{"id":39227,"date":"2021-08-30T09:32:24","date_gmt":"2021-08-30T02:32:24","guid":{"rendered":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=39227"},"modified":"2021-08-30T09:32:24","modified_gmt":"2021-08-30T02:32:24","slug":"di-balik-keberhasilan-program-air-minum-selalu-ada-perempuan-hebat-di-belakangnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=39227","title":{"rendered":"Di Balik Keberhasilan Program Air Minum Ada Perempuan Hebat di Belakangnya"},"content":{"rendered":"<div class=\"fusion-fullwidth fullwidth-box fusion-builder-row-1 fusion-flex-container nonhundred-percent-fullwidth non-hundred-percent-height-scrolling\" style=\"--awb-border-radius-top-left:0px;--awb-border-radius-top-right:0px;--awb-border-radius-bottom-right:0px;--awb-border-radius-bottom-left:0px;--awb-flex-wrap:wrap;\" ><div class=\"fusion-builder-row fusion-row fusion-flex-align-items-flex-start fusion-flex-content-wrap\" style=\"max-width:calc( 1200px + 0px );margin-left: calc(-0px \/ 2 );margin-right: calc(-0px \/ 2 );\"><div class=\"fusion-layout-column fusion_builder_column fusion-builder-column-0 fusion_builder_column_1_1 1_1 fusion-flex-column\" style=\"--awb-bg-size:cover;--awb-width-large:100%;--awb-margin-top-large:0px;--awb-spacing-right-large:0px;--awb-margin-bottom-large:60px;--awb-spacing-left-large:0px;--awb-width-medium:100%;--awb-spacing-right-medium:0px;--awb-spacing-left-medium:0px;--awb-width-small:100%;--awb-spacing-right-small:0px;--awb-spacing-left-small:0px;\"><div class=\"fusion-column-wrapper fusion-column-has-shadow fusion-flex-justify-content-flex-start fusion-content-layout-column\"><div class=\"fusion-text fusion-text-1\"><p><strong><em><span class=\"fusion-dropcap dropcap dropcap-boxed\" style=\"--awb-border-radius:4px;\">G<\/span>arut, Jawa Barat<\/em><\/strong> \u2013 Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menuntaskan permasalahan air bersih\/air minum di wilayah perdesaan dan pinggiran kota (peri-urban) dengan meluncurkan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyuarakat (Pamsimas).\u00a0 Program yang diluncurkan di berbagai daerah secara serentak pada tahun 2008, sangat kental dengan pendekatan berbasis masyarakat.<\/p>\n<p>Masyarakat ditempatkan sebagai pelaku utama dalam kegiatan dan diberikan kepercayaan untuk mengelola secara langsung kegiatan pembangunan sarana air minum dan sanitasi (SPAMS) mulai perencanaan, pelaksanaan sampai dengan pengelolaan sarana.\u00a0 Masyarakat juga diberikan keleluasaan untuk menentukan jenis kegiatan dan juga sistem SPAMS yang digunakan.<\/p>\n<p>Pembentukan kelompok masyarakat seperti KKM (Kelompok Keswadayaan Masyarakat) dan Satlak (Satuan Pelaksana Kegiatan) dimaksudkan untuk mengorganisir semua unsur masyarakat agar berperan aktif di dalam semua tahapan kegiatan program, mulai perencanaan sampai dengan terbangunnya SPAMS.\u00a0 Selanjutnya untuk mengelola sarana terbangun, masyarakat membentuk Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KPSPAMS) untuk menjamin keberlanjutan pelayanan air minum di perdesaan. Sebelum melaksanakan tugas dan fungsinya kelompok masyarakat tersebut diberikan dulu pembekalan melalui pelatihan dari fasilitator Pamsimas untuk menguatkan kapasitas masyarakat di dalam pengelolaan program.<\/p>\n<p>Di Kabupaten Garut Program Pamsimas dimulai tahun 2008.\u00a0 Sejak kehadirannya, Program Pamsimas telah memiliki komitmen untuk menerapkan prinsip kesetaraan gender di dalam setiap tahapan kegiatannya. Dalam struktur kepengurusan kelembagaan masyarakat yang dibentuk harus ada keterwakilan unsur perempuan minimal 40% dari jumlah pengurus. Kebijakan ini mampu melahirkan sosok-sosok perempuan yang memiliki jiwa kader dalam upaya memenuhi kebutuhan air minum dan sanitasi di perdesaan.\u00a0 Kelompok perempuan telah diberikan hak yang sama dengan laki-laki untuk bisa terlibat dalam pengelolaan program.<\/p>\n<p>Salah satu pengurus KPSPAMS perempuan yang sudah lama mengelola SPAMS Pamsimas adalah Neneng Jubaedah.\u00a0 \u00a0Perempuan 48 tahun, warga Kampung Depok Desa Sukamukti Kecamatan Sukawening Kabupaten Garut terlibat dalam program Pamsimas sejak tahun 2012.\u00a0 Ia dipercaya di unit keuangan KPSPAMS.\u00a0 Neneng juga aktif berkegiatan di Asosiasi KPSPAMS Kabupaten Garut.\u00a0 Ia rela mengorbankan waktu, pikiran, dan tenaganya demi terpenuhinya kebutuhan air minum terutama bagi warga miskin Kampung Depok dan Kampung Nagrak. Neneng adalah seorang guru Tsanawiyah Cokroaminoto Sukawening dan pernah menjadi Kepala Sekolah di sebuah SMP swasta.\u00a0 Sebagai orang yang mengelolaa keuangan KPSPAMS, tidak jarang diterpa isu tidak sedap dari sebagian anggota masyarakat yang hanya berorientasi pada keuntungan dari pendapatan hasil iuran.\u00a0 \u00a0\u00a0Isue tidak sedap tidak mengecilkan niatnya untuk terus berjuang demi terpenuhinya\u00a0 kemudahan akses air minum bagi warganya.\u00a0 Baginya ada kepuasan dan kebanggannya saat melihat warganya tersenyum renyah saat memutar keran yang sudah terpasang di rumah warga.<\/p>\n<p>Tahun 2016 terjadi pergantian kepengurusan KPSPAMS Desa Sukamukti\u00a0 dan Neneng tidak lagi menjadi pengurus KPSPAMS dengan alasan regenerasi.\u00a0\u00a0 Setelah kepengurusan baru berjalan beberapa tahun, nampaknya pengelolaan keuangan\/iuran tidak berjalan mulus.\u00a0 Pelayanan \u00a0kepada masyarakat konsumen air tidak sesuai harapan, banyak keluhan dimana pasokan air ke warga tidak lancar. Jangankan ada pengembangan ataupun kerjasama dengan pihak lain, tidak ada pertambahan sambungan rumah (SR), alias stagnan, hanya ada sekitar 80 SR.<\/p>\n<p>Tahun 2018 terjadi lagi pergantian kepengurusan KPSPAMS.\u00a0 Hasil kesepakatan masyarakat Neneng Jubaedah dipercaya lagi memegang kendali di unit keuangan.\u00a0 Berkat kerja keras dan andilnya, tahun 2019 Desa Sukamukti mendapatkan program DAK (Dana Alokasi Khusus).\u00a0 Melalui DAK \u00a0dilakukan pengeboran sumur baru dan perluasan jaringan perpipaan sehingga menjangkau pelayanan warga di Kampung Nagrak dan Pedes.<\/p>\n<p>Berkat kinerja KPSPAMS yang tergolong bagus, tahun 2020 Desa Sukamukti diganjar dana Hibah Insentif Desa (HID).\u00a0 \u00a0Dana tersebut digunakan untuk perluasan jaringan dan pengadaan pompa untuk menyedot sumber air yang berada di bawah permukiman untuk dinaikkan ke menara air sebelum didistribusikan ke masyarakat pengguna.\u00a0 Saat ini KPSPAMS mampu melayani kebutuhan air bagi warga Kampung Depok, Nagrak, Pedes, Cikantong dan Artab melalui 260 SR. Semua itu bisa terwujud berkat kerja keras segenap pengurus KPSPAMS.<\/p>\n<p>Rupanya urusan air minum dan sanitasi belum mendapat perhatian yang serius dari pemerintah desa dalam perencanaan pembangunan dan penganggaran.\u00a0 Untuk itu diperlukan peran aktif dari masyarakat untuk\u00a0 mendorongnya pemerintah desa terutama oleh kaum perempuan yang lebih peka terhadap urusan air minum dan sanitasi.<\/p>\n<p>Dibalik keberhasilan program air minum tidak dapat dilepaskan adanya kerja keras dan perjuangan kaum perempuan yang tidak mengenal lelah untuk terus menyuarakan permasalahan kesulitan air minum di daerahnya. <em>(<\/em><em>Cepi Firmansyah<\/em><em>, <\/em><em>Leigina Noprianti<\/em><em>, <\/em><em>Ade M Marjanudin<\/em><em>-Tim Fasilitator Kab Garut\/Hartono Karyatin-Media Sp PAMSIMAS).<\/em><\/p>\n<\/div><div class=\"fusion-separator\" style=\"align-self: center;margin-left: auto;margin-right: auto;margin-top:30px;margin-bottom:60px;width:100%;max-width:150px;\"><div class=\"fusion-separator-border sep-single sep-solid\" style=\"--awb-height:20px;--awb-amount:20px;--awb-sep-color:#55a098;border-color:#55a098;border-top-width:3px;\"><\/div><\/div><div class=\"awb-gallery-wrapper awb-gallery-wrapper-1 button-span-no\"><div style=\"margin:-5px;--awb-bordersize:0px;\" class=\"fusion-gallery fusion-gallery-container fusion-grid-3 fusion-columns-total-6 fusion-gallery-layout-grid fusion-gallery-1\"><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-3 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"data:image\/gif;base64,R0lGODlhAQABAAAAACH5BAEKAAEALAAAAAABAAEAAAICTAEAOw==\" data-orig-src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"lazyload img-responsive wp-image-39228\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-3 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"data:image\/gif;base64,R0lGODlhAQABAAAAACH5BAEKAAEALAAAAAABAAEAAAICTAEAOw==\" data-orig-src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"lazyload img-responsive wp-image-39229\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-3 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"data:image\/gif;base64,R0lGODlhAQABAAAAACH5BAEKAAEALAAAAAABAAEAAAICTAEAOw==\" data-orig-src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"lazyload img-responsive wp-image-39230\"  \/><\/a><\/div><\/div><div class=\"clearfix\"><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-3 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"data:image\/gif;base64,R0lGODlhAQABAAAAACH5BAEKAAEALAAAAAABAAEAAAICTAEAOw==\" data-orig-src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"lazyload img-responsive wp-image-39231\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-3 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"data:image\/gif;base64,R0lGODlhAQABAAAAACH5BAEKAAEALAAAAAABAAEAAAICTAEAOw==\" data-orig-src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"lazyload img-responsive wp-image-39232\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-3 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"data:image\/gif;base64,R0lGODlhAQABAAAAACH5BAEKAAEALAAAAAABAAEAAAICTAEAOw==\" data-orig-src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"lazyload img-responsive wp-image-39233\"  \/><\/a><\/div><\/div><div class=\"clearfix\"><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":39228,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"rs_blank_template":"","rs_page_bg_color":"","slide_template_v7":"","footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[13,17],"tags":[],"class_list":["post-39227","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tulisan-artikel","category-index-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/39227","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=39227"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/39227\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=39227"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=39227"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=39227"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}