{"id":37695,"date":"2021-03-19T15:39:32","date_gmt":"2021-03-19T08:39:32","guid":{"rendered":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=37695"},"modified":"2021-03-19T15:39:32","modified_gmt":"2021-03-19T08:39:32","slug":"bekerja-tanpa-mengurangi-tanggungjawab-sebagai-seorang-ibu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=37695","title":{"rendered":"Bekerja Tanpa Mengurangi Tanggungjawab Sebagai Seorang Ibu"},"content":{"rendered":"<div class=\"fusion-fullwidth fullwidth-box fusion-builder-row-1 fusion-flex-container nonhundred-percent-fullwidth non-hundred-percent-height-scrolling\" style=\"--awb-border-radius-top-left:0px;--awb-border-radius-top-right:0px;--awb-border-radius-bottom-right:0px;--awb-border-radius-bottom-left:0px;--awb-flex-wrap:wrap;\" ><div class=\"fusion-builder-row fusion-row fusion-flex-align-items-flex-start fusion-flex-content-wrap\" style=\"max-width:calc( 1200px + 0px );margin-left: calc(-0px \/ 2 );margin-right: calc(-0px \/ 2 );\"><div class=\"fusion-layout-column fusion_builder_column fusion-builder-column-0 fusion_builder_column_1_1 1_1 fusion-flex-column\" style=\"--awb-bg-size:cover;--awb-width-large:100%;--awb-margin-top-large:0px;--awb-spacing-right-large:0px;--awb-margin-bottom-large:60px;--awb-spacing-left-large:0px;--awb-width-medium:100%;--awb-spacing-right-medium:0px;--awb-spacing-left-medium:0px;--awb-width-small:100%;--awb-spacing-right-small:0px;--awb-spacing-left-small:0px;\"><div class=\"fusion-column-wrapper fusion-column-has-shadow fusion-flex-justify-content-flex-start fusion-content-layout-column\"><div class=\"fusion-text fusion-text-1\"><p><strong><em><span class=\"fusion-dropcap dropcap dropcap-boxed\" style=\"--awb-border-radius:4px;\">P<\/span>urwakarta, Jawa Barat<\/em><\/strong> &#8211; Babakancikao adalah nama kecamatan di Kabupaten Purwakarta yang berbatasan dengan Kabupaten Karawang. \u00a0Di sekitar Babakancikao terdapat pabrik-pabrik besar dimana sebagian besar warga setempat bekerja pabrik\/industry tersebut.\u00a0 Penduduknya pun heterogen karena banyak pendatang\u00a0 yang berasal dari luar Kabupaten Purwakarta yang bekerja dan bermukim disana.<\/p>\n<p>Akses air minum dan sanitasi Kecamatan Babakancikao tergolong masih rendah. Hal tersebut terjadi karena tidak adanya sumber mata air di sekitar desa-desa Babakancikao, \u00a0juga beberapa desa di kecamatan ini tidak termasuk dalam kawasan cekungan air tanah (CAT), sehingga jika pun dilakukan pengeboran sumur tingkat keberhasilannya sangat rendah. \u00a0\u00a0Akses masyarakat terhadap air bersih di Kecamatan Babakancikao selama ini adalah melalui sumur gali dan PDAM yang hanya mencakup 2 desa.<\/p>\n<p>Adalah seorang ibu muda,\u00a0 Tika namanya, yang bekerja sebagai sanitarian di Puskesmas Babakancikao. Orangnya ramah dan supel, juga seorang pekerja keras. \u00a0Mendampingi beberapa desa di Kecamatan Babakancikao bukanlah hal yang mudah, karena selain penduduknya yang kompleks juga Babakancikao termasuk dalam kecamatan pinggiran kota yang notabene karakter masyarakatnya agak keras.<\/p>\n<p><em>Teh<\/em> Tika, begitu warga setempat biasa menyapanya, mempunyai cita-cita ingin membebaskan masyarakat Kecamatan Babakancikao dari kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan (BABS). \u00a0Salah satu caranya adalah dengan cara memberikan pemicuan tentang perilaku hidup sehat kepada masyarakat dan bagaimana memutus mata rantai penyakit yang disebabkan oleh tinja yang dibuang sembarangan.<\/p>\n<p>Kehadiran program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di desa-desa Kecamatan Babakancikao disambut baik <em>Teh<\/em> Tika. Pamsimas merupakan partner dalam mengatasi permasalahan-permasalahan yang selama ini ada di Kecamatan Babakancikao. \u00a0Masyarakat masih buang air besar sembarangan, salah satunya karena tidak adanya akses pada air bersih sehingga masyarakat terutama di pinggiran Sungai Cikao dan anak Sungai Citarum terbiasa buang air besar di pinggiran sungai.<\/p>\n<p>Tekadnya tersebut bukan berarti tanpa ada tantangan. Terbukti beliau harus bekerja keras bahkan harus masuk ke bagian paling\u00a0 ujung salah satu desa di Kecamatan Babakancikao yang letaknya terpencil dan\u00a0 hanya dihuni\u00a0 15 KK. Hal tersebut dia lakukan agar masyarakat terpencil tersebut mendapat informasi yang sama \u00a0tentang sanitasi lingkungan dan dapat berubah perilaku menjadi lebih sehat.<\/p>\n<p>Tantangan lainnya datang dari keluarga sendiri. Sebagai seorang ibu yang mempunyai anak semata wayang yang masih berumur 5 tahun, \u00a0<em>Teh<\/em> Tika\u00a0 harus dapat membagi waktu antara tugas pekerjaan sebagai sanitarian dan juga tugas sebagai ibu rumah tangga. \u00a0Terkadang <em>Teh<\/em> Tika harus membawa anaknya ke tempat pekerjaan dan harus mengurut dada jika ada masyarakat yang ngotot dan marah tidak mau berubah perilaku hidup sehat karena sudah terbiasa dan merasa nyaman\u00a0 dengan kondisi seperti itu.<\/p>\n<p>Perjuangan <em>Teh<\/em> Tika tidaklah sia-sia, terbukti dari jumlah 9 desa di Kecamatan Babakancikao, terdapat 6 desa yang sudah ODF (<em>Open Defecation Free<\/em>) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) dan 3 desa lainnya progresnya diatas 95%. \u00a0<em>Teh<\/em> Tika bertekad di penghujung tahun ini Kecamatan Babakancikao dapat ODF 100%.<\/p>\n<p>Semoga cita-cita dan perjuangan <em>Teh<\/em> Tika dapat terwujud.\u00a0 Kebahagiann baginya adalah bila masyarakat dapat hidup sehat dengan cara stop buang air besar sembarangan, sehingga masyarakat terbebas dari penyakit yang disebabkan oleh lingkungan yang kotor. \u00a0Semangat terus <em>Teh<\/em> Tika !!! (<em>Darti Sugiharti<\/em><em>&#8211;<\/em><em>DC Kab Purwakarta\/ Hartono<\/em>).<\/p>\n<\/div><div class=\"fusion-separator\" style=\"align-self: center;margin-left: auto;margin-right: auto;margin-top:30px;margin-bottom:60px;width:100%;max-width:150px;\"><div class=\"fusion-separator-border sep-single sep-solid\" style=\"--awb-height:20px;--awb-amount:20px;--awb-sep-color:#55a098;border-color:#55a098;border-top-width:3px;\"><\/div><\/div><div class=\"awb-gallery-wrapper awb-gallery-wrapper-1 button-span-no\"><div style=\"margin:-5px;--awb-bordersize:0px;\" class=\"fusion-gallery fusion-gallery-container fusion-grid-3 fusion-columns-total-3 fusion-gallery-layout-grid fusion-gallery-1\"><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-3 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-37696 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-3 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-37697 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-3 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-37698 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div class=\"clearfix\"><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":37696,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"rs_blank_template":"","rs_page_bg_color":"","slide_template_v7":"","footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[13,17],"tags":[],"class_list":["post-37695","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tulisan-artikel","category-index-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/37695","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=37695"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/37695\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=37695"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=37695"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=37695"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}