{"id":37480,"date":"2021-03-04T09:31:20","date_gmt":"2021-03-04T02:31:20","guid":{"rendered":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=37480"},"modified":"2021-03-04T09:31:20","modified_gmt":"2021-03-04T02:31:20","slug":"kolaborasi-jaringan-spams-bersama-desa-penataran-dan-desa-kedawung-blitar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=37480","title":{"rendered":"Kolaborasi Jaringan SPAMS Bersama Desa Penataran dan Desa Kedawung Blitar"},"content":{"rendered":"<div class=\"fusion-fullwidth fullwidth-box fusion-builder-row-1 fusion-flex-container nonhundred-percent-fullwidth non-hundred-percent-height-scrolling\" style=\"--awb-border-radius-top-left:0px;--awb-border-radius-top-right:0px;--awb-border-radius-bottom-right:0px;--awb-border-radius-bottom-left:0px;--awb-flex-wrap:wrap;\" ><div class=\"fusion-builder-row fusion-row fusion-flex-align-items-flex-start fusion-flex-content-wrap\" style=\"max-width:calc( 1200px + 0px );margin-left: calc(-0px \/ 2 );margin-right: calc(-0px \/ 2 );\"><div class=\"fusion-layout-column fusion_builder_column fusion-builder-column-0 fusion_builder_column_1_1 1_1 fusion-flex-column\" style=\"--awb-bg-size:cover;--awb-width-large:100%;--awb-margin-top-large:0px;--awb-spacing-right-large:0px;--awb-margin-bottom-large:60px;--awb-spacing-left-large:0px;--awb-width-medium:100%;--awb-spacing-right-medium:0px;--awb-spacing-left-medium:0px;--awb-width-small:100%;--awb-spacing-right-small:0px;--awb-spacing-left-small:0px;\"><div class=\"fusion-column-wrapper fusion-column-has-shadow fusion-flex-justify-content-flex-start fusion-content-layout-column\"><div class=\"fusion-text fusion-text-1\"><p><strong><em><span class=\"fusion-dropcap dropcap dropcap-boxed\" style=\"--awb-border-radius:4px;\">B<\/span>litar, Jawa Timur<\/em><\/strong> &#8211; Mendengar kata \u2018Penataran\u2019 tentu akan teringat \u00a0pada bangunan bersejarah berupa candi peninggalan kerajaan Majapahit.\u00a0 Candi yang terbesar di Jawa Timur tersebut sekaligus merupakan <em>landmark<\/em> pariwisata Kabupaten Blitar. Penamaan Penataran karena letaknya berada di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar Provinsi Jawa Timur.\u00a0 Desa tersebut berada di lereng selatan Gunung Kelud, dengan pemandangan sawah, ladang dan Sungai Bladak yang tak pernah sepi dari lalu lalang armada angkutan pasir. Sungai Bladak merupakan sumber penghidupan bagi masyarakat Desa Penataran dan sekitarnya bahkan luar daerah berkat kandungan pasir yang berasal dari Gunung Kelud.<\/p>\n<p>Tanpa disadari kegiatan penambangan pasir di area sungai tersebut berdampak pada \u00a0mengeringnya sumur milik warga Desa Penataran khususnya Dusun Pacuh di musim kemarau, bahkan pada musim hujan sekalipun.\u00a0 Bila hal tersebut terjadi, warga hanya bisa berharap kiriman bantuan air bersih dari pemerintah atau pihak lain yang peduli.<\/p>\n<p>Kondisi serupa juga dialami warga Desa Kedawung Kecamatan Nglegok dimana \u00a0banyak sumur warga yang mengering di musim kemarau, \u00a0juga pada musim hujan. Hal ini dapat dipahami mengingat Desa Kedawung bersebelahan dengan Desa Penataran, yang juga dilalui Sungai Bladak dimana terdapat aktivitas penambangan pasir.<\/p>\n<p>Kondisi tersebut akhirnya menyadarkan masyarakat dan pemerintah desa setempat (Desa Penataran dan \u00a0Kedawung) untuk mencari alternatif pemecahan masalah dalam penyediaan akses air minum masyarakat yang aman dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>Sosialisasi Kabupaten (\u2018Soskab\u2019) program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat atau Pamsimas di kabupaten tahun 2020, yang diikuti kedua desa tersebut, memberikan secercah harapan. Kedua desa tersebut mengajukan minat mengikuti program Pamsimas tahun 2021 dengan mengajukan proposal bantuan \u00a0jaringan Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (SPAMS) dengan opsi sumur bor dengan sumber pendanaan APBDesa TA 2021.<\/p>\n<p>Merespon permohonan tersebut maka dilakukan Identifikasi Masalah dan Analisa Situasi (IMAS) I dan II.\u00a0 Berdasarkan <em>transec walk<\/em> saat IMAS tahap II, dengan pertimbangan\u00a0 efektitas sarana air minum dan\u00a0 pengelolaan pelayanan air minum selanjutnya, diputuskanlah untuk menggunakan sumber air baku dari mata air yang berada di sisi Sungai Bladak, berjarak \u00a0\u00b1\u00a0 8 Km dari pemukiman warga. \u00a0Sumber mata air ini memiliki debit \u00b1 5 liter\/detik yang dapat mencukupi kebutuhan air bagi warga Desa Kedawung dan Desa Penataran.\u00a0 Di sekitar itu masih ada beberapa mata air dengan debit cukup besar yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan SPAMS selanjutnya.<\/p>\n<p>Perencanaan RKM (Rencana Kerja Masyarakat) di dua desa tersebut dijadikan satu sistem jaringan SPAMS dengan 2 RKM sesuai kebutuhan desa masing masing.\u00a0 Dalam rancangan pembangunan jaringan SPAMS bersama, \u00a0nantinya dapat diakses oleh warga Desa Penataran (Dusun Pacuh) dan Desa Kedawung (Dusun Sidodadi).<\/p>\n<p>Rancangan SPAMS yang melayani dua desa tersebut sudah pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit.\u00a0 Untuk itu dilakukan kolaborasi pendanaan dari APBN, APBD dan APBDesa serta swadaya masyarakat dari kedua desa.\u00a0 Pengintegrasian penggunaan sumber air baku dan jaringan SPAMS serta pendanaan yang melibatkan dua desa dikoordinasikan bersama Panitia Kemitraan (Pakem) dan DPMU Pamsimas Kabupaten Blitar.<\/p>\n<p>Pembangunan SPAMS bersama tersebut secara keseluruhan membutukan biaya sebesar \u00a0Rp 1.263.724.200 (gabungan 2 RKM), dengan alokasi terbesar untuk kegiatan fisik sebesar Rp 1.194.367.600, \u00a0sisanya untuk kegiatan pelatihan masyarakat, kesehatan, dan sanitasi, serta biaya operasional KKM dan Satlak. Pemerintah di kedua desa memberikan dukungan penuh teralisasinya pembangunan SPAMS desa dengan mengalokasikan APBDesa sebesar 22,86% (Penataran) dan 40% (Kedawung) dari kebutuhan anggaran dari minimal 10% yang dipersyaratkan dalam program Pamsimas.<\/p>\n<p>Dukungan yang sama diberikan Pemerintah Kabupaten Blitar dengan mengalokasikan APBD TA 2021 sebesar Rp 8.695.392.000 bagi peningkatan pelayanan air minum dan sanitasi melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Blitar.<\/p>\n<p>Pemerintah Kabupaten Blitar berharap program Pamsimas yang menjadi <em>platform<\/em> bagi pembangunan air minum di daerah akan terus berlanjut.\u00a0 Kabupaten Blitar sendiri telah menunjukkan komitmen dengan merealisasikan sejumlah RKM 100% yang dibuat oleh KKM dan Satlak.\u00a0 Hal tersebut dibuktikan dengan besarnya anggaran DAK P TA 2021 yang dilakukan secara swakelola oleh masyarakat sendiri dengan memanfaatkan RKM 100% dan kegiatan air minum yang didanai APBDes untuk desa pasca Pamsimas. (<em>Rodiah Astuti, ST MLing-DC Blitar\/Hartono Karyatin-Media Sp PAMSIMAS<\/em>).<\/p>\n<\/div><div class=\"fusion-separator\" style=\"align-self: center;margin-left: auto;margin-right: auto;margin-top:30px;margin-bottom:60px;width:100%;max-width:150px;\"><div class=\"fusion-separator-border sep-single sep-solid\" style=\"--awb-height:20px;--awb-amount:20px;--awb-sep-color:#55a098;border-color:#55a098;border-top-width:3px;\"><\/div><\/div><div class=\"awb-gallery-wrapper awb-gallery-wrapper-1 button-span-no\"><div style=\"margin:-5px;--awb-bordersize:0px;\" class=\"fusion-gallery fusion-gallery-container fusion-grid-4 fusion-columns-total-4 fusion-gallery-layout-grid fusion-gallery-1\"><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-37481 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-37484 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-37482 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-37483 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div class=\"clearfix\"><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":37481,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"rs_blank_template":"","rs_page_bg_color":"","slide_template_v7":"","footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[15,17],"tags":[],"class_list":["post-37480","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tulisan-berita","category-index-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/37480","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=37480"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/37480\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=37480"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=37480"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=37480"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}