{"id":37622,"date":"2021-03-12T11:24:00","date_gmt":"2021-03-12T04:24:00","guid":{"rendered":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=37622"},"modified":"2021-03-12T11:24:00","modified_gmt":"2021-03-12T04:24:00","slug":"kisah-pamsimas-yang-telah-membahagiakan-pasangan-tua-di-kota-sawahlunto","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=37622","title":{"rendered":"Kisah Pamsimas yang Telah Membahagiakan Pasangan Tua di Kota Sawahlunto"},"content":{"rendered":"<div class=\"fusion-fullwidth fullwidth-box fusion-builder-row-1 fusion-flex-container nonhundred-percent-fullwidth non-hundred-percent-height-scrolling\" style=\"--awb-border-radius-top-left:0px;--awb-border-radius-top-right:0px;--awb-border-radius-bottom-right:0px;--awb-border-radius-bottom-left:0px;--awb-flex-wrap:wrap;\" ><div class=\"fusion-builder-row fusion-row fusion-flex-align-items-flex-start fusion-flex-content-wrap\" style=\"max-width:calc( 1200px + 0px );margin-left: calc(-0px \/ 2 );margin-right: calc(-0px \/ 2 );\"><div class=\"fusion-layout-column fusion_builder_column fusion-builder-column-0 fusion_builder_column_1_1 1_1 fusion-flex-column\" style=\"--awb-bg-size:cover;--awb-width-large:100%;--awb-margin-top-large:0px;--awb-spacing-right-large:0px;--awb-margin-bottom-large:60px;--awb-spacing-left-large:0px;--awb-width-medium:100%;--awb-spacing-right-medium:0px;--awb-spacing-left-medium:0px;--awb-width-small:100%;--awb-spacing-right-small:0px;--awb-spacing-left-small:0px;\"><div class=\"fusion-column-wrapper fusion-column-has-shadow fusion-flex-justify-content-flex-start fusion-content-layout-column\"><div class=\"fusion-text fusion-text-1\"><p><strong><em><span class=\"fusion-dropcap dropcap dropcap-boxed\" style=\"--awb-border-radius:4px;\">S<\/span>awahlunto, Sumatera Barat<\/em><\/strong> \u2013 Pin Syahril (81 tahun) yang oleh masyarakat sekitar dipanggil dengan <em>Mak<\/em> Pin, terlihat masih sehat.\u00a0 Di usianya yang telah memasuki senja, istrinya\u00a0 Yuliar masih setia menemaninya dalam kehidupan sehari-hari.\u00a0 Pasangan suami-istri ini merupakan warga Desa Pasar Kubang Kecamatan Lembah Segar Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat, yang telah menikmati air bersih dari program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat atau Pamsimas.<\/p>\n<p>Desa Pasar Kubang berada di wilayah berbukitan dimana rumah tinggal pasangan Pin-Yuliar terletak di lokasi paling tinggi dibandingkan rumah warga yang lainya. Program Pamsimas masuk ke Desa Pasar Kubang saat program nasional ini baru dimulai tahun 2008.\u00a0 Sarana air minum yang dibangun saat itu belum sepenuhnya dapat menjangkau seluruh warga desa, termasuk belum menjangkau rumah <em>Mak<\/em> Pin.\u00a0 \u00a0Awalnya ada rasa pesimis dari <em>Mak<\/em> Pin kalau dirinya \u00a0tidak akan merasakan nikmatnya memutar kran di rumah sendiri dan akan tetap mandi turun ke <em>luak<\/em> (penampung mata air kecil) yang berjarak 300 meter dari rumahnya. \u00a0Untuk kebutuhan air minum, mencuci dan berwudhu <em>Mak<\/em> Pin bergantian dengan istri mengambil air dengan galon yang digotong di kepala setiap hari.<\/p>\n<p><em>Mak<\/em> Pin yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini suatu hari berkeluh kesah kepada Darmawan, sang Kepala Desa.\u00a0 Keluh kesah juga disampaikan kepada Al, Ketua Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sainitasi (KPSPAMS) yang mengelola sarana Pamsimas.\u00a0 \u201cKalau suatu saat ajalnya sampai apakah jenazahnya akan dimandikan secara tayamum?,\u201d demikian <em>Mak<\/em> Pin sampaikan.\u00a0 Kepala Desa hanya bisa diam dan turut merasakan kesedihan yang mendalam.\u00a0 Kepala Desa dengan berat hati membujuk <em>Mak<\/em> Pin untuk pindah rumah ke tempat yang sudah terjangkau layanan air bersih. \u00a0Dengan suara bergetar bujukan tersebut ditanggapi, \u201cKami tidak akan pindah dari rumah ini sampai akhir hayat.\u201d Tentu saja <em>Mak<\/em> Pin punya alasan sendiri, baginya rumah yang ditinggali saat ini \u00a0penuh dengan cerita suka dan duka bersama pasangannya meski tidak dikaruniai keturunan.<\/p>\n<p>Hingga kemudian datanglah bantuan program HKP &#8211; Hibah Khusus Pamsimas tahun 2020 ke Desa Pasar Kubang yang bersumber dari dana <em>sharing<\/em> APBD Kota Sawahlunto.\u00a0 Melalui program HKP dilakukan perbaikan sarana, penambahan bak reservoir, dan \u00a0penambahan jaringan perpipaan, serta pemasangan sambungan rumah (SR) dilengkapi meteran air sebanyak 100 unit yang dibiayai dana desa (DD).\u00a0 Ke depannya pemerintah desa akan mengalokasikan DD untuk pengadaan 76 unit SR yang dilengkapi meteran air.\u00a0\u00a0 Program HKP telah memperluas jangkauan pelayanan air minum termasuk\u00a0 menjangkau tempat tinggal pasangan Pin-Yuliar.<\/p>\n<p>Penantian panjang selama 12 tahun akhirnya terwujud sudah, <em>Mak<\/em> Pin dan istri tercinta dapat membuka kran air di rumah sendiri.\u00a0 Dengan penuh haru dan bahagia <em>Mak<\/em> \u00a0Pin\u00a0 <em>tak<\/em> henti-hentinya mengucap rasa syukur kepada Allah SWT dan terima kasihnya kepada pemerintah melalui program Pamsimas,\u00a0 \u00a0dimana di usianya yang tua masih dapat menikmati air bersih Pamsimas.<\/p>\n<p>Yuliar merasa bersyukur dengan hadirnya air Pamsimas di rumah.\u00a0 Ia sudah bisa mencuci piring dan wudhu di rumah sendiri, tidak perlu lagi naik turun untuk mengangkat air sejauh 300 meter dari rumahnya.\u00a0 Hadirnya air di rumah telah menambah kebahagian pasangan tua <em>Mak<\/em> Pin dan Yuliar sehingga tidak perlu repot lagi mendapatkan air untuk minum dan memasak serta kebutuhan sehari-hari lainnya.<\/p>\n<p>Saat ini sarana air minum yang dibangun tahun 2008 masih berfungsi baik dan memberi manfaat untuk masyarakat.\u00a0 Sarana tersebut dikelola KPSPAMS dan menjadi salah satu unit kegiatan di BUMDES Desa Pasar Kubang. <em>(Eka Moriza-Co DC Kota Sawahlunto\/ Hartono Karyatin-Media Sp PAMSIMAS).<\/em><\/p>\n<\/div><div class=\"fusion-separator\" style=\"align-self: center;margin-left: auto;margin-right: auto;margin-top:30px;margin-bottom:60px;width:100%;max-width:150px;\"><div class=\"fusion-separator-border sep-single sep-solid\" style=\"--awb-height:20px;--awb-amount:20px;--awb-sep-color:#55a098;border-color:#55a098;border-top-width:3px;\"><\/div><\/div><div class=\"awb-gallery-wrapper awb-gallery-wrapper-1 button-span-no\"><div style=\"margin:-5px;--awb-bordersize:0px;\" class=\"fusion-gallery fusion-gallery-container fusion-grid-2 fusion-columns-total-2 fusion-gallery-layout-grid fusion-gallery-1\"><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-2 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-37632 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-2 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-37631 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div class=\"clearfix\"><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":37632,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"rs_blank_template":"","rs_page_bg_color":"","slide_template_v7":"","footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[13,17],"tags":[],"class_list":["post-37622","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tulisan-artikel","category-index-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/37622","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=37622"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/37622\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=37622"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=37622"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=37622"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}