{"id":35020,"date":"2020-10-28T07:04:37","date_gmt":"2020-10-28T00:04:37","guid":{"rendered":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=35020"},"modified":"2020-10-28T07:04:37","modified_gmt":"2020-10-28T00:04:37","slug":"dinas-kesehatan-kalbar-advokasi-lintas-program-lahirkan-pergub-stbm","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=35020","title":{"rendered":"Dinas Kesehatan Kalbar Advokasi Lintas Program Lahirkan Pergub STBM"},"content":{"rendered":"<div class=\"fusion-fullwidth fullwidth-box fusion-builder-row-1 fusion-flex-container nonhundred-percent-fullwidth non-hundred-percent-height-scrolling\" style=\"--awb-border-radius-top-left:0px;--awb-border-radius-top-right:0px;--awb-border-radius-bottom-right:0px;--awb-border-radius-bottom-left:0px;--awb-flex-wrap:wrap;\" ><div class=\"fusion-builder-row fusion-row fusion-flex-align-items-flex-start fusion-flex-content-wrap\" style=\"max-width:calc( 1200px + 0px );margin-left: calc(-0px \/ 2 );margin-right: calc(-0px \/ 2 );\"><div class=\"fusion-layout-column fusion_builder_column fusion-builder-column-0 fusion_builder_column_1_1 1_1 fusion-flex-column\" style=\"--awb-bg-size:cover;--awb-width-large:100%;--awb-margin-top-large:0px;--awb-spacing-right-large:0px;--awb-margin-bottom-large:60px;--awb-spacing-left-large:0px;--awb-width-medium:100%;--awb-spacing-right-medium:0px;--awb-spacing-left-medium:0px;--awb-width-small:100%;--awb-spacing-right-small:0px;--awb-spacing-left-small:0px;\"><div class=\"fusion-column-wrapper fusion-column-has-shadow fusion-flex-justify-content-flex-start fusion-content-layout-column\"><div class=\"fusion-text fusion-text-1\"><p><strong><em><span class=\"fusion-dropcap dropcap dropcap-boxed\" style=\"--awb-border-radius:4px;\">P<\/span>ontianak, Kalimantan Barat<\/em><\/strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Barat menggelar pertemuan Advokasi Lintas Program\/Lintas Sektor terkait \u00a0Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Pontianak pada pertengahan Oktober 2020.\u00a0 Forum ini sekaligus untuk memberikan masukan terhadap <em>draft<\/em> Peraturan Gubernur (\u201cPergub\u201d) tentang\u00a0 STBM yang telah dibuat Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan mempercepat terbitnya Pergub terebut.<\/p>\n<p>Hadir dalam acara ini perwakilan Bappeda, Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kabid Kesehatan Masyarakat, Kasie Promosi Kesehatan, Kabid Kesejahteraan Rakyat Pelayanan Dasar Biro Kesra Sekretariat Daerah, Tim Penggerak PKK, Pengelola Program Pamsimas Kalimantan Barat, PPSP, Poltekes Kemenkes Pontianak dan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak<\/p>\n<p>Pada saat membuka pertemuan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat yang diwakili Kabid Kesehatan Masyarakat \u00a0Syarif \u00a0Syamrurizal, SKM, MKes menyampaikan, STBM\u00a0 merupakan pendekatan higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat \u00a0dengan metode pemicuan. \u00a0Pelaksanaan STBM diatur dalam Permenkes No 3 Tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.<\/p>\n<p>STBM adalah satu strategi\/program intervensi yang menitikberatkan pada pencapaian kondisi sanitasi total di masyarakat melalui perubahan perilaku higienis dengan melibatkan (memberdayakan) seluruh komponen di masyarakat.<\/p>\n<p>Untuk Kalimantan Barat, saat ini akses terhadap sanitasi sebesar 63,63%.\u00a0 Jumlah desa yang melaksanakan STBM sebanyak 1.393 desa (66,21%), 206 desa atau sebanyak 9,79% dinyatakan bebas dari buang air besar sembarangan (SBS).\u00a0 Capaian tertinggi diraih Kota Pontianak dan Kabupaten Sambas dengan akses sanitasi di atas 90 %. Untuk tingkat kabupaten, belum ada satupun kabupaten\/kota di Kalimantan Barat yang dinyatakan SBS dan hanya ada satu kecamatan yang SBS di Kabupaten Bengkayang.<\/p>\n<p>Untuk mendukung pelaksanaan STBM di Kalimantan Barat, sejumlah kabupaten bahkan telah menerbitkan Peraturan Bupati tentang STBM\u00a0 yaitu Kabupaten Kapuas Hulu, Sekadau, Mempawah, dan Kayong Utara.<\/p>\n<p>Sepanjang 2014-2019 pelaksanaan Program Pamsimas di Kalimantan Barat, sebanyak 783 desa yang tersebar di 12 kabupaten mengikuti program Pamsimas.\u00a0 Dari sejumlah desa lokasi Pamsimas tersebut, sebanyak 101 desa atau 12,89% dinyatakan SBS.<\/p>\n<p>Ada tiga faktor penting yang menjadi penentu keberhasilan STBM di suatu daerah\/desa, yaitu \u00a0menumbuhkan kebutuhan di masyarakat, ketersediaan pelayanan kebutuhan dasar seperti air, dan lingkungan cukup mendukung yang diperkuat dengan peran perangkat daerah hingga penganggaran STBM. \u00a0Hal inilah yang kemudian mendorong \u00a0Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat melakukan inisiatif menggelar pertemuan Advokasi Lintas Program\/Lintas Sektor dengan fokus pembahasan\u00a0 <em>draft<\/em> Pergub tentang STBM untuk dilengkapi dan disempurnakan agar bisa \u00a0segera diterbitkan dan selanjutnya disosialisasikan.<\/p>\n<p>Salah satu komponen STBM \u00ffang cukup penting yaitu penciptaan lingkungan yang kondusif (<em>enabling<\/em> <em>environment)<\/em>. \u00a0Komponen ini bertujuan untuk meningkatkan dukungan pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam meningkatkan perilaku higienis dan saniter.\u00a0 Perlunya advokasi dan sosialisasi secara berjenjang kepada pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya,\u00a0 baik dari tingkat pusat hingga daerah, agar memiliki komitmen untuk menyediakan sumber daya untuk pelaksanaan STBM.\u00a0 Hal ini dapat dilakukan melalui dukungan pembuatan regulasi dalam bentuk Peraturan Daerah (\u201cPerda\u201d), kemitraan antarpelaku STBM termasuk di dalamnya pemerintah, masyarakat, LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), institusi pendidikan dan \u00a0institusi keagamaan serta pihak swasta.<\/p>\n<p>Dalam acara ini\u00a0 Nurul Amaliah, SKM, MSc, Ketua Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekes Kemenkes Pontianak menyampaikan paparan Tinjauan Akademis Pergub STBM.\u00a0 Nurul menekankan pentingnya melakukan perubahan perilaku dalam kegiatan STBM yang didukung dengan kegiatan pemantauan\/monitoring dan evaluasi hasil perubahan perilaku. \u00a0\u00a0\u201cPerubahan perilaku disini ditekankan mengikuti budaya yang ada\/kerarifan lokal,\u201d tambahnya.\u00a0 \u00a0Di akhir paparannya peserta diberi suguhan film dengan judul \u2018Animasi Dua STBM\u2019 \u00a0untuk lebih membuka pikiran para peserta guna mendukung Program STBM.<\/p>\n<p>Puncak kegitan Advokasi Lintas Program\/Lintas Sektor dengan secara bersama-sama membahas \u201cTata Naskah Pergub STBM\u201d yang dipimpin\u00a0 H Suharto, SH,MH, Kepala Bagian Perundang-undangan Provinsi-Biro Hukum Setda Provinsi Kalimantan Barat. Proses pembahasan\u00a0 dimulai dengan memaparkan <em>draft<\/em> Pergub STBM yang sudah ada, kemudian setiap peserta diminta untuk mencermati bersama dan memberikan komentar, tambahan ataupun sanggahan secara berurutan dan sistematis per BAB dan pasal.<\/p>\n<p>Hasil dari pemikiran bersama langsung dicatat dan dikoreksi, sehingga dapat dilihat BAB, \u00a0pasal dan substansi dari <em>draft<\/em> Pergub tersebut yang harus ditambahkan ataupun dikurangi. Proses diskusi panel berjalan dengan baik, lancar dan dinamis. \u00a0Banyak masukan dari peserta untuk menyempurnakan <em>draft<\/em> Pergub tersebut.<\/p>\n<p>Dengan adanya masukan terhadap <em>draft<\/em> Pergub diharapkan Pergub segera dapat diterbitkan dan segera disosialisasikan.\u00a0 Regulasi ini diharapkan dapat mendorong penerapan perilaku higenis dan saniter melalui Program STBM dengan 5 Pilar dan 3 Komponen, \u00a0sehingga dapat terwujud masyarakat Kalimantan Barat yang sehat, cerdas, produktif, inovatif, dan sejahtera. <em>Salam Sehat, Salam 5 Pilar STBM\u00a0 (<\/em><em>Alfa Nadiya\u2013TA STBM Kalbar\/ Hartono).<\/em><\/p>\n<\/div><div class=\"fusion-separator\" style=\"align-self: center;margin-left: auto;margin-right: auto;margin-top:30px;margin-bottom:60px;width:100%;max-width:150px;\"><div class=\"fusion-separator-border sep-single sep-solid\" style=\"--awb-height:20px;--awb-amount:20px;--awb-sep-color:#55a098;border-color:#55a098;border-top-width:3px;\"><\/div><\/div><div class=\"awb-gallery-wrapper awb-gallery-wrapper-1 button-span-no\"><div style=\"margin:-5px;--awb-bordersize:0px;\" class=\"fusion-gallery fusion-gallery-container fusion-grid-4 fusion-columns-total-4 fusion-gallery-layout-grid fusion-gallery-1\"><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-35027 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-35024 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-35025 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-35026 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div class=\"clearfix\"><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":35027,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"rs_blank_template":"","rs_page_bg_color":"","slide_template_v7":"","footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[15,17],"tags":[],"class_list":["post-35020","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tulisan-berita","category-index-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35020","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=35020"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35020\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=35020"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=35020"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=35020"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}