{"id":34426,"date":"2020-09-21T09:35:23","date_gmt":"2020-09-21T02:35:23","guid":{"rendered":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=34426"},"modified":"2020-09-21T09:35:23","modified_gmt":"2020-09-21T02:35:23","slug":"pamsimas-telah-menumbuhkan-swadaya-masyarakat-desa-samustida-kabupaten-sambas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=34426","title":{"rendered":"Pamsimas Telah Menumbuhkan Swadaya Masyarakat Desa Samustida Kabupaten Sambas"},"content":{"rendered":"<div class=\"fusion-fullwidth fullwidth-box fusion-builder-row-1 fusion-flex-container nonhundred-percent-fullwidth non-hundred-percent-height-scrolling\" style=\"--awb-border-radius-top-left:0px;--awb-border-radius-top-right:0px;--awb-border-radius-bottom-right:0px;--awb-border-radius-bottom-left:0px;--awb-flex-wrap:wrap;\" ><div class=\"fusion-builder-row fusion-row fusion-flex-align-items-flex-start fusion-flex-content-wrap\" style=\"max-width:calc( 1200px + 0px );margin-left: calc(-0px \/ 2 );margin-right: calc(-0px \/ 2 );\"><div class=\"fusion-layout-column fusion_builder_column fusion-builder-column-0 fusion_builder_column_1_1 1_1 fusion-flex-column\" style=\"--awb-bg-size:cover;--awb-width-large:100%;--awb-margin-top-large:0px;--awb-spacing-right-large:0px;--awb-margin-bottom-large:60px;--awb-spacing-left-large:0px;--awb-width-medium:100%;--awb-spacing-right-medium:0px;--awb-spacing-left-medium:0px;--awb-width-small:100%;--awb-spacing-right-small:0px;--awb-spacing-left-small:0px;\"><div class=\"fusion-column-wrapper fusion-column-has-shadow fusion-flex-justify-content-flex-start fusion-content-layout-column\"><div class=\"fusion-text fusion-text-1\"><p><strong><em><span class=\"fusion-dropcap dropcap dropcap-boxed\" style=\"--awb-border-radius:4px;\">S<\/span>ambas, <\/em><\/strong><strong><em>Kalbar<\/em><\/strong> &#8211; Sulitnya mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari sangat dirasakan warga Desa Samustida Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat, terutama saat kemarau tiba.\u00a0 Jelang kemarau datang warga menjadi resah, gelisah,\u00a0 dan <em>was-was<\/em>.\u00a0 Namun hal tersebut sudah tidak lagi dialami warga sejak adanya Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyuarakat (Pamsimas) yang masuk ke Desa Samustida tahun 2018, kemarau bukan masalah lagi bagi warga yang sebagian besar merupakan petani ini.<\/p>\n<p>Melalui Program Pamsimas dibangun sistem penyediaan air minum (SPAM) perdesaan dengan opsi sumur bor.\u00a0 Pembangunan SPAM menelan biaya Rp 350 juta yang berasal dari APBN Rp \u00a0245 juta, APBDes Rp 35 juta, dan sisanya Rp 70 juta berasal dari swadaya masyarakat berupa uang tunai Rp 14 juta dan material lokal serta gotong royong senilai Rp 56 juta.\u00a0 Bantuan dimanfaatkan untuk membangun 1 unit sumur bor, bangunan bak penampungan, menara air (tower), sarana cuci tangan (CTPS) di sekolah, dan jaringan pipa distribusi, serta 17 Sambungan rumah.<\/p>\n<p>Desa Samustida dihuni \u00a01554 KK atau 4973 jiwa yang tersebar di 5 dusun.\u00a0 Dari sekitar 1400 rumah yang ada sebanyak 279 rumah sudah teraliri air Pamsimas.\u00a0 Layanan Pamsimas baru menjangkau warga Dusun Bungoran, beberapa rumah di Dusun Binakarya, dan sebagian warga Dusun Binatani.\u00a0 Dusun Dusun Kaliampuk dan Dusun Tabaran belum terjangkau pelayanan Pamsimas.\u00a0 Kedua dusun tersebut akan menjadi perhatian Jailani selaku pengelola KPSPAMS dan pemerintah desa untuk segera mendapatkan pelayanan Pamsimas.<\/p>\n<p>\u201cSaat ini jumlah sambungan rumah (SR) sebanyak 279 unit yang telah dilengkapi dengan meteran air,\u201d tutur Jailani, Ketua KPSPAMS Desa Samustida.\u00a0 Yang patut diacungi jempol adalah 237 SR merupakan hasil swadaya masyarakat dan hanya 42 SR yang dibiayai lewat APBN dan APBDes.\u00a0 Swadaya masyarakat yang sungguh luar biasa!<\/p>\n<p>Tingginya swadaya masyarakat ini dipicu oleh adanya 42 SR yang dibiayai dari dana APBN dan APBDes.\u00a0 \u201cWarga sangat antusias untuk mendapatkan sambungan rumah, bahkan rela menyisihkan uang Rp 700.000 \u2013 1.000.000 untuk membeli pipa dan asesoris termasuk meteran air demi mendapatkan akses air Pamsimas,\u201d tutur Jailani.\u00a0 Swadaya masyarakat untuk\u00a0 pengadaan 237 SR beserta perlengkapannya ini mencapai lebih dari Rp 200 juta.\u00a0 Untuk penyambungan pipa dilakukan oleh KPSPAMS.<\/p>\n<p>Melihat jernihnya air Pamsimas, tinggal putar kran air sudah ada di rumah, membuat warga rela menyisihkan uang kebutuhan sehari-hari untuk dapat menikmati air Pamsimas.\u00a0 \u201cKami hanya perlu membayar Rp 3.000 per m<sup>3<\/sup> ditambah biaya beban Rp 3.000 per bulan.\u00a0 Bulan Maret lalu tagihan air kami hanya Rp 30.000,\u201d tutur Juniarti, seorang ibu rumah tangga.<\/p>\n<p>Masyarakat merasa bersyukur dengan adanya program Pamsimas, hidup menjadi ringan dan serasa lebih mudah.\u00a0 Sebelum Pamsimas masuk desa, saat musim kemarau tiba, warga sibuk mencari air untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.\u00a0 Warga memanfaatkan sumber air dari sumur atau kolam air yang dibangun di belakang rumah.\u00a0 Namun saat kemarau tiba, sumur\/kolam air mengering sehingga mereka terpaksa mengambil air ke sungai \u00a0yang kadang air sungaipun turut mengering.\u00a0 Sudah barang tentu secara kualitas air tersebut tidak layak dikonsumsi, selain airnya keruh, berbau, rasa agak asam, dan payau.<\/p>\n<p>\u201dJika musim kemaru datang, warga desa semua repot, kami harus ambil air dengan jerigen.\u00a0 Kalau\u00a0 \u00a0punya motor atau sepeda enak, bisa ambil sendiri tapi juga butuh bensin dan jaraknya juga lumayan sekitar 2 Km.\u00a0 Kalau yang <em>gak<\/em> punya kendaraan harus rela merogoh kocek Rp 3.000 \u2013 5.000\u00a0 untuk satu jerigen ukuran 30 liter.\u00a0 Namun setelah ada Pamsimas jika musim kemarau datang seolah-olah tidak sedang dalam musim kemarau,\u201d kenang Pahmi yang sehari-hari sebagai petani.<\/p>\n<p>\u201cSejak ada Pamsimas, air lancar, walaupun kemarau terasa bukan kemarau lagi, kami 24 jam setiap hari dapat memanfaatkan air Pamsimas,\u201d tutur Lisa, ibu rumah tangga lainnya.<\/p>\n<p>Kegembiraan juga dirasakan anak-anak sekolah di Desa Samustida.\u00a0 Dengan datangnya wabah COVID-19, anak-anak sekolah dapat memanfaatkan sarana cuci tangan yang dibangun melalui program Pamsimas sehingga membantu memutus mata rantai penyebaran virus Corona.\u00a0 \u201cDengan mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir kuman di tangan kami ikut jatuh, makan jajanpun jadi aman,\u201d kelakar Erwin dan Arif saat cuci tangan di sekolah sebelum bergegas ke warung membeli jajanan.<\/p>\n<p>Air Pamsimas betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan berdampak positif bagi kesehatan dan kesejahteraan warga.\u00a0 Yang membagakan dari Desa Samustida meski tergolong desa tertinggal namun semangat gotong royong dan swadaya untuk pembangunan desa sangat tinggi.\u00a0 Luar biasa! (<em>Endang Sri Rejeki-NMC\/Hartono<\/em>).<\/p>\n<\/div><div class=\"fusion-separator\" style=\"align-self: center;margin-left: auto;margin-right: auto;margin-top:30px;margin-bottom:60px;width:100%;max-width:150px;\"><div class=\"fusion-separator-border sep-single sep-solid\" style=\"--awb-height:20px;--awb-amount:20px;--awb-sep-color:#55a098;border-color:#55a098;border-top-width:3px;\"><\/div><\/div><div class=\"awb-gallery-wrapper awb-gallery-wrapper-1 button-span-no\"><div style=\"margin:-5px;--awb-bordersize:0px;\" class=\"fusion-gallery fusion-gallery-container fusion-grid-3 fusion-columns-total-6 fusion-gallery-layout-grid fusion-gallery-1\"><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-3 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-34438 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-3 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-34433 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-3 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-34434 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div class=\"clearfix\"><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-3 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-34435 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-3 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-34436 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:5px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-3 hover-type-none\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-34437 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div class=\"clearfix\"><\/div><\/div><\/div><div class=\"fusion-separator\" style=\"align-self: center;margin-left: auto;margin-right: auto;margin-top:50px;margin-bottom:50px;width:100%;max-width:150px;\"><div class=\"fusion-separator-border sep-single sep-solid\" style=\"--awb-height:20px;--awb-amount:20px;--awb-sep-color:#55a098;border-color:#55a098;border-top-width:3px;\"><\/div><\/div><div class=\"fusion-video fusion-youtube\" style=\"--awb-max-width:px;--awb-max-height:px;\"><div class=\"video-shortcode\"><iframe title=\"YouTube video player 1\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/CQ6q5QvG8ds?wmode=transparent&autoplay=0&amp;rel=0\" width=\"\" height=\"\" allowfullscreen allow=\"autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture;\"><\/iframe><\/div><\/div><div class=\"fusion-separator fusion-full-width-sep\" style=\"align-self: center;margin-left: auto;margin-right: auto;margin-top:0px;margin-bottom:20px;width:100%;\"><div class=\"fusion-separator-border sep-shadow\" style=\"--awb-height:20px;--awb-amount:20px;background:radial-gradient(ellipse at 50% -50% , var(--awb-color3) 0px, rgba(255, 255, 255, 0) 80%) repeat scroll 0 0 rgba(0, 0, 0, 0);background:-webkit-radial-gradient(ellipse at 50% -50% , var(--awb-color3) 0px, rgba(255, 255, 255, 0) 80%) repeat scroll 0 0 rgba(0, 0, 0, 0);background:-moz-radial-gradient(ellipse at 50% -50% , var(--awb-color3) 0px, rgba(255, 255, 255, 0) 80%) repeat scroll 0 0 rgba(0, 0, 0, 0);background:-o-radial-gradient(ellipse at 50% -50% , var(--awb-color3) 0px, rgba(255, 255, 255, 0) 80%) repeat scroll 0 0 rgba(0, 0, 0, 0);\"><\/div><\/div><div class=\"fusion-text fusion-text-2\"><p style=\"text-align: center;\">Dumentasi testimoni masyarakat penerima manfaat Pamsimas desa Samustida<\/p>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":34440,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"rs_blank_template":"","rs_page_bg_color":"#ffffff","slide_template_v7":"","footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[13,17],"tags":[],"class_list":["post-34426","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tulisan-artikel","category-index-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34426","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=34426"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34426\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=34426"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=34426"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=34426"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}