ibu rumah tangga yang merupakan pekerja keras.\u00a0 Keterlibatan ibu ini dalam mensukseskan Program Pamsimas sungguh luar biasa. Yuliasti terlibat aktif dalam program, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga tahap pemeliharaan dan pengelolaan sarana Pamsimas.\u00a0 Ia telah menjadi contoh dan menjadi motivasi bagi warga lainnya terutama kaum perempuan.<\/p>\n<p>Suksesnya Pamsimas 2020 merupakan hasil dari cipta karya, dorongan, semangat dan harapan dari banyak pihak yang terlibat, terutama para pengurus KKM dan segenap warga dengan dukungan kepala desa.\u00a0 Kali ini Program Pamsimas berakhir dengan bahagia.\u00a0 Segenap para fasilitator Pamsimas merasa senang dan bahagia dapat memulihkan kepercayaan warga dan mengalirkan kembali air Pamsimas sehingga memberikan berkah bagi warga Desa Gunung Jambat (<em>Robbiansyah, Atikah, Jurandi -TFM Kab Natuna\/ Hartono Karyatin-Media Sp PAMSIMAS<\/em>).<\/p>\n<\/div><div class=\"fusion-separator\" style=\"align-self: center;margin-left: auto;margin-right: auto;margin-top:30px;margin-bottom:60px;width:100%;max-width:150px;\"><div class=\"fusion-separator-border sep-single sep-solid\" style=\"--awb-height:20px;--awb-amount:20px;--awb-sep-color:#55a098;border-color:#55a098;border-top-width:3px;\"><\/div><\/div><div class=\"awb-gallery-wrapper awb-gallery-wrapper-1 button-span-no\" style=\"--more-btn-alignment:center;\"><div style=\"margin:-5px;--awb-bordersize:0px;\" class=\"fusion-gallery fusion-gallery-container fusion-grid-4 fusion-columns-total-4 fusion-gallery-layout-grid fusion-gallery-1\"><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a href=\"\/public\/berita\/terbayar-sudah-kekecewaan-air-mengalir-kembali-di-desa-gunung-jambat-2.jpg\" rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\/public\/berita\/terbayar-sudah-kekecewaan-air-mengalir-kembali-di-desa-gunung-jambat-2-320x202.jpg\" width=\"320\" height=\"202\" alt=\"\" title=\"terbayar-sudah-kekecewaan-air-mengalir-kembali-di-desa-gunung-jambat-2\" aria-label=\"terbayar-sudah-kekecewaan-air-mengalir-kembali-di-desa-gunung-jambat-2\" class=\"img-responsive wp-image-330438 fusion-gallery-image-size-fixed\" srcset=\"\/public\/berita\/terbayar-sudah-kekecewaan-air-mengalir-kembali-di-desa-gunung-jambat-2-320x202.jpg 320w, \/public\/berita\/terbayar-sudah-kekecewaan-air-mengalir-kembali-di-desa-gunung-jambat-2-700x441.jpg 700w\" sizes=\"(max-width: 320px) 100vw, 320px\" \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a href=\"\/public\/berita\/terbayar-sudah-kekecewaan-air-mengalir-kembali-di-desa-gunung-jambat-4.jpg\" rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\/public\/berita\/terbayar-sudah-kekecewaan-air-mengalir-kembali-di-desa-gunung-jambat-4-320x202.jpg\" width=\"320\" height=\"202\" alt=\"\" title=\"terbayar-sudah-kekecewaan-air-mengalir-kembali-di-desa-gunung-jambat-4\" aria-label=\"terbayar-sudah-kekecewaan-air-mengalir-kembali-di-desa-gunung-jambat-4\" class=\"img-responsive wp-image-330440 fusion-gallery-image-size-fixed\" srcset=\"\/public\/berita\/terbayar-sudah-kekecewaan-air-mengalir-kembali-di-desa-gunung-jambat-4-320x202.jpg 320w, \/public\/berita\/terbayar-sudah-kekecewaan-air-mengalir-kembali-di-desa-gunung-jambat-4-700x441.jpg 700w\" sizes=\"(max-width: 320px) 100vw, 320px\" \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a href=\"\/public\/berita\/terbayar-sudah-kekecewaan-air-mengalir-kembali-di-desa-gunung-jambat-1.jpg\" rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\/public\/berita\/terbayar-sudah-kekecewaan-air-mengalir-kembali-di-desa-gunung-jambat-1-320x202.jpg\" width=\"320\" height=\"202\" alt=\"\" title=\"terbayar-sudah-kekecewaan-air-mengalir-kembali-di-desa-gunung-jambat-1\" aria-label=\"terbayar-sudah-kekecewaan-air-mengalir-kembali-di-desa-gunung-jambat-1\" class=\"img-responsive wp-image-330437 fusion-gallery-image-size-fixed\" srcset=\"\/public\/berita\/terbayar-sudah-kekecewaan-air-mengalir-kembali-di-desa-gunung-jambat-1-320x202.jpg 320w, \/public\/berita\/terbayar-sudah-kekecewaan-air-mengalir-kembali-di-desa-gunung-jambat-1-700x441.jpg 700w\" sizes=\"(max-width: 320px) 100vw, 320px\" \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a href=\"\/public\/berita\/terbayar-sudah-kekecewaan-air-mengalir-kembali-di-desa-gunung-jambat-3.jpg\" rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\/public\/berita\/terbayar-sudah-kekecewaan-air-mengalir-kembali-di-desa-gunung-jambat-3-320x202.jpg\" width=\"320\" height=\"202\" alt=\"\" title=\"terbayar-sudah-kekecewaan-air-mengalir-kembali-di-desa-gunung-jambat-3\" aria-label=\"terbayar-sudah-kekecewaan-air-mengalir-kembali-di-desa-gunung-jambat-3\" class=\"img-responsive wp-image-330439 fusion-gallery-image-size-fixed\" srcset=\"\/public\/berita\/terbayar-sudah-kekecewaan-air-mengalir-kembali-di-desa-gunung-jambat-3-320x202.jpg 320w, \/public\/berita\/terbayar-sudah-kekecewaan-air-mengalir-kembali-di-desa-gunung-jambat-3-700x441.jpg 700w\" sizes=\"(max-width: 320px) 100vw, 320px\" \/><\/a><\/div><\/div><div class=\"clearfix\"><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":330437,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"rs_blank_template":"","rs_page_bg_color":"","slide_template_v7":"","footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[13,17],"tags":[],"class_list":["post-40792","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tulisan-artikel","category-index-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40792","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=40792"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40792\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":330441,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40792\/revisions\/330441"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/330437"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=40792"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=40792"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=40792"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}