{"id":39898,"date":"2021-10-27T15:41:45","date_gmt":"2021-10-27T08:41:45","guid":{"rendered":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=39898"},"modified":"2021-10-27T15:41:45","modified_gmt":"2021-10-27T08:41:45","slug":"budaya-gotong-royong-sebagai-bingkai-pelaksanaan-pamsimas-desa-padengo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=39898","title":{"rendered":"Budaya Gotong Royong sebagai Bingkai Pelaksanaan Pamsimas Desa Padengo"},"content":{"rendered":"<div class=\"fusion-fullwidth fullwidth-box fusion-builder-row-1 fusion-flex-container nonhundred-percent-fullwidth non-hundred-percent-height-scrolling\" style=\"--awb-border-radius-top-left:0px;--awb-border-radius-top-right:0px;--awb-border-radius-bottom-right:0px;--awb-border-radius-bottom-left:0px;--awb-flex-wrap:wrap;\" ><div class=\"fusion-builder-row fusion-row fusion-flex-align-items-flex-start fusion-flex-content-wrap\" style=\"max-width:calc( 1200px + 0px );margin-left: calc(-0px \/ 2 );margin-right: calc(-0px \/ 2 );\"><div class=\"fusion-layout-column fusion_builder_column fusion-builder-column-0 fusion_builder_column_1_1 1_1 fusion-flex-column\" style=\"--awb-bg-size:cover;--awb-width-large:100%;--awb-margin-top-large:0px;--awb-spacing-right-large:0px;--awb-margin-bottom-large:60px;--awb-spacing-left-large:0px;--awb-width-medium:100%;--awb-spacing-right-medium:0px;--awb-spacing-left-medium:0px;--awb-width-small:100%;--awb-spacing-right-small:0px;--awb-spacing-left-small:0px;\"><div class=\"fusion-column-wrapper fusion-column-has-shadow fusion-flex-justify-content-flex-start fusion-content-layout-column\"><div class=\"fusion-text fusion-text-1\"><p><strong><em><span class=\"fusion-dropcap dropcap dropcap-boxed\" style=\"--awb-border-radius:4px;\">P<\/span>ohuwato, Gorontalo<\/em><\/strong> &#8211; Desa Padengo berada dalam wilayah Kecamatan Dengilo Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo. \u00a0Kecamatan Dengilo sendiri merupakan hasil pemekaran dari Kecamatan Paguat pada Maret 2008. Padengo menjadi desa difinitif pada tahun 1948. Desa Padengo terdiri atas tiga dusun, yaitu Dusun Peyato, Piloheluma, dan Wobudu. Pemukiman mulai terbentuk pada tahun 1940-an. Pemukiman awal terbentuk dari perpindahan penduduk di wilayah Marisa akibat banyaknya warga mnasyarakat yang kena gigitan nyamuk malaria. Hal ini yang kemudian mendorong mencari wilayah baru yang jauh dari pantai dan aman dari kejaran nyamuk malaria.<\/p>\n<p>Dalam bahasa Gorontalo, \u201cpadengo\u201d berarti rumput alang-alang. Pemilihan kata \u201cpadengo\u201d dikarenakan wilayah baru yang didatangi oleh kelompok kolonisasi tersebut sebagian besar berupa hamparan alang-alang yang luas. Penamaan dusun juga memiliki arti masing-masing. \u201cPeyato\u201d merupakan sejenis pohon\/kayu yang banyak tumbuh di wilayah yang sekarang menjadi Dusun Peyato. Dusun Wobudu diambil dari nama sungai yang mengalir di wilayah dusun tersebut. Sedangkan penamaan \u201cPiloheluma\u201d dalam bahasa Gorontalo berarti kerja bersama-sama, karena pembukaan wilayah Dusun Piloheluma dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat.\u00a0 Di Dusun Pilohelume inilah tempat bermukim Masyarakat Komunitas Adat Terpencil (MKAT).<\/p>\n<p>Desa Padengo berbatasan dengan Kabupaten Boalemo di sebelah timur, sebelah utara berbatasan dengan Desa Karya Baru, dan sebelah \u00a0selatan berbatasan dengan Desa Hutamoputi, serta di sebelah barat berbatasan dengan Desa Karya Baru. Luas wilayah Desa Padengo 8481 hektar dengan jumlah KK 342 atau 1263 jiwa.\u00a0 Dusun Piloheluma sendiri yang merupakan hunian MKAT ditempati 45 KK atau 142 jiwa.\u00a0 Mata pencaharian utama MKAT merupakan petani jagung dan petani sawah.<\/p>\n<p>Secara umum masyarakat Desa Padengo masih kesulitan akses air bersih.\u00a0 Pemukiman penduduk berada pada daerah ketinggian sehingga jauh dari jangkauan sumber air bersih.\u00a0 Untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak, minum, mencuci, dan mandi, sebagian warga memanfaatkan air sungai yang membelah Dusun Wobudu atau turun ke dusun sebelah untuk mengambil air dari sumber mata air.<\/p>\n<p>Pada tahun 2012 Desa Padengo diintervensi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).\u00a0 Melalui Program Pamsimas dibangun sistem penyediaan air minum (SPAM) perdesaan untuk memberikan akses air minum khususnya bagi seluruh warga Dusun Wobudu dan sebagian warga yang tinggal di Dusun Peyato.<\/p>\n<p>Pada bulan Oktober tahun 2016 MKAT yang tinggal di Dusun Piloheluma mendapatkan bantuan dari Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Gorontalo untuk pembangunan rumah.\u00a0 Bangunan rumah sederhana sebanyak 45 unit tersebut diperuntukkan bagi warga MKAT yang berjumlah 45 KK.<\/p>\n<p>Setahun kemudian (2017), Desa Padengo kembali mendapatkan bantuan dana CSR (<em>Corporate Social Responsibility<\/em>) dari yayasan Indomart.\u00a0 Bantuan CSR sebesar Rp 600 juta disalurkan melalui Dinas Sosial Kabupaten Pohuwato, digunakan untuk membangun sub-sistem SPAM baru, terdiri dari sumur bor dangkal (1 unit), reservoir (1 unit), jaringan perpipaan, dan sambungan rumah sebanyak 45 unit, serta gedung \u00a0pertemuan.<\/p>\n<p>Pada tahun tahun 2018 Desa Padego kembali mendapatkan bantuan Hibah Khusus Pamsimas (HKP) untuk menjangkau Dusun Piloheluma yang belum terlayani Pamsimas.\u00a0 Melalui Program HKP dibangun sub-sistem SPAM baru berupa bangunan intake (rehab), reservoir, dan perluasan jaringan pipa sehingga terhubung jaringan pipa Pamsimas tahun 2012.\u00a0 Program HKP ini menjangkau pelayanan MKAT sebanyak 45 KK yang tinggal di Dusun Piloheluma.\u00a0 Demikian penjelasan yang disampaikan Abdul Rahman, ST, Koordinator Pamsimas (DC) Kabupaten Pohuwato.<\/p>\n<p>Menurut \u2018\u2019Podu\u201d Piloheluma (kepala dusun dalam bahasa Gorontalo), kehadiran Program Pamsimas \u00a0bagai angin segar MKAT dan memberikan harapan akan memudahan akses air bersih.\u00a0 Karenanya sejak proses perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan, warga menyambutnya dengan cukup antusias.\u00a0 Pertemuan-pertemuan yang dilaksanakan dalam proses pengidentifikasi masalah dan rapat pleno warga selalu dihadiri\u00a0 MKAT dengan antusias, baik laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda.<\/p>\n<p>MKAT cukup aktif dalam pelaksanaan kegiatan, bahkan perwakilan MKAT duduk dalam kepengurusan Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) selaku pengelola Program Pamsimas di tingkat desa.\u00a0 Dalam proses pelaksanaan kontruksi air minum MKAT terlibat penuh, mulai dari proses pembersihan dan \u00a0penggalian jalur pipa transmisi dan pipa distribusi serta pembangunan sarana air minum berupa resevoir dan intake.<\/p>\n<p>\u201cDesa Padengo mendapatkan suntikan dana dari CSR Indomart \u00a0untuk lebih mengoptimalkan sarana air minum dan hunian masyarakat berupa rumah layak huni.\u00a0 Saat ini sarana air minum yang dibangun sudah dirasakan manfaatnya oleh MKAT Desa Padengo,\u201d ungkap <em>Podu<\/em> Piloheluma.<\/p>\n<p>Senada dengan yang disampaikan <em>Podu<\/em>, Ketua Satlak Program Pamsimas &#8211;\u00a0 Irwan menyampaikan, saat ini MKAT sudah terlayani kebutuhan air minum melalui 45 unit sambungan rumah (SR) yang\u00a0 dilengkapi dengan meteran air.\u00a0 Kini masyarakat tidak lagi kesulitan dalam mengakses air minum untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, tinggal memutar kran dari rumah.<\/p>\n<p>Isra Taha, yang merupakan Kepala Dusun di wilayah MKAT menuturkan,\u00a0 \u00a0sebelum adanya Program Pamsimas masyarakat harus mengambil air dan mandi serta cuci pakaian di sungai ataupun harus turun ke dusun sebelah menuju ke sumber mata air yang jaraknya cukup jauh.\u00a0 Untuk mencapai sumber mata air tersebut diperlukan waktu sekitar 10 menit dengan mengendarai motor.\u00a0 Mata air inilah yang menjadi sumber air baku Pamsimas.<\/p>\n<p>Kini masyarakat tidak perlu bersusah-susah untuk mengakses air bersih untuk memasak, mandi, mencuci pakaian ataupun untuk kebutuhan ternak.\u00a0 Waktu bisa lebih dihemat dan digunakan untuk kegiatan produktif seperti bersawah dan berkebun.\u00a0 Air Pamsimas juga dimanfaatkan oleh kaum ibu-ibu untuk menanam berbagai jenis tanaman di pekarangan rumah.<\/p>\n<p>Saat ini ada dua orang perwakilan MKAT yang duduk dalam kepengurusan Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KPSPAMS) sebagai pengelola sarana Pamsimas.\u00a0 Kedua orang warga MKAT tersebut aktif melakukan pengumpulan iuran bulanan \u00a0untuk menunjang operasional sarana dan menjamin keberlanjutan pelayanan air minum kepada masyarakat.<\/p>\n<p>Satu hal yang menjadi tatantangan bagi warga MKAT adalah menghasilkan air minum dengan kualitas yang dapat langsung diminum.\u00a0 Ke depannya, KPSPAMS dengan dukungan BUMDes akan mengembangkan\u00a0 usaha depo air minum isi ulang sehingga masyarakat tidak perlu lagi pergi ke desa tetangga untuk membeli air isi ulang. (<em>Hamzah Nabi<\/em><em> &amp; <\/em><em>Rahim Antu<\/em><em>\/ Martono\/ Hartono Karyatin-Media Sp PAMSIMAS<\/em>).<\/p>\n<\/div><div class=\"fusion-separator\" style=\"align-self: center;margin-left: auto;margin-right: auto;margin-top:30px;margin-bottom:60px;width:100%;max-width:150px;\"><div class=\"fusion-separator-border sep-single sep-solid\" style=\"--awb-height:20px;--awb-amount:20px;--awb-sep-color:#55a098;border-color:#55a098;border-top-width:3px;\"><\/div><\/div><div class=\"awb-gallery-wrapper awb-gallery-wrapper-1 button-span-no\"><div style=\"margin:-3px;--awb-bordersize:0px;\" class=\"fusion-gallery fusion-gallery-container fusion-grid-5 fusion-columns-total-5 fusion-gallery-layout-grid fusion-gallery-1\"><div style=\"padding:3px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-5 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-39900 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:3px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-5 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-39901 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:3px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-5 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-39902 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:3px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-5 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-39903 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:3px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-5 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-39899 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div class=\"clearfix\"><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":39900,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"rs_blank_template":"","rs_page_bg_color":"","slide_template_v7":"","footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[13,17],"tags":[],"class_list":["post-39898","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tulisan-artikel","category-index-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/39898","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=39898"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/39898\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=39898"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=39898"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=39898"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}