{"id":38828,"date":"2021-07-23T08:21:18","date_gmt":"2021-07-23T01:21:18","guid":{"rendered":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=38828"},"modified":"2021-07-23T08:21:18","modified_gmt":"2021-07-23T01:21:18","slug":"pamsimas-bantu-wujudkan-permukiman-masyarakat-adat-sialing-di-kab-tabalong","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=38828","title":{"rendered":"Pamsimas Bantu Wujudkan Permukiman Masyarakat Adat Sialing di Tabalong"},"content":{"rendered":"<div class=\"fusion-fullwidth fullwidth-box fusion-builder-row-1 fusion-flex-container nonhundred-percent-fullwidth non-hundred-percent-height-scrolling\" style=\"--awb-border-radius-top-left:0px;--awb-border-radius-top-right:0px;--awb-border-radius-bottom-right:0px;--awb-border-radius-bottom-left:0px;--awb-flex-wrap:wrap;\" ><div class=\"fusion-builder-row fusion-row fusion-flex-align-items-flex-start fusion-flex-content-wrap\" style=\"max-width:calc( 1200px + 0px );margin-left: calc(-0px \/ 2 );margin-right: calc(-0px \/ 2 );\"><div class=\"fusion-layout-column fusion_builder_column fusion-builder-column-0 fusion_builder_column_1_1 1_1 fusion-flex-column\" style=\"--awb-bg-size:cover;--awb-width-large:100%;--awb-margin-top-large:0px;--awb-spacing-right-large:0px;--awb-margin-bottom-large:60px;--awb-spacing-left-large:0px;--awb-width-medium:100%;--awb-spacing-right-medium:0px;--awb-spacing-left-medium:0px;--awb-width-small:100%;--awb-spacing-right-small:0px;--awb-spacing-left-small:0px;\"><div class=\"fusion-column-wrapper fusion-column-has-shadow fusion-flex-justify-content-flex-start fusion-content-layout-column\"><div class=\"fusion-text fusion-text-1\"><p><strong><em><span class=\"fusion-dropcap dropcap dropcap-boxed\" style=\"--awb-border-radius:4px;\">T<\/span>abalong, Kalimantan Selatan<\/em><\/strong> \u2013 Di Desa Nawin Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan, bermukim Masyarakat\u00a0 Adat Dusun Sialing.\u00a0 Masyarakat Adat Sialing hidup secara berpindah-pindah (nomaden) dari satu satu ladang ke ladang, dan dari satu kebun ke kebun lainnya. Tidak ada fasilitas pemukiman bagi Masyarakat Adat Sialing, sehingga tidak dijumpai sarana air bersih maupun sarana sanitasi serta jaringan listrik.\u00a0 \u00a0Hingga pada akhirnya datanglah bantuan dari Dinas Sosial untuk mewujudkan fasilitas permukiman bagi masyarakat Adat Sialing, sehingga masyarakat mulai hidup menetap dan berkelompok.\u00a0 Fasilitas permukiman tersebut terus bertambah dengan pembangunan infrastruktur permukiman dan jaringan listrik.\u00a0 Fasilitas permukiman tersebut semakin lengkap dengan masuknya program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).<\/p>\n<p>Masuknya program Pamsimas disambut Masyarakat Adat Sialing. \u00a0Berawal dari pertemuan Tim Fasilitator program Pamsimas dengan Aparat Desa Nawin yang menjelaskan maksud dan tujuan dari program Pamsimas.\u00a0 Pihak desa menyambut program tersebut dan segera ditindaklanjuti dengan mempertemukan Tim Fasilitator Pamsimas dengan kepala adat\/Tetua Masyarakat. Dibutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk menjelaskan maksud, tujuan, dan persyaratan mengikutu program Pamsimas.\u00a0 Uniknya program Pamsimas langsung diterima Masyarakat Adat Dusun Sialing.\u00a0 Rupanya strategi mempertemukan lebih dulu Tim Fasilitator dengan Tetua Masyarakat menjadi pintu pembuka diterimanya program tersebut oleh masyarakat.\u00a0 Bagi Masyarakat Adat Dusun Sialing apa saja yang dipilih tetua di mata masyarakat adalah pilihan yang tepat dan terbaik untuk masyarakat.<\/p>\n<p>Fasilitator program Pamsimas mulai mendampingi masyarakat, diawali dengan pelaksanaan identifikasi masalah dan analisa situasi (IMAS), perencanaan, pembentukan kelembagaan Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) dan Satlak yang akan mengelola program di desa, hingga pembentukan Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KPSPAMS) yang akan mengelola sarana terbangun, serta kegiatan pelatihan.<\/p>\n<p>Singkat cerita pengumpulan iuran in-cash (uang tunai) dan in-kind (material lokal dan tenaga kerja), perlahan mulai terkumpul, yang kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) perdesaan.\u00a0 Kegiatan diawali dengan membersihkan jalur yang akan dilalui pipa distribusi, penggalian tanah pipa distribusi, membersihkan area tangkapan mata air, pembangunan tower, \u00a0dan bak penampung.<\/p>\n<p>Pembangunan konstruksi sarana air minum bagi Masyarakat Adat Sialing tersebut dilakukan tahun 2017.\u00a0 SPAM perdesaan yang dibangun melalui program Pamsimas terdiri dari bangunan Penagkap Mata Air (PMA), menara air (tower), bak penampungan, dan jaringan pipa distribusi hingga ke permukiman warga, dengan memanfaatkan sumber mata air yang berada di sekitar desa.<\/p>\n<p>Semua pelaksanaan kegiatan dan pembangunan sarana air minum dilakukan oleh masyarakat. \u00a0Ada dua orang tetua adat\/Pengurus Masyarakat Hukum Adat (MHA) yang berperan sebagai Wakil Penghulu Adat dan Penasehat Suku Sialing, yang terlibat aktif selama pelaksanaan kegiatan.\u00a0 Perwakilan masyarakat Adat Sialing juga duduk dalam kepengurusan KPSPAMS sebagai unit teknis SAM (sarana air minum) maupun SAN (sarana sanitasi).<\/p>\n<p>SPAM yang terbangun kemudian dikelola oleh masyarakat melalui kelembagaan KPSPAMS.\u00a0 Hingga saat ini KPSPAMS mengelola sambungan rumah sebanyak 57 unit yang melayani kebutuhan air bagi sekitar 57 Kepala Keluarga (KK).\u00a0 Perusahaan tambang PT Adaro turut memberikan bantuan melalui penyaluran dana CSR (<em>Corporate Social Responsibility<\/em>) dengan membangun rumah dan filter air sehingga air yang dihasilkan lebih layak dikonsumsi serta membangun sanitasi (septitank komunal).\u00a0 PT Adaro juga membangun PDTA Siring Embung mata air, depo air minum isi ulang\/pengolahan air galon, dan menyediakan mesin pompa.<\/p>\n<p>Pada tahun 2020 dilakukan pengembangan SPAM perdesaan melalui glontoran dana APBDes senilai Rp 80 juta untuk perluasan jaringan perpipaan dan penambahan sambungan rumah \u00a0sehingga menjangkau RT\/Dusun yang belum terlayani.\u00a0 Pemerintah desa juga membantu membangunkan 1 unit tandon air kapasitas 5.500 liter dan 1 unit pasangan KWH\/listrik di rumah Posyandu.<\/p>\n<p>Kini Masyarakat Suku Adat Sialing tidak perlu lagi berpindah-pidah dari satu ladang ke ladang lain ataupun dari satu kebun ke kebun lainnya.\u00a0 Tentu saja stimulan program Pamsimas dengan berbagai kolaborasi pendanaan lain yang melibatkan pemerintah daerah\/Dinas Sosial, pemerintah desa, dan pihak swasta, telah membuat permukiman yang ditempati Suku Sialing semakin nyaman dengan berbagai fasilitas yang ada. <em>(Dallas Nebulawei-FS Kab. Tabalong\/ Hartono Karyatin-Media Sp PAMSIMAS).<\/em><\/p>\n<\/div><div class=\"fusion-separator\" style=\"align-self: center;margin-left: auto;margin-right: auto;margin-top:30px;margin-bottom:60px;width:100%;max-width:150px;\"><div class=\"fusion-separator-border sep-single sep-solid\" style=\"--awb-height:20px;--awb-amount:20px;--awb-sep-color:#55a098;border-color:#55a098;border-top-width:3px;\"><\/div><\/div><div class=\"awb-gallery-wrapper awb-gallery-wrapper-1 button-span-no\"><div style=\"margin:-5px;--awb-bordersize:0px;\" class=\"fusion-gallery fusion-gallery-container fusion-grid-3 fusion-columns-total-6 fusion-gallery-layout-grid fusion-gallery-1\"><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-3 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-38834 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-3 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-38829 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-3 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-38830 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div class=\"clearfix\"><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-3 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-38831 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-3 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-38832 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-3 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-38833 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div class=\"clearfix\"><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":38834,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"rs_blank_template":"","rs_page_bg_color":"","slide_template_v7":"","footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[13,17],"tags":[],"class_list":["post-38828","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tulisan-artikel","category-index-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38828","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=38828"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38828\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=38828"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=38828"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=38828"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}