{"id":39037,"date":"2021-08-12T16:59:13","date_gmt":"2021-08-12T09:59:13","guid":{"rendered":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=39037"},"modified":"2021-08-12T16:59:13","modified_gmt":"2021-08-12T09:59:13","slug":"air-pamsimas-desa-padende-kab-sigi-mengalir-lagi-setelah-10-tahun-mati-suri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=39037","title":{"rendered":"Air Pamsimas Desa Padende Kab Sigi Mengalir Lagi Setelah 10 Tahun Mati Suri"},"content":{"rendered":"<div class=\"fusion-fullwidth fullwidth-box fusion-builder-row-1 fusion-flex-container nonhundred-percent-fullwidth non-hundred-percent-height-scrolling\" style=\"--awb-border-radius-top-left:0px;--awb-border-radius-top-right:0px;--awb-border-radius-bottom-right:0px;--awb-border-radius-bottom-left:0px;--awb-flex-wrap:wrap;\" ><div class=\"fusion-builder-row fusion-row fusion-flex-align-items-flex-start fusion-flex-content-wrap\" style=\"max-width:calc( 1200px + 0px );margin-left: calc(-0px \/ 2 );margin-right: calc(-0px \/ 2 );\"><div class=\"fusion-layout-column fusion_builder_column fusion-builder-column-0 fusion_builder_column_1_1 1_1 fusion-flex-column\" style=\"--awb-bg-size:cover;--awb-width-large:100%;--awb-margin-top-large:0px;--awb-spacing-right-large:0px;--awb-margin-bottom-large:60px;--awb-spacing-left-large:0px;--awb-width-medium:100%;--awb-spacing-right-medium:0px;--awb-spacing-left-medium:0px;--awb-width-small:100%;--awb-spacing-right-small:0px;--awb-spacing-left-small:0px;\"><div class=\"fusion-column-wrapper fusion-column-has-shadow fusion-flex-justify-content-flex-start fusion-content-layout-column\"><div class=\"fusion-text fusion-text-1\"><p><strong><em><span class=\"fusion-dropcap dropcap dropcap-boxed\" style=\"--awb-border-radius:4px;\">S<\/span>igi, Sulawesi Tengah<\/em><\/strong> <strong><em>\u2013<\/em><\/strong> Desa Padende di Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah, merupakan satu dari 882 desa sasaran program Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) tahun 2008 saat program ini mulai digulirkan.\u00a0 Bagaimana keberfungsian sarana setelah berjalan selama 13 tahun?<\/p>\n<p>Desa Padende dengan luas wilayah 4,38 km<sup>2 <\/sup>dan berpenduduk 1.125 jiwa (tahun 2021), berjarak 1,0 km dari ibu kota kabupaten atau 10 km dari ibu kota Sulawesi Tengah.\u00a0 Desa dapat dicapai dalam waktu setengah jam dari Kota Palu, Ibu Kota Provinsi\u00a0 Sulawesi Tengah.\u00a0 Desa berada pada ketinggian 66 dpl dengan hamparan tanah kering.\u00a0 Kondisi tanah yang kering menyebabkan warga setempat kesulitan mendapatkan akses air untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.<\/p>\n<p>Masuknya Program Pamsimas tahun 2008 telah memberi harapan.\u00a0 Dengan penuh semangat pemerintah desa dan warga menyambut datangnya Program Pamsimas.\u00a0 Untuk mewujudkan sarana air minum diperlukan biaya Rp 275 juta, yang bersumber dari APBN Rp 192,5 juta, APBD Rp 27,5 juta, dan sisanya Rp 55 juta merupakan swadaya masyarakat, terdiri dari uang tunai Rp 11 juta dan material dan tenaga kerja\/kerja bakti senilai Rp 44 juta. Sumber air baku diambil dari desa tetangga, Desa Porame.<\/p>\n<p><em>Alhamdulillah<\/em> awal tahun 2009 sarana selesai dibangun dan mampu mengaliri air ke Desa Padende.\u00a0 Sayangnya sarana tersebut hanya berfungsi 1 tahun, setelahnya sarana mati suri akibat munculnya konflik sosial.\u00a0 Jaringan pipa Pamsimas yang melintas perkampungan padat penduduk di Desa Porame dan Desa Uemanje bocor disana sini akibat olah orang-orang yang tidak bertanggungjawab.\u00a0 Akibatnya aliran air Pamsimas ke Desa Padende terhenti.\u00a0 Muncul konflik sosial, sering terjadi perkelaian antar-kampung karena masalah air.\u00a0 Warga Desa Padende kembali pupus harapan.<\/p>\n<p>Warga dengan dukungan penuh Pemerintah Desa Padende terus berusaha untuk memulihkan sarana yang mati suri.\u00a0 Euforia Dana Desa (DD) tahun 2017, menghidupkan kembali harapan masyarakat.\u00a0 Hasil Musrembang desa tahun 2018 memutuskan memberi prioritaskan pembangunan jaringan air minum.<\/p>\n<p>Gayung bersambut.\u00a0 Tahun 2017 Desa Padende ditetapkan sebagai calon penerima HKP (Hibah Khusus Pamsimas) yang realisasinya dilakukan tahun 2018.\u00a0 Program HKP ditujukan untuk memulihkan keberfungsian sarana Pamsimas.\u00a0 Pemerintah desa Bersama warga mulai menyusun rencana dibantu fasilitator Pamsimas.\u00a0 Kegiatan diawali dengan melakukan survei lokasi mata air dan penentuan jalur pipa.\u00a0 Tidak mau mengulang kesalahan masa lalu, diputuskan menggunakan sumber air baku di Desa Uwemanje.\u00a0 Sumber air ini letaknya lebih jauh (10,86 km) dibanding sumber air sebelumnya di Desa Porame (4,8 km), namun relatif aman karena jalur perpipaan tidak melewati permukiman padat penduduk..<\/p>\n<p>Pemerintah Desa Padende menindaklanjuti hasil survei dengan mengajukan usulan kerjasama antardesa untuk pemanfaatan sumber air baku ke Pemerintah Desa Uwemanje. Usulan kerjasama disambut baik oleh Pemerintah Desa Uwemanje.\u00a0 Melalui musyawarah antardesa yang melibatkan unsur pemerintah dan masyarakat dari ke dua desa, disepakati kompensasi sebesar Rp 2,4 juta per tahun dan Pemerintah Desa Uwemanje menjamin tidak akan ada pembocoran liar dijalur pipa di wilayah Desa Uwemanje, terkecuali atas izin pengurus KPSPAMS.<\/p>\n<p>Setelah dilakukan perhitungan dengan dibantu Fasilitator Pamsimas, rencana pemulihan jaringan Pamsimas membutuhkan anggaran biaya Rp 900 juta.\u00a0 Pemerintah Desa dan BPD sepakat untuk mengalokasikan <em>sharing<\/em> APBDEs melalui Dana Desa dalam Program Pamsimas, berapapun yang dibutuhkan akan dipenuhi asalkan pembangunannya dapat dilaksanakan tahun 2018.<\/p>\n<p>Biaya sebesar itu dicukupi dari APBN HKP Rp 400 juta, APBDes Rp. 453.628.250 (453 juta), dan swadaya masyarakat dalam bentuk tunai Rp 23 juta dan non-tunai \u00a0Rp 92,33 juta berupa material dan upah tenaga kerja.\u00a0 Total anggaran Rp 954,33 juta.<\/p>\n<p>Fase perencanaan telah selesai dilakukan, sumber anggaran juga telah disepakti.\u00a0 Kemudian datanglah gempa bumi dan tsunami yang melanda Kota Palu dan sekitarnya, sehingga pembangunan sarana belum bisa dimulai.\u00a0 Bencana tersebut juga berdampak pada kondisi perekonomian warga Desa Padende.\u00a0 Warga tidak dapat \u00a0bekerja secara swadaya sesuai komitmen pada Pamsimas karena lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.<\/p>\n<p>Pemerintah desa harus memutar otak untuk mencukupi biaya yang bersumber dari swadaya masyarakat, mengingat tidak mungkin lagi melakukan perubahan anggaran.\u00a0 Kemudian datanglah program bantuan tanggap bencana, Program Livelihood melalui kegiatan Padat Karya Tunai.\u00a0 Assesment untuk mendapatkan bantuan dilakukan sekitar Oktober 2018 oleh JMK-Oxfam (Jejaring Mitra Kemanusiaan).<\/p>\n<p>Hasil assesment sebanyak\u00a0 396 KK mendaftar untuk menjadi pekerja program padat karya.\u00a0 Pekerjaan dimulai bulan Desember 2018 dan berlangsung selama 30 hari untuk membersihkan puing-puing gempa dan fasilitas umum.<\/p>\n<p>Sayangnya pekerjaan padat karya tunai tersebut tidak mengarah pada penyelesaian pembangunan \u00a0sarana air minum.\u00a0 Untuk itu pemerintah desa mengundang warga melakukan musyawarah dan dihadiri pihak Pihak Oxfam.\u00a0 Pemdes meminta agar kegiatan padat karya tunai diarahkan untuk menyelesaikan pembangunan sarana air minum.\u00a0 Tidak semua anggota masyarakat terutama para pekerja padat karya \u00a0memiliki pemahaman yang baik terkait dengan kontribusi masyarakat dalam bentuk <em>In<\/em><em>&#8211;<\/em><em>kind<\/em> yang nilainya cukup besar Rp 92,33 juta yang dialokasikan kedalam HOK Pekerja.<\/p>\n<p>Situsai ini menghambat penyelesaikan pembangunan sarana air minum.\u00a0 Pemdes tidak berputus asa dan terus membangun komunikasi dengan pihak Oxfam dengan memberikan penjelasan terkait dengan program Pamsimas yang mengharuskan kontribusi masyarakat dalam bentuk non-tunai (<em>in-kind<\/em>) berupa tenaga kerja\/gotong royong.\u00a0 Akhirnya pihak Oxfam dapat memahami penjelasan Pemdes dengan memberikan penambahan waktu untuk kegiatan Padat Karya Tunai selama 10 hari bagi 100 pekerja yang dialokasikan untuk kegiatan Pamsimas.<\/p>\n<p>Begitu banyak kendala yang dihadapi saat pelaksanaan pekerjaan Pamsimas.\u00a0 Banyak pekerjaan tambahan diluar dari perencanaan yang telah dibuat; misalnya tidak ada akses jalan untuk mengangkut material ke lokasi pembangunan bak intake maupun ke bak Saringan Pasir Lambat (SPL), sehingga harus menggerakan masyarakat untuk membuka jalan dengan peralatan seadanya. \u00a0Tidak ada akses mobil untuk mengangkut pipa ke lokasi jalur pipa yang harus melewati pegunungan.<\/p>\n<p>\u201cLuar biasa perjuangan kami untuk membangun SPAM ini.\u00a0 <em>Alhamduil<\/em><em>l<\/em><em>ah<\/em> pekerjaan penggalian dan penimbunan kembali pipa dapat diselesaikan dalam waktu 10 Hari Kerja dengan memperkerjakan 100 orang yang dibiayai\u00a0 pihak JMK-Oxfam,\u201d tutur Sri Dewi, Sekretaris Desa Padende<\/p>\n<p>Dengan berbagai kendala dan dinamika masyarakat, akhirnya pembangunan sarana air minum dapat diselesaikan selama enam bulan.\u00a0 Sarana berfungsi dengan baik setelah dilakukan uji fungsi bulan Desember 2018.<\/p>\n<p>Untuk menjamin keberlangsungan dan keberlanjutan pengelolaan pelayanan air minum, \u00a0musyawarah desa menyepakati iuran air Rp 15.000 per KK per bulan.<\/p>\n<p>Pemdes juga membangun pagar pengaman bangunan SPL melalui APBDes tahun 2019 sebesar Rp 66,634 juta.\u00a0 \u00a0\u00a0Air limpasan\/buangan\u00a0 SPL didayagunakan mengisi embung desa yang dibangun oleh Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Tenggah dari Dana Tugas Pembantuan APBN Dtjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Tahun Angggaran 2021.<\/p>\n<p>Seperti dituturkan Sri Dewi, embung berjarak 100 m dari bangunan SPL diperuntukkan bagi Kelompok Tani \u2018Padende Lestari\u2019 untuk mendukung usaha pertanian dan peternakan. Pemdes dalam RPJMDes merencanakan pengembangan Agrowisata selama tiga tahun ke depan, dimulai tahun ini, sebagai upaya mengatasi dampak ekonomi akibat pademi Covid-19.\u00a0 Untuk itu sebagian APBDes dikonsentrasikan untuk Padat Karya Tunai Desa (PKTD) di lokasi di sekitar embung.<\/p>\n<p>Paska Program PAMSIMAS, Pemdes bersama-sama dengan KPSPAMS terus melakukan pemeliharaan dan pengembangan sarana.\u00a0 Tahun 2020, Pemdes bersama KPSPAMS menggandeng NGO (Mercy Corps Indonesia\/MCI) mengembangkan jaringan menjangkau wilayah permukiman yang belum terlayani Pamsimas.\u00a0 MCI membantu pengadaan pipa transmisi sepanjang 1.536 meter dan pipa distribusi sepanjang 1.200 meter, sedangkan biaya tenaga kerja untuk penggalian dan penimbunan pipa dari dana sharing APBDes sebesar Rp 71,728 juta.<\/p>\n<p>Lukman Setiawan, Koordinator Pamsimas Kabupaten Sigi (DC) menuturkan, selama tahun anggaran 2018 \u2013 2020 total APBDes yang telah dikucurkan untuk pemulihan sarana air minum Desa Padende mencapai Rp 600 jutaan.<\/p>\n<p>MCI juga memberikan bantuan untuk kegiatan peningkatan kapasitas melalui kegiatan pelatihan yang diikuti oleh 19 orang pengurus KPSPAMS dan 5 orang perangkat desa.\u00a0 Dalam berbagai kegiatan pelatihan juga meibatkan peserta dari desa lain.<\/p>\n<p>\u201cSelama ini kami memang aktif melakukan pertemuan koordinasi dengan beberapa teman-teman NGO di Kabupaten Sigi untuk membahas berbagai isu AMPL,\u201d tambah Lukman.\u00a0 Beberapa kegiatan yang berhasil dilaksanakan dengan difasilitasi NGO diantaranya: Rancangan Regulasi Pengelolaan Fasilitas SPAMS, Pelatihan Kelembagaan KPSPAMS di desa pasca Pamsimas dan desa non-Pamisimas, Deklarasi ODF, dan Workshop RAD-AMPL 2020-2024.<\/p>\n<p>Pengurus KPSPAMS \u2018Bunti Ede\u2019 Desa Padende\u00a0 yang beranggotakan 19 orang, saat ini mengelola 225 sambungan rumah (SR) dari \u00a0285 rumah tangga yang ada.\u00a0 Sebanyak \u00a055 rumah tangga masih menggunakan pompa sendiri dan \u00a05 rumah tangga memanfaatkan hidran umum (HU) atau numpang tetangga.<\/p>\n<p>Efianto, Ketua KPSPAMS \u2018Bunti Ede,\u2019 menambahkan, dari 225 SR yang ada, 145 SR suplai air lancar dan 80 SR kurang lancar akibat pembocoran liar.\u00a0 Untuk sementara mereka mengambil air di HU atau numpang tetangga.<\/p>\n<p>Dewi berharap agar KPSPAMS bertanggung jawab dalam mengelola aset dan merawat sarana sehingga memberikan manfaat secara terus menerus kepada masyarakat.\u00a0 Dewi meminta pihak KPSPAMS berkoordinasi dengan Pemdes bila ada kendala\/masalah dalam pengelolaan sarana.\u00a0 Pengelolaan uang iuran dan manajemen keuangan agar dilakukan secara baik dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.\u00a0 \u201cKe depannya Pemdes akan mengupayakan meteran air untuk melengkapi SR sehingga lebih menjamin keberlanjutan pelayanan air minum; hal tersebut sudah diputuskan dalam Musdes,\u201d tambah Dewi.<\/p>\n<p>Masyarakat Desa Padende kini dapat tersenyum kembali.\u00a0 Air Pamsimas yang mati suri selama 10 tahun, kini telah mengalirkan air kembali ke permukiman warga.\u00a0 Semua ini bisa terjadi berkat kekompakan warga dan kepedulian Pemdes dalam memenuhi kebutuhan dasar air minum bagi warganya (<em>Endang Sri Rejeki-NMC\/ Hartono Karyatin-Media Sp PAMSIMAS<\/em>).<\/p>\n<\/div><div class=\"fusion-separator\" style=\"align-self: center;margin-left: auto;margin-right: auto;margin-top:30px;margin-bottom:60px;width:100%;max-width:150px;\"><div class=\"fusion-separator-border sep-single sep-solid\" style=\"--awb-height:20px;--awb-amount:20px;--awb-sep-color:#55a098;border-color:#55a098;border-top-width:3px;\"><\/div><\/div><div class=\"awb-gallery-wrapper awb-gallery-wrapper-1 button-span-no\"><div style=\"margin:-5px;--awb-bordersize:0px;\" class=\"fusion-gallery fusion-gallery-container fusion-grid-4 fusion-columns-total-12 fusion-gallery-layout-grid fusion-gallery-1\"><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-39038 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-39039 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-39040 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-39041 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div class=\"clearfix\"><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-39042 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-39043 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-39044 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-39045 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div class=\"clearfix\"><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-39046 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-39047 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-39048 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-39049 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div class=\"clearfix\"><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":39038,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"rs_blank_template":"","rs_page_bg_color":"","slide_template_v7":"","footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[13,17],"tags":[],"class_list":["post-39037","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tulisan-artikel","category-index-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/39037","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=39037"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/39037\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=39037"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=39037"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=39037"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}