{"id":28581,"date":"2019-09-06T10:52:45","date_gmt":"2019-09-06T03:52:45","guid":{"rendered":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=28581"},"modified":"2019-09-06T10:52:45","modified_gmt":"2019-09-06T03:52:45","slug":"cipta-karya-gelontorkan-21-m-ke-lokasi-pamsimas-terdampak-bencana-lombok-dan-sulteng","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=28581","title":{"rendered":"Cipta Karya Gelontorkan 21 M ke lokasi PAMSIMAS Terdampak Bencana"},"content":{"rendered":"<div class=\"fusion-fullwidth fullwidth-box fusion-builder-row-1 fusion-flex-container nonhundred-percent-fullwidth non-hundred-percent-height-scrolling\" style=\"--awb-border-radius-top-left:0px;--awb-border-radius-top-right:0px;--awb-border-radius-bottom-right:0px;--awb-border-radius-bottom-left:0px;--awb-flex-wrap:wrap;\" ><div class=\"fusion-builder-row fusion-row fusion-flex-align-items-flex-start fusion-flex-content-wrap\" style=\"max-width:calc( 1200px + 0px );margin-left: calc(-0px \/ 2 );margin-right: calc(-0px \/ 2 );\"><div class=\"fusion-layout-column fusion_builder_column fusion-builder-column-0 fusion_builder_column_1_1 1_1 fusion-flex-column\" style=\"--awb-bg-size:cover;--awb-width-large:100%;--awb-margin-top-large:0px;--awb-spacing-right-large:0px;--awb-margin-bottom-large:0px;--awb-spacing-left-large:0px;--awb-width-medium:100%;--awb-spacing-right-medium:0px;--awb-spacing-left-medium:0px;--awb-width-small:100%;--awb-spacing-right-small:0px;--awb-spacing-left-small:0px;\"><div class=\"fusion-column-wrapper fusion-flex-justify-content-flex-start fusion-content-layout-column\"><div class=\"fusion-text fusion-text-1\"><p><strong><em><span class=\"fusion-dropcap dropcap dropcap-boxed\" style=\"--awb-border-radius:6px;\">M<\/span><\/em><\/strong><strong><em>ataram, NTB<\/em><\/strong>\u00a0&#8211; \u00a0Tidak lama lagi sarana air minum yang dibangun melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di wilayah Nusa Tenggara Barat terdampak gempa medio Juli 2018, segera dilakukan perbaikan. \u00a0Akibat gempa yang melanda Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa berdampak pada rusaknya sejumlah sarana air minum dan sanitasi yang berada di Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Utara, dan Sumbawa Barat.<\/p>\n<p>Seperti diberitakan pada situs ini (13\/08\/18), gempa Lombok telah menghacurkan sejumlah rumah penduduk hampir di seluruh desa dan kecamatan di Kabupaten Lombok Utara, dan sebagian di Kecamatan Sembalun, Sambelia, Suela, Wanasaba dan Pringgabaya di Kabupaten Lombok Timur.\u00a0 Untuk Kabupaten Lombok Barat, daerah yang terdampak gempa berada di Kecamatan Batulayar, Gunung Sari, dan Lingsar, serta Kecamatan Teratak dan Mantang di Kabupaten Lombok Tengah.<\/p>\n<p>Gempa Lombok juga berdampak pada sejumlah sarana SPAM perdesaan yang dibangun melalui program Pamsimas dan desa baru sasaran program Pamsimas 2018.\u00a0 Sebanyak 67\u00a0 desa sasaran program Pamsimas terkena dampak gempa, terdiri dari 38 desa lama dan 29 desa baru dengan perkiraan kerugian BLM APBN dan APBD berkisar Rp 14.905.298.900<\/p>\n<p>Untuk melakukan perbaikan terhadap sarana air minum sanitasi yang rusak, Pemerintah melalui Direktorat Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (PSPAM) Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 15.684.084.500.\u00a0 Dana tersebut akan digunakan untuk melakukan perbaikan sarana air minum yang rusak, dengan rincian alokasi:\u00a0 Kabupaten Lombok Timur\u00a0 Rp 2.399.292.000, Lombok Tengah\u00a0 Rp 797.036.000, Lombok Utara\u00a0 Rp 9.512.936.500, dan Sumbawa Barat Rp 2.974.820.000. \u00a0Pengalokasian anggaran yang tidak sedikit tersebut merupakan bentuk komitmen Kementerian PUPR untuk pelayanan kebutuhan air minum dan sanitasi di perdesaan yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya melalui Satker Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (PAM-BM).<\/p>\n<p>Pelaksanaan pembangunan (perbaikan) sarana air minum dan sanitasi yang rusak dan berakibat tidak optimalnya pelayanan air minum ke masyarakat, bahkan sampai tidak berfungsinya sarana, tinggal menunggu waktu saja. \u00a0Persiapan telah selesai dilakukan, seperti menyiapkan Rencana Kerja Masyarakat (RKM).\u00a0 Desa yang akan mendapat bantuan perbaikan bahkan sudah ditetapkan melalui Surat Keputusan \u00a0Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR nomor 63\/KPTS\/DC\/2019 tanggal 3 Juli 2019 tentang Penetapan Kabupaten\/Kota Penerima Dana Hibah Khusus Pamsimas Penanganan Pasca Bencana (HKP PPB) &#8211; Program Pamsimas Tahun Anggaran 2019.<\/p>\n<p>Sebanyak empat puluh (40) desa yang tersebar di 4 kabupaten di wilayah NTB mendapatkan HKP PPB.\u00a0 Rinciannya, 4 desa di Lombok Timur, 6 desa di Lombok Tengah, 22 desa di Lombok Utara, dan 8 desa di Sumbawa Barat.<\/p>\n<p>Bantuan yang sama juga diterima sejumlah desa Pamsimas di Kabupaten Donggala dan Sigi di Sulawesi Tengah yang juga terdampak bencana gempa dan tsunami.\u00a0 Kabupaten Donggala mendapatkan alokasi HKP PPB sebesar Rp 1.545.000.000 untuk rehabilitasi 6 desa, sedangkan Kabupaten Sigi sebesar Rp 4.050.000.000 untuk perbaikan sarana Pamsimas di 15 desa.\u00a0 Total alokasi HKP PPB untuk Sulawesi Tengah sebesar Rp Rp 5.595.000.000.<\/p>\n<p>Pada saat ini masyarakat tinggal menunggu turunnya DIPA.\u00a0 Masyarakat sudah tidak sabar untuk segera melakukan perbaikan sarana yang rusak sehingga dapat dimanfaatkan kembali dengan baik, terlebih saat ini musim kemarau panjang berakibat pada menurunya debit air.\u00a0 Akibat kemarau panjang masyarakat mulai banyak yang kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan hidup sehari-hari.<\/p>\n<p>Realisasi HKP PPB merupakan tindak lanjut kunjungan Direktur PSPAM Kementerian PUPR Ir Agus Ahyar, MSc ke lokasi terdampak bencana di Pulau Lombok dan Sulawesi Tengah.\u00a0 Ia turun ke\u00a0 lapangan untuk melihat secara langsung dampak yang ditimbulkan akibat gempa.\u00a0 Kunjungan lapangan Direktur PSPAM tersebut ditindaklanjuti Tim ROMS Pamsimas di NTB dan Sulawesi Tengah berkoordinasi dengan PPK Wilayah dan Team Leader NMC di tingkat pusat, serta Ka-Satker PSPAM dan Ketua PPMU di tingkat provinsi, untuk melakukan langkah-langkah berikutnya, yaitu melakukan survei pada seluruh sarana Pamsimas yang diduga mengalami kerusakan, baik rusak berat maupun ringan, yang berakibat sarana tidak berfungsi atau kurang berfungsi.<\/p>\n<p>Koordinator Pamsimas (PC) Provinsi NTB Mulyatno mewakili seluruh masyarakat desa penerima HKP PPB khususnya di wilayah NTB\u00a0 berharap DIPA HKP \u00a0PPB segera turun\u00a0 mengingat musim penghujan sudah semakin dekat.\u00a0 Bila perbaikan kerusakan dilakukan pada musim hujan dipastikan masyarakat akan kesulitan melakukan pembangunan mengingat kondisi tanah di daerah terdampak gempa masih relatif labil dan mudah longsor bila terguyur air hujan \u00a0(<em>Mulyatno-PC NTB\/Hartono Karyatin-Media Sp PAMSIMAS<\/em>)<\/p>\n<\/div><div class=\"fusion-separator\" style=\"align-self: center;margin-left: auto;margin-right: auto;margin-top:60px;margin-bottom:60px;width:100%;max-width:150px;\"><div class=\"fusion-separator-border sep-single sep-solid\" style=\"--awb-height:20px;--awb-amount:20px;--awb-sep-color:#55a098;border-color:#55a098;border-top-width:3px;\"><\/div><\/div><div class=\"awb-gallery-wrapper awb-gallery-wrapper-1 button-span-no\"><div style=\"margin:-1px;--awb-bordersize:0px;\" class=\"fusion-gallery fusion-gallery-container fusion-grid-4 fusion-columns-total-4 fusion-gallery-layout-grid fusion-gallery-1\"><div style=\"padding:1px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-zoomin\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-28585 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:1px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-zoomin\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-28584 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:1px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-zoomin\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-28583 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:1px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-zoomin\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-28971 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div class=\"clearfix\"><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":28584,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"rs_blank_template":"","rs_page_bg_color":"","slide_template_v7":"","footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[15,17],"tags":[],"class_list":["post-28581","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tulisan-berita","category-index-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28581","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=28581"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28581\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=28581"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=28581"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=28581"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}