{"id":38814,"date":"2021-07-21T13:03:53","date_gmt":"2021-07-21T06:03:53","guid":{"rendered":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=38814"},"modified":"2021-07-21T13:03:53","modified_gmt":"2021-07-21T06:03:53","slug":"kiprah-perempuan-dari-desa-putat-kabupaten-cirebon-dalam-program-pamsimas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=38814","title":{"rendered":"Kiprah Perempuan dari Desa Putat Kabupaten Cirebon dalam Program Pamsimas"},"content":{"rendered":"<div class=\"fusion-fullwidth fullwidth-box fusion-builder-row-1 fusion-flex-container nonhundred-percent-fullwidth non-hundred-percent-height-scrolling\" style=\"--awb-border-radius-top-left:0px;--awb-border-radius-top-right:0px;--awb-border-radius-bottom-right:0px;--awb-border-radius-bottom-left:0px;--awb-flex-wrap:wrap;\" ><div class=\"fusion-builder-row fusion-row fusion-flex-align-items-flex-start fusion-flex-content-wrap\" style=\"max-width:calc( 1200px + 0px );margin-left: calc(-0px \/ 2 );margin-right: calc(-0px \/ 2 );\"><div class=\"fusion-layout-column fusion_builder_column fusion-builder-column-0 fusion_builder_column_1_1 1_1 fusion-flex-column\" style=\"--awb-bg-size:cover;--awb-width-large:100%;--awb-margin-top-large:0px;--awb-spacing-right-large:0px;--awb-margin-bottom-large:60px;--awb-spacing-left-large:0px;--awb-width-medium:100%;--awb-spacing-right-medium:0px;--awb-spacing-left-medium:0px;--awb-width-small:100%;--awb-spacing-right-small:0px;--awb-spacing-left-small:0px;\"><div class=\"fusion-column-wrapper fusion-column-has-shadow fusion-flex-justify-content-flex-start fusion-content-layout-column\"><div class=\"fusion-text fusion-text-1\"><p><strong><em><span class=\"fusion-dropcap dropcap dropcap-boxed\" style=\"--awb-border-radius:4px;\">C<\/span>irebon, Jawa Barat<\/em><\/strong> &#8211; Yuyun Yuningsih merupakan salah satu pengurus KPSPAMS \u2018Banjar Wijaya\u2019 Desa Putat Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat.\u00a0 Perempuan kelahiran Cirebon, 8 juli 1981, tinggal di Dusun III Rt 003 RW 003 Desa Putat.\u00a0 Ibu rumah tangga ini aktif di berbagai kegiatan di desa\/wilayah termasuk menjadi kader Posyandu dan Kader PKK.<\/p>\n<p>Walaupun pendidikan terakhirnya hanya sampai sekolah Paket C, tapi dengan ketekunan dan keaktifan di berbagai kegiatan lingkungan termasuk sering mengikuti pelatihan-pelatihan yang\u00a0 diadakan di desa, kecamatan, dan bahkan di kabupaten, sehingga mampu menyerap pengetahuan tentang sosial maupun lingkungan. \u00a0Istri dari E Robi Purnama ini, tidak pernah mengeluh walaupun dengan aktif dan mengikuti kegiatan serta harus menguras tenaga, pikiran, dan waktu tanpa memperoleh imbalan ataupun penghasilan. Dengan keikhlasan dan kesabaran, ia termotivasi untuk mendapatkan ilmu atau pengetahuan yang sebanyak-banyaknya.<\/p>\n<p>Pada tahun 2018 Desa Putat mendapatkan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).\u00a0 Program Pamsimas mensyaratkan keterlibatan kaum perempuan mulai dari perencanaan, pelaksanaan maupun pengelolaan sarana terbangun.\u00a0 Karena keaktifan dan keramahan dalam bersosialisasi, Yuyun Yuningsih dipercaya dan ditunjuk oleh masyarakat menjadi Sekretaris KPSPAMS \u2018Banjar Wijaya\u2019 Desa Putat.\u00a0 KPSPAMS atau Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi merupakan lembaga yang dibentuk masyarakat secara demokratis untuk mengelola sarana air minum yang dibangun melalui program Pamsimas.\u00a0 Dari awal perencanaan, pelaksanaan \u00a0hingga pengelolaan sarana, Yuyun selalu hadir dan aktif dalam semua kegiatan.\u00a0 Yuyun aktif berkegiatan saat sosialisasi desa (Sosdes), IMAS, penyusunan RKM dan di setiap pelatihan.\u00a0 Ia mampu menyerap semua pengetahuan tentang air minun dan \u00a0sanitasi serta pengetahuan administrasi, walau tidak instan dan membutuhkan proses dan waktu untuk memahaminya.<\/p>\n<p>Sebelum Pamsimas masuk ke Desa Putat, warga desa mengalami kesulitan\/kekurangan air terlebih di saat kemarau datang.\u00a0 Masyarakat harus berjalan cukup jauh untuk mendapatkan air, itupun harus rela mengantri.\u00a0 Kondisi itulah yang mendorong dan memotivasi seorang Yuyun untuk selalu aktif dalam pelayanan air bersih melalui program Pamsimas\/KPSPAMS, agar masyarakat di desanya terlayani dengan baik kebutuhan air bersihnya.<\/p>\n<p>Sudah dua tahun lebih Yuyun menjadi orang nomor dua di KPSPAMS \u2018Banjar Wijaya\u2019 Desa Putat. Walaupun honor sebagai pengurus KPSPAMS tidak seberapa, ia masih bertahan karena termotivasi untuk selalu melayani masyarakat dalam memenuhi air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.<\/p>\n<p>Saat ini KPSPAMS \u2018Banjar Wijaya\u2019 mengelola 413 sambungan rumah (SR) dengan jumlah pemanfaat 594 KK atau 1.933 jiwa. \u00a0Jumlah pemanfaat sebanyak itu dilayani dengan satu sistem penyediaan air minum (SPAM) yang dibangun dari berbagai sumber dana dan program, diantaranya Program ABT (2017), Pamsimas (2018), dan Program Hibah Air Minum Perdesaan (HAMP) APBD tahun 2020. \u00a0Program ABT membangun sumur bor (dalam) yang dilakukan pihak ketiga tanpa melibatkan masyarakat.\u00a0 Melalui Pamsimas dibangun menara air dengan kapasitas 32 M<sup>3<\/sup> dan jaringan perpipaan\u00a0 sepanjang 3.000 M, serta membangun jamban dan sarana cuci tangan di sekolah.\u00a0 Dalam pelaksanaan program Pamsimas, masyarakat terlibat secara aktif mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pengelolaan sarana terbangun.<\/p>\n<p>Jumlah pemanfaat sebanyak itu (413 SR) dicapai melalui sebuah proses.\u00a0 Pada awalnya KPSPAMS mengalami kesulitan dan kendala, salah satunya terkait pemahaman masyarakat tentang mangkraknya sejumlah sarana terbebangun seiring berakhirnya proyek sehingga sarana tidak lagi memberikan manfaat bagi masyarakat.\u00a0 Hal ini menjadi tantangan bagi pengurus KPSPAMS untuk membuktikan sarana terbangun Pamsimas akan lebih baik dan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat.\u00a0 Untuk itu, Yuyun yang sering mengikuti pengajian ataupun kegiatan-kegiatan Posyandu dan kegiatan ibu-ibu PKK rajin mensosialisasikan kepada masyarakat tentang program dan sistem yang dibangun Pamsimas serta pengelolaan sarana oleh KPSPAMS.<\/p>\n<p>Akhirnya dengan kesabaran, kegigihan dan keinginan yang kuat untuk merubah paradigma masyarakat bahwa program Pamsimas beda, Yuyun bersama KPSPAMS berhasil menarik minat masyarakat untuk ikut berpastisipasi baik dalam perencanaan, pelaksanaan maupun pengelolaannya, termasuk menarik minat untuk membayar iuran setiap bulan dan mengajukan sambungan rumah.<\/p>\n<p>Ada kebanggaan tersendiri yang dialami Yuyun sebagai bagian dari KPSPAMS, salah satunya\u00a0 warga masyarakat Dusun III Desa Putat yang tidak perlu lagi jauh-jauh mengambil air dan mengantri untuk mendapatkan air bersih.\u00a0 Kini, air bersih sudah sampai ke rumah warga, tinggal putar kran saja.\u00a0 Dengan menjadi bagian dari KPSPAMS setidaknya membantu kebutuhan masyarakat terutama air bersih sehingga terlayani dengan baik. \u00a0Selain itu pengetahuan terhadap ilmu administrasi yang diberikan Fasilitator Pamsimas pendamping desa setidaknya dapat membantu pengelolaan administrasi KPSPAMS yang dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada KPSPAMS maupun dirinya.<\/p>\n<p>Tidak semua orang dapat menerima keberadaan KPSPAMS dengan baik, ada juga anggota masyarakat yang curiga terkait pengelolaan keuangan oleh KPSPAMS.\u00a0 Tidak sedikit anggota masyarakat yang beranggapan sebagian iuran dinikmati para pengurus KPSPAMS.\u00a0 Tentu saja hal tersebut ditepis Yuyun dan pengurus KPSPAMS lainnya melalui laporan pertanggungjawaban keuangan yang dilengkapi dukungan administrasi pembukuan yang rapi.<\/p>\n<p>Tantangan yang dihadapi Yuyun dan KPSPAMS saat ini adalah bagaimana mewujudkan seluruh masyarakat Desa Putat terlayani air minum?\u00a0 Sampai saat masyarakat Desa Putat yang terlayani air secara baik baru 70%, masih ada 30% warga desa yang belum mendapatkan akses air dengan baik.\u00a0 Untuk itu Yuyun bersama pengurus KPSPAMS selalu berkoordinasi dengan Fasilitator, pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten mencari mencari peluang mendapatkan program air bersih untuk mencapai akses air minum 100%.<\/p>\n<p>Yuyun dan teman-teman KPSPAMS berkeyakinan keinginan tersebut dapat direalisasikan mengingat begitu besarnya maanfaat Pamsimas bagi masyarakat, salah satunya adalah efisiensi waktu, tenaga maupun materi, sehingga dapat melakukan kegiatan lainnya yang lebih produktif.\u00a0 Masyarakat tidak perlu bangun pagi-pagi hanya untuk mencari air, atau tidak perlu menghentikan pekerjaan karena harus mencari air.\u00a0 Masyarakat dapat menggunakan waktunya untuk beristirahat di malam hari tanpa harus memikirkan air, atau tidak perlu mengeluarkan uang tambahan untuk membeli air.\u00a0 Sebelum Pamsimas hadir di desa, warga desa harus rela merogoh kocek sebesar Rp 1.500 \u00a0untuk mendapatkan dua derigen air (sekitar 40 L).\u00a0 Kini, warga desa cukup mengeluarkan\/membayar air Pamsimas Rp. 2.500 untuk mendapatkan 1.000 L air atau 1 M<sup>3<\/sup>. (<em>Dedi Nuryadi, <\/em><em>Yudi Permana, dan <\/em><em>Maryana-Tim Pamsimas Cirebon\/Hartono Karyatin-Media Sp PAMSIMAS<\/em>).<\/p>\n<\/div><div class=\"fusion-separator\" style=\"align-self: center;margin-left: auto;margin-right: auto;margin-top:30px;margin-bottom:60px;width:100%;max-width:150px;\"><div class=\"fusion-separator-border sep-single sep-solid\" style=\"--awb-height:20px;--awb-amount:20px;--awb-sep-color:#55a098;border-color:#55a098;border-top-width:3px;\"><\/div><\/div><div class=\"awb-gallery-wrapper awb-gallery-wrapper-1 button-span-no\"><div style=\"margin:-5px;--awb-bordersize:0px;\" class=\"fusion-gallery fusion-gallery-container fusion-grid-5 fusion-columns-total-5 fusion-gallery-layout-grid fusion-gallery-1\"><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-5 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-38816 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-5 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-38817 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-5 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-38818 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-5 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-38819 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-5 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-38815 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div class=\"clearfix\"><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":38816,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"rs_blank_template":"","rs_page_bg_color":"","slide_template_v7":"","footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[13,17],"tags":[],"class_list":["post-38814","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tulisan-artikel","category-index-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38814","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=38814"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38814\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=38814"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=38814"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=38814"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}