{"id":29214,"date":"2019-10-09T09:49:11","date_gmt":"2019-10-09T02:49:11","guid":{"rendered":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=29214"},"modified":"2019-10-09T09:49:11","modified_gmt":"2019-10-09T02:49:11","slug":"22-tahun-tak-tersentuh-layanan-air-bersih-apung-segera-terlayani-air-bersih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=29214","title":{"rendered":"22 Tahun Tak Tersentuh Layanan Air Bersih, Apung Segera Terlayani Air Bersih"},"content":{"rendered":"<div class=\"fusion-fullwidth fullwidth-box fusion-builder-row-1 fusion-flex-container nonhundred-percent-fullwidth non-hundred-percent-height-scrolling\" style=\"--awb-border-radius-top-left:0px;--awb-border-radius-top-right:0px;--awb-border-radius-bottom-right:0px;--awb-border-radius-bottom-left:0px;--awb-flex-wrap:wrap;\" ><div class=\"fusion-builder-row fusion-row fusion-flex-align-items-flex-start fusion-flex-content-wrap\" style=\"max-width:calc( 1200px + 0px );margin-left: calc(-0px \/ 2 );margin-right: calc(-0px \/ 2 );\"><div class=\"fusion-layout-column fusion_builder_column fusion-builder-column-0 fusion_builder_column_1_1 1_1 fusion-flex-column\" style=\"--awb-bg-size:cover;--awb-width-large:100%;--awb-margin-top-large:0px;--awb-spacing-right-large:0px;--awb-margin-bottom-large:0px;--awb-spacing-left-large:0px;--awb-width-medium:100%;--awb-spacing-right-medium:0px;--awb-spacing-left-medium:0px;--awb-width-small:100%;--awb-spacing-right-small:0px;--awb-spacing-left-small:0px;\"><div class=\"fusion-column-wrapper fusion-flex-justify-content-flex-start fusion-content-layout-column\"><div class=\"fusion-text fusion-text-1\"><p><strong><em><span class=\"fusion-dropcap dropcap dropcap-boxed\" style=\"--awb-border-radius:6px;\">B<\/span><\/em><\/strong><strong><em>ulungan, Kaltara<\/em><\/strong> &#8211; Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Kabupaten Bulungan hingga kini terus berlanjut. \u00a0Kali ini, Desa Apung, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, mendapat berkah dari program Pamsimas.<\/p>\n<p>Setelah penantian selama 22 tahun terbentuknya desa ini, warga tak pernah tersentuh pelayanan air bersih. \u00a0Kepala Desa (Kades) Apung, Zainuddin mengungkapkan, air bersih diakuinya selama ini menjadi salah satu permasalahan pokok di wilayahnya. \u00a0Sebab, warga di desanya sejauh ini hanya mengandalkan air hujan. \u00a0Dan bila musim kemarau tiba seperti saat ini, maka masyarakat pun harus berjibaku mencari sumber air \u00a0untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.<\/p>\n<p>\u201cAir bersih memang cukup sulit diperoleh di sini. \u00a0Andaipun ada sumur, tidak semua ada sumbernya. Artinya, sumur itu bisa mengering bila musim kemarau tiba,\u2019\u2019 ungkapnya saat diwawancara <em>Radar Kaltara<\/em>, Rabu (17\/09\/2019).<\/p>\n<p>Dengan adanya program Pamsimas ini, kata Zainuddin, menjadi \u2018kado\u2019 terindah bagi warga di wilayahnya. \u00a0Sebab, ke depannya sebagian warga tak sulit lagi dalam mendapatkan air bersih.<\/p>\n<p>\u201cKami bersyukur, perjuangan soal air bersih di sini terwujudkan dalam waktu dekat ini. \u00a0Dan kami ucapkan terima kasih kepada pihak lain yang turut andil dalam menyukseskan program ini,\u2019\u2019 ujarnya.<\/p>\n<p>Sekretaris Desa (Sekdes) Apung, Totok Darwoto juga menuturkan, air bersih itu merupakan kebutuhan pokok di desanya yang selama ini sangat dinanti-nantikan. Oleh karenanya, sejak adanya program Pamsimas yang saat ini tengah proses pembangunan menara air, maka menjadi jawaban dari penantian puluhan tahun silam warga di desanya.<\/p>\n<p>\u201cDari pihak desa pun di sini dalam pembangunannya turut andil. yakni dengan menggelontorkan dana desa (DD) sekitar Rp 40 juta untuk mendukungnya,\u2019\u2019 ungkapnya.<\/p>\n<p>Tak hanya itu, lanjutnya, guna menyukseskan program tersebut agar dapat berjalan dengan baik, pihaknya dalam hal ini acap kali \u2018woro-woro\u2019 kepada masyarakat untuk turut serta setiap pekannya gotong-royong. \u00a0Alhasil, setiap pekan diagendakan per RT kegiatan Jumat bersih, khusus untuk pembangunan sarana prasarana (sapras) air bersih tersebut.<\/p>\n<p>\u201cTahap awal dari pembangunan sapras air bersih ini baru menyentuh di tiga RT yang meliputi 150 KK (kepala keluarga). Desember tahun ini ditarget sudah dapat selesai pembangunannya dan siap digunakan,\u2019\u2019 ujarnya.<\/p>\n<p>Di sisi lain, pihaknya mengapresiasi atas keterlibatan PT PKN yang secara langsung membantu dalam pembuatan sumur bornya. \u00a0Sehingga dari situ dapat lebih memudahkan pelaksanaan dari program Pamsimas ini. \u00a0\u201cItu melalui CSR dari perusahaan yang memang ada di area sini. Kami mengucapkan terima kasih juga,\u2019\u2019 katanya.<\/p>\n<p>Di tempat yang sama, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Apung, Roben Jalung mengatakan, adanya program air bersih ini sangat disyukuri. \u00a0Hal ini dikarenakan air bersih di desanya memang dapat dikatakan cukup kritis. Bahkan, untuk konsumsi air sungai yang ada di area desanya dianggap kurang layak lagi. \u00a0Untuk itu, dengan adanya air bersih yang saat ini pembangunannya terus berjalan, sehingga itu dapat benar bermanfaat secara maksimal bagi masyarakat di sini. \u201cHarapan kami semoga ke depannya tidak hanya di tiga \u00a0RT itu saja, melainkan semua warga desa dapat merasakan air bersihnya,\u2019\u2019 ujarnya secara singkat.<\/p>\n<p>Sementara, Fasilitator Masyarakat program Pamsimas, Anwar Joko Prasetyo mengatakan, program Pamsimas di Desa Apung pada tahap awal akan menelan anggaran sekira Rp 350 juta. \u00a0Anggaran tersebut dihasilkan dari berbagai sumber. \u201cJelasnya dari APBN itu ada Rp 270 juta, kontribusi masyarakat berupa uang tunai atau <em>in-cash<\/em> Rp 14 juta dan <em>in-kind<\/em> berupa material lokal dan tenaga kerja senilai Rp 69 juta, dan Dana Desa sebesar Rp 40 juta,\u2019\u2019 sebutnya dengan memberikan perincian.<\/p>\n<p>Pihaknya optimistis program pembangunan air bersih ini dapat berjalan dengan baik. \u00a0Bahkan, bakal memberikan manfaat besar bagi masyarakat di Desa Apung. \u00a0Hal itu dapat dilihat dari setiap progres pengerjaan yang ada.<\/p>\n<p>\u201cAir bersih ini merupakan kebutuhan pokok. \u00a0Masyarakat dapat dilihat jiwa gotong-royongnya tinggi. Nah, berangkat dari situ kami optimistis, karena program Pamsimas ini lebih kepada melibatkan masyarakat setempat dalam pembangunannya,\u2019\u2019 jelasnya.<\/p>\n<p>Khusus untuk pembangunan menara air, disebutkan bahwa pelaksanaan memang baru 20 persen. Dan program itu terus berlanjut hingga akhir tahun ini dipastikan dapat selesai pengerjaannya.<\/p>\n<p>\u201cMaterial-materialnya sudah ada. Tinggal jadwal pembangunannya saja. Seperti yang diutarakan pihak desa setiap pekannya diadakan gotong-royong. \u00a0Artinya, tinggal menunggu waktu saja akan usai,\u2019\u2019 jelasnya. <em>(Ditulis kembali dari PROKAL.CO\/Hartono Karyatin-Media Sp PAMSIMAS).<\/em><\/p>\n<\/div><div class=\"fusion-separator\" style=\"align-self: center;margin-left: auto;margin-right: auto;margin-top:60px;margin-bottom:60px;width:100%;max-width:150px;\"><div class=\"fusion-separator-border sep-single sep-solid\" style=\"--awb-height:20px;--awb-amount:20px;--awb-sep-color:#55a098;border-color:#55a098;border-top-width:3px;\"><\/div><\/div><div class=\"awb-gallery-wrapper awb-gallery-wrapper-1 button-span-no\"><div style=\"margin:-1px;--awb-bordersize:0px;\" class=\"fusion-gallery fusion-gallery-container fusion-grid-4 fusion-columns-total-4 fusion-gallery-layout-grid fusion-gallery-1\"><div style=\"padding:1px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-zoomin\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-29218 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:1px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-zoomin\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-29217 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:1px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-zoomin\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-29215 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:1px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-zoomin\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-29216 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div class=\"clearfix\"><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":29218,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"rs_blank_template":"","rs_page_bg_color":"","slide_template_v7":"","footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[15,17],"tags":[],"class_list":["post-29214","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tulisan-berita","category-index-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29214","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=29214"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29214\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=29214"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=29214"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=29214"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}