{"id":37850,"date":"2021-03-29T11:20:15","date_gmt":"2021-03-29T04:20:15","guid":{"rendered":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=37850"},"modified":"2021-03-29T11:20:15","modified_gmt":"2021-03-29T04:20:15","slug":"keterlibatan-emak-emak-dalam-pembangunan-spam-di-desa-cintanagara-ciamis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=37850","title":{"rendered":"Keterlibatan Emak-Emak dalam Pembangunan SPAM di Desa Cintanagara Ciamis"},"content":{"rendered":"<div class=\"fusion-fullwidth fullwidth-box fusion-builder-row-1 fusion-flex-container nonhundred-percent-fullwidth non-hundred-percent-height-scrolling\" style=\"--awb-border-radius-top-left:0px;--awb-border-radius-top-right:0px;--awb-border-radius-bottom-right:0px;--awb-border-radius-bottom-left:0px;--awb-flex-wrap:wrap;\" ><div class=\"fusion-builder-row fusion-row fusion-flex-align-items-flex-start fusion-flex-content-wrap\" style=\"max-width:calc( 1200px + 0px );margin-left: calc(-0px \/ 2 );margin-right: calc(-0px \/ 2 );\"><div class=\"fusion-layout-column fusion_builder_column fusion-builder-column-0 fusion_builder_column_1_1 1_1 fusion-flex-column\" style=\"--awb-bg-size:cover;--awb-width-large:100%;--awb-margin-top-large:0px;--awb-spacing-right-large:0px;--awb-margin-bottom-large:60px;--awb-spacing-left-large:0px;--awb-width-medium:100%;--awb-spacing-right-medium:0px;--awb-spacing-left-medium:0px;--awb-width-small:100%;--awb-spacing-right-small:0px;--awb-spacing-left-small:0px;\"><div class=\"fusion-column-wrapper fusion-column-has-shadow fusion-flex-justify-content-flex-start fusion-content-layout-column\"><div class=\"fusion-text fusion-text-1\"><p><strong><em><span class=\"fusion-dropcap dropcap dropcap-boxed\" style=\"--awb-border-radius:4px;\">C<\/span>iamis, Jawa Barat<\/em><\/strong> &#8211; Minimnya air bersih dan sanitasi di Desa Cintanagara Kecamatan Jatinagara Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat menjadi suatu masalah yang perlu segera dipecahkan. \u00a0Kaum perempuan menjadi kelompok yang paling berkepentingan dalam hal air bersih dan sanitasi, sebab mereka paling dekat dengan dua urusan tersebut baik sebagai pengguna maupun penerima manfaat.<\/p>\n<p>Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) yang diinisiasi pemerintah pusat sejak tahun 2008, menjadi salah satu solusi.\u00a0 \u00a0Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses layanan air minum dan sanitasi bagi masyarakat di wilayah perdesaan dan pinggiran kota secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>Salah satu pendekatan dalam pelaksanaan program Pamsimas yaitu berbasis masyarakat, yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dan penanggung jawab kegiatan.\u00a0 Dibutuhkan partisipasi seluruh lapisan masyarakat dari berbagai strata sosial, baik kelompok kaya, menengah, maupun miskin, termasuk melibatkan kelompok laki-laki dan perempuan secara aktif pada seluruh tahapan kegiatan Pamsimas.<\/p>\n<p>Menyadari betapa pentingnya kebutuhan akan adanya air bersih dimana kelompok perempuan yang paling banyak memanfaatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari\/rumah tangga.\u00a0 Dalam kondisi bagaimanapun kaum perempuan tetap berjuang untuk mendapatkan air.\u00a0 Kondisi ini memposisikan perempuan menjadi pihak yang paling menyadari dampak buruk kuantitas dan kualitas air untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.\u00a0\u00a0 Untuk itu diperlukan pelibatan kelompok perempuan secara aktif dalam urusan air, dan ini menjadi salah satu kunci keberhasilan program.\u00a0 Atas dasar itulah, perempuan di Desa Cintanagara mengambil peran aktif dan terlibat dalam seluruh tahapan kegiatan\/program Pamsimas.\u00a0\u00a0 Demi terwujudnya dan berjalannya program Pamsimas, perempuan tidak mau tinggal diam untuk tetap berpartisipasi dalam seluruh tahapan kegiatan.\u00a0<\/p>\n<p>Perempuan pada program Pamsimas ditempatkan sama seperti masyarakat lainnya serta memiliki\u00a0 kesempatan yang sama untuk terlibat dalam pelaksanaan kegiatan. \u00a0Program Pamsimas memberdayakan kaum perempuan sehingga tetap bisa berkarya dan beraktivitas, termasuk berpartisipasi menyumbangkan pikiran dengan ide dan gagasan serta tenaga dalam pelaksanaan program.\u00a0 Semua itu telah ditunjukkan kaum perempuan di Desa Cintanagara dalam pelaksanaan program Pamsimas tahun 2020 lalu.<\/p>\n<p><em>Alhamdulillah<\/em> \u2026\u2026.. Desa Cintanagara bisa mendapatakan program Pamsimas. \u00a0Untuk mendukung kesinambungan program dan keberlanjutan pelayanan air minum, Sanitarian bersama Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM), Satlak dan Kader Kesehatan \u00a0di desa terus melakukan monitoring dan evaluasi terkait dengan kebiasaan masyarakat dalam Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS).\u00a0<\/p>\n<p>Endang Herdiana selaku Koordinator KKM \u2018Cikendi Jaya\u2019 Desa Cintanagara mengatakan, jauh sebelum adanya program Pamsimas, untuk mendapatkan air bersih masyarakat harus mengambilnya dari sumber mata air yang jaraknya sangat jauh, itupun debit airnya kecil dengan\u00a0 sumber air \u00a0tidak terlindungi, sehingga ketika musim hujan airnya keruh.\u00a0 Untuk mendapatkan air tersebut warga masyarakat harus melewati jalan terjal dan mendaki mengingat Desa Cintanagara berada pada daerah ketinggian. \u00a0Bersyukurlah program Pamsimas dapat diselesaikan dan sarana sudah dapat dimanfaatkan sehingga warga masyarakat tidak perlu lagi mengambil air yang jauh.\u00a0<\/p>\n<p>Abdul Dayat, Ketua Satlak Desa Cintanagara menjelaskan, pada pelaksanaan pembangunan program Pamsimas, antusias masyarakat dalam berpartisipasi sangat tinggi; dimulai dari persiapan, perencanaan hingga dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan.\u00a0 Laki-laki dan kaum perempuan ikut terlibat dalam pelaksanaan pembangunan sejumlah sarana air minum.\u00a0 Sejumlah kaum perempuan terlihat ikut berjajar dan berbaris diantara kaum laki-laki membawa adukan material secara estafeta dalam pembangunan bak penampung air. \u00a0\u00a0Berkat kompak dan <em>guyup<\/em>-nya warga masyarakat ini\u00a0 pembangunan program Pamsimas dapat diselesaikan tepat waktu dan tepat sasaran.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>Koordinator KKM \u2018Cikendi Jaya\u2019 menjelaskan secara rinci sarana yang dibangun, terdiri dari sumur bor, bangunan bak penampung air,\u00a0 rumah panel, jamban dan Sarana Cuci Tangan (SCT) di sekolah dan SCT di tempat umum, dan jaringan perpipaan PVC.\u00a0 Selain kegiatan fisik, juga dilakukan kegiatan non-fisik berupa pelatihan pra-pasca konstruksi, kegiatan PHBS di masyarakat dan di sekolah.\u00a0 Pembangunan fisik dan non-fisik tersebut didanai dari BLM-APBN sebesar Rp 252 juta, APBDes\u00a0 sebesar Rp. 36 juta, dan Rp 72 juta merupakan swadaya masyarakat berbentuk uang tunai dan tenaga kerja\/gotong royong.<\/p>\n<p>Untuk pengelolaan sarana demi keberlanjutan dan keberlangsungan pelayanan air minum di Desa Cintanagara, masyarakat membentuk Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi \u2013 KPSPAMS \u2018Cikendi Jaya.\u2019 \u00a0Saat dilakukan uji-fungsi sudah ada sambungan rumah (SR) sebanyak 60 unit sesuai \u00a0target dalam RKM (Rencana Kerja Masyarakat).\u00a0 Saat ini KPSPAMS mengelola 85 SR untuk \u00a0melayani 99 Kepala Keluarga (KK), dan masih ada sejumlah warga yang telah mendaftar menunggu giliran tersambung SR.\u00a0<\/p>\n<p>Kini masyarakat Desa Cintanagara sudah dapat tersenyum lega, air yang dirindukan telah mengalir ke rumah-rumah warga melalui sejumlah sambungan rumah sehingga warga tidak perlu lagi bersusah-payah mendapatkan air untuk mencukui kebutuhan sehari-hari. (<em>Arinda Rahmawati<\/em><em>&#8211;<\/em><em>FM CD Ciamis<\/em><\nem>\/Hartono Karyatin-Media Sp PAMSIMAS<\/em>).<\/p>\n<\/div><div class=\"fusion-separator\" style=\"align-self: center;margin-left: auto;margin-right: auto;margin-top:30px;margin-bottom:60px;width:100%;max-width:150px;\"><div class=\"fusion-separator-border sep-single sep-solid\" style=\"--awb-height:20px;--awb-amount:20px;--awb-sep-color:#55a098;border-color:#55a098;border-top-width:3px;\"><\/div><\/div><div class=\"awb-gallery-wrapper awb-gallery-wrapper-1 button-span-no\"><div style=\"margin:-5px;--awb-bordersize:0px;\" class=\"fusion-gallery fusion-gallery-container fusion-grid-4 fusion-columns-total-4 fusion-gallery-layout-grid fusion-gallery-1\"><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-37851 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-37852 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-37853 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-37854 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div class=\"clearfix\"><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":37851,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"rs_blank_template":"","rs_page_bg_color":"","slide_template_v7":"","footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[15,17],"tags":[],"class_list":["post-37850","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tulisan-berita","category-index-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/37850","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=37850"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/37850\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=37850"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=37850"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=37850"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}