{"id":39301,"date":"2021-09-03T10:06:39","date_gmt":"2021-09-03T03:06:39","guid":{"rendered":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=39301"},"modified":"2021-09-03T10:06:39","modified_gmt":"2021-09-03T03:06:39","slug":"kepeloporan-aeniah-dalam-pemberdayaan-sanitasi-desa-selacai-ciamis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=39301","title":{"rendered":"Kepeloporan Aeniah dalam Pemberdayaan Sanitasi Desa Selacai Ciamis"},"content":{"rendered":"<div class=\"fusion-fullwidth fullwidth-box fusion-builder-row-1 fusion-flex-container nonhundred-percent-fullwidth non-hundred-percent-height-scrolling\" style=\"--awb-border-radius-top-left:0px;--awb-border-radius-top-right:0px;--awb-border-radius-bottom-right:0px;--awb-border-radius-bottom-left:0px;--awb-flex-wrap:wrap;\" ><div class=\"fusion-builder-row fusion-row fusion-flex-align-items-flex-start fusion-flex-content-wrap\" style=\"max-width:calc( 1200px + 0px );margin-left: calc(-0px \/ 2 );margin-right: calc(-0px \/ 2 );\"><div class=\"fusion-layout-column fusion_builder_column fusion-builder-column-0 fusion_builder_column_1_1 1_1 fusion-flex-column\" style=\"--awb-bg-size:cover;--awb-width-large:100%;--awb-margin-top-large:0px;--awb-spacing-right-large:0px;--awb-margin-bottom-large:60px;--awb-spacing-left-large:0px;--awb-width-medium:100%;--awb-spacing-right-medium:0px;--awb-spacing-left-medium:0px;--awb-width-small:100%;--awb-spacing-right-small:0px;--awb-spacing-left-small:0px;\"><div class=\"fusion-column-wrapper fusion-column-has-shadow fusion-flex-justify-content-flex-start fusion-content-layout-column\"><div class=\"fusion-text fusion-text-1\"><p><strong><em><span class=\"fusion-dropcap dropcap dropcap-boxed\" style=\"--awb-border-radius:4px;\">C<\/span>iamis, Jawa Barat<\/em><\/strong> &#8211; Desa Selacai merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat. Desa berjarak \u00b1 12 Km\u00a0 dari kota Ciamis ini memiliki topografi perbukitan. \u00a0Masyarakatnya tergolong agamis dengan semangat gotong royong yang masih terpelihara dengan baik.<\/p>\n<p>Akses air bersih\/air minum masih merupakan permasalahan di Desa Selacai dari tahun ke tahun.\u00a0 Dengan sebagian besar wilayahnya yang merupakan perbukitan menyebabkan warga desa sulit mendapatkan akses air untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, lebih-lebih di musim kemarau.\u00a0 Sulitnya mengakses air bersih ini menyebabkan banyak rumah tangga yang belum memiliki jamban sendiri sehingga mebambah buruk lingkungan sanitasi.<\/p>\n<p>Tahun 2018 Desa Selacai mendapatkan bantuan pembangunan sarana air minum melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).\u00a0\u00a0 Melalui program Pamsimas dibangun system penyediaan air minum dan sanitasi (SPAMS) perdesaan, terdiri dari pembuatan sumur bor, menara air, rumah panel listrik, jaringan perpipaan, pembangunan jamban sekolah dan SCT (sarana cuci tangan) sekolah. \u00a0Sarana tersebut dibangun di Dusun Cinutug Desa Selacai.<\/p>\n<p>Hasil pengeboran menghasilkan debit air sebesar 1,8 liter\/detik.\u00a0 Hingga saat ini sudah terpasang sebanyak 112 sambungan rumah (SR).\u00a0 Seiring dengan kemudahan akses air, jumlah jamban keluarga berkembang\/bertambah.\u00a0 Hal tersebut didukung keberadaan tim STBM desa yang selalu aktif melakukan pendekatan kepada warga untuk membangun jamban di rumah masing-masing.<\/p>\n<p>Ada sosok menarik di tim STBM Desa Selacai.\u00a0 Ia adalah ibu Aeniah, SPd, perempuan kelahiran Ciamis, 3 Maret 1973, yang tinggal di Dusun Banjaransari Rt 07 Rw 03 Desa Selacai.\u00a0\u00a0\u00a0 Perempuan bersuamikan Saeful Milah, memiliki 2 orang anak laki-laki &#8211; Reza Aulia Rahman dan \u00a0Aditya Permana Rahman. \u00a0Di sela-sela kesibukannya sebagai Ibu rumah tangga, ia mengajar di salah satu Madrasah Ibtidaiyah (MI) Desa Selacai sebagai guru honor.\u00a0 Sejak tahun 1998, ia juga aktif kegiatan di desa dan tercatat sebagai kader desa.\u00a0 Ia mulai menjadi kader PKK, kader posyandu, terlibat aktif dalam program PNPM sebagai kader pemberdayaan desa,\u00a0 kader KB, kader kesehatan, dan menjadi ketua tim STBM Desa Selacai dari tahun 2018.<\/p>\n<p>Ibu rumah tangga yang hobi berolahraga ini dalam candaannya mengatakan menjadi kader adalah hobi yang lain. \u00a0Wajahnya yang selalu senyum dengan sorot mata penuh semangat ketika bertemu orang, dengan kulit sawo matang dan memiliki tubuh proporsional, menjadikannya terlihat lebih muda dari usia yang sebenarnya.<\/p>\n<p>Aeniah orangnya supel dan mudah bergaul sehingga mudah diterima masyarakat, namun tetap tegas terhadap aturan yang berlaku.\u00a0 Hal yang menarik saat komunikasi dengan warga desa menyampaikannya dengan sederhana dan \u00a0tidak terlalu serius namun mengena sasaran yang dituju.\u00a0 Hal ini \u00a0membuat <em>audience<\/em> tertarik untuk mendengarkan.<\/p>\n<p>Banyak prestasi yang diukir ibu dua anak ini.\u00a0 Ia menjuarai berbagai perlombaan, diantaranya lomba penyuluhan KB Kesehatan dalam kegiatan HKP tingkat Kabupaten Ciamis (2004), lomba ekspose Kader PKK Tingkat Kabupaten Ciamis (2011), lomba ekspose 10 Program Pokok PKK Tingkat Kabupaten (2014), dan lomba penyuluhan Kader Penggerak Pajak Sepriangan pada tahun 2016.<\/p>\n<p>Saat Program Pamsimas masuk ke Desa Selacai tahun 2018,\u00a0 Aeniah dipercaya menjadi ketua tim STBM tingkat desa.\u00a0 Dirinya ikut terlibat bersama KKM dalam proses perencanaan, pelaksanaan dan pengelolaan sarana secara keberlanjutan.\u00a0 Ia terlihat bersemangat saat melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait masalah sanitasi\/jamban.\u00a0 Hal tersebut ia lakukan untuk mendorong pola hidup bersih dan sehat di kalangan masyarakat agar anak-anak di desanya dapat tumbuh dan berkembang sehat, kesehatan keluarga terjamin, dan tercapainya lingkungan yang bersih.<\/p>\n<p>Sebagai ketua TIM STBM, ia melakukan sosialisasi dengan datang dari rumah ke rumah untuk membujuk warga membangun jamban dan <em>s<\/em><em>eptic<\/em> <em>tank<\/em><em>.\u00a0 <\/em>Dalam setiap acara pertemuan, seperti pengajian atau pertemuan lainnya di dusun, ia selalu memaparkan masalah sanitasi yaitu pentingnya setiap keluarga memiliki jamban sendiri.\u00a0 Setiap keluarga yang belum memiliki jamban dan <em>s<\/em><em>eptic tank<\/em> diminta menandatangani kontrak sosial untuk membangun jamban sendiri meski sederhana (jamban cubluk).\u00a0 Pendekatan yang luwes namun tetap tegas dan sabar mendatangi rumah-rumah warga yang belum memiliki jamban, membuat warga tergerak untuk membangun jamban di rumah sendiri.\u00a0 Setiap bulan sekali, Aeniah bersama Tim STBM desa dan sanitarian melakukan monitoring dan pengecekan realisasi kontrak sosial pembangunan jamban. Pada tahun 2018 saat Pamsimas masuk ke desa, setidaknya ada 130 rumah yang belum memiliki jamban sendiri, kini tinggal menyisakan beberapa rumah saja yang belum memiliki jamban sendiri.<\/p>\n<p>Beberapa kendala dalam mewujudkan sanitasi yang lebih baik, diantaranya kurang memadainya dukungan anggaran dan\u00a0 rendahnya tingkat kesadaran masyarakat.\u00a0 Kurangnya pengetahuan kader tentang STBM menjadi tantangannya untuk terus berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk lingkungan sekitarnya.<\/p>\n<p>Untuk mengatasi kendala dalam mewujudkan lingkungan sanitasi yang lebih baik, ia menggunakan pendekatan dan strategi, diantaranya: \u00a0melakukan pembinaan kepada masyarakat untuk peduli\u00a0 kesehatan diri dan lingkungannya, identifikasi dengan cara mendata rumah tangga yang belum miliki jamban, koordinasi dengan lembaga-lembaga terkait air bersih dan sanitasi, dan melakukan pendekatan dan diskusi dengan tokoh masyarakat dan pemerintahan\u00a0 desa.<\/p>\n<p>Ia terlihat kecewa ketika hasil yang dicapai tidak sesuai harapannya.\u00a0\u00a0 Contohnya ada beberapa rumah tangga yang tidak dapat merealisasikan kontrak sosial membangun jamban karena berbagai faktor. Hal tersebut tidak membuatnya menyerah.\u00a0 Ia bangga bisa terlibat langsung dan bergerak di masyarakat untuk memajukan desanya; sambil bermimpi adanya perubahan dan transformasi yang tidak hanya dalam diri orang perorang tapi juga dalam kebijakan, kelembagaan dan pola komunikasi di daerah.<\/p>\n<p>Aeniah berharap kiranya pesan-pesan kesehatan dan sanitasi dapat tersampaikan secara baik dan merata kepada masyarakat. (<em>Andre Herlambang<\/em><em>&#8211;<\/em><em>FM CD Kab Ciamis<\/em><em>\/Hartono Karyatin-Media Sp PAMSIMAS<\/em>).<\/p>\n<\/div><div class=\"fusion-separator\" style=\"align-self: center;margin-left: auto;margin-right: auto;margin-top:30px;margin-bottom:60px;width:100%;max-width:150px;\"><div class=\"fusion-separator-border sep-single sep-solid\" style=\"--awb-height:20px;--awb-amount:20px;--awb-sep-color:#55a098;border-color:#55a098;border-top-width:3px;\"><\/div><\/div><div class=\"awb-gallery-wrapper awb-gallery-wrapper-1 button-span-no\"><div style=\"margin:-5px;--awb-bordersize:0px;\" class=\"fusion-gallery fusion-gallery-container fusion-grid-4 fusion-columns-total-7 fusion-gallery-layout-grid fusion-gallery-1\"><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-39304 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-39305 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-39306 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-39307 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div class=\"clearfix\"><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-39308 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-39302 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-39303 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":39304,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"rs_blank_template":"","rs_page_bg_color":"","slide_template_v7":"","footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[13,17],"tags":[],"class_list":["post-39301","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tulisan-artikel","category-index-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/39301","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=39301"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/39301\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=39301"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=39301"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=39301"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}