{"id":25720,"date":"2019-03-13T10:21:29","date_gmt":"2019-03-13T03:21:29","guid":{"rendered":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=25720"},"modified":"2019-03-13T10:21:29","modified_gmt":"2019-03-13T03:21:29","slug":"melayani-di-tengah-keterbatasan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=25720","title":{"rendered":"Melayani di Tengah Keterbatasan"},"content":{"rendered":"<div class=\"fusion-fullwidth fullwidth-box fusion-builder-row-1 fusion-flex-container nonhundred-percent-fullwidth non-hundred-percent-height-scrolling\" style=\"--awb-border-radius-top-left:0px;--awb-border-radius-top-right:0px;--awb-border-radius-bottom-right:0px;--awb-border-radius-bottom-left:0px;--awb-flex-wrap:wrap;\" ><div class=\"fusion-builder-row fusion-row fusion-flex-align-items-flex-start fusion-flex-content-wrap\" style=\"max-width:calc( 1200px + 0px );margin-left: calc(-0px \/ 2 );margin-right: calc(-0px \/ 2 );\"><div class=\"fusion-layout-column fusion_builder_column fusion-builder-column-0 fusion_builder_column_1_1 1_1 fusion-flex-column\" style=\"--awb-bg-size:cover;--awb-width-large:100%;--awb-margin-top-large:0px;--awb-spacing-right-large:0px;--awb-margin-bottom-large:0px;--awb-spacing-left-large:0px;--awb-width-medium:100%;--awb-spacing-right-medium:0px;--awb-spacing-left-medium:0px;--awb-width-small:100%;--awb-spacing-right-small:0px;--awb-spacing-left-small:0px;\"><div class=\"fusion-column-wrapper fusion-flex-justify-content-flex-start fusion-content-layout-column\"><div class=\"fusion-text fusion-text-1\"><p><strong><em><span class=\"fusion-dropcap dropcap dropcap-boxed\" style=\"--awb-border-radius:6px;\">K<\/span>uningan, Jawa Barat<\/em><\/strong> \u2013 Menyelusuri Desa Lebakherang Kecamatan Ciwaru Kabupaten Kuningan ibarat menyusuri kembali jejak sejarah yang dialami oleh masyarakatnya. Dimulai sejak peradaban hindu yang ditandai oleh adanya jejak \u2018petilasan\u2019 (jejak sejarah) berupa makam yang dipercaya sebagai makam Ratu Bungsu era jaman hindu. \u00a0Pada era perkembangan awal Islam, era kolonialisme hingga perang kemerdekaan, masyarakat Desa Lebakherang ternyata bagian dari sejarah perjalanan republik dari masa ke masa.<\/p>\n<p>Desa Lebakherang terletek di sebelah barat daya ibu Kota Kecamatan Ciwaru, \u00a0berada pada ketinggian 250-300 dpl, dan beriklim tropis dengan suhu udara antara 21\u201332 derajat Celcius. \u00a0\u00a0Desa seluas\u00a0182.170\u00a0Ha terbagi dalam 3\u00a0Dusun, 3 RW dan 10 RT, dihuni oleh 391 KK (2018) atau 1.193 jiwa dengan kepadatan penduduk 645 jiwa per Km<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Seperti pada umumnya pedesaan dengan kontur pegunungan kadang mengalamai keterbatasan air bersih untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.\u00a0 Didorong atas keprihatinan tersebut masyarakat Desa Lebakherang mengajukan program Pamsimas pada tahun 2015. Kegiatan program Pamsimas dijalankan dengan dukungan penuh dari berbagai pihak dengan BLM sebesar Rp 220 Juta, \u00a0<em>in<\/em><em>&#8211;<\/em><em>cash<\/em> sebesar Rp 11 Juta, dan <em>in<\/em><em>&#8211;<\/em><em>kind<\/em> Rp 44 Juta.<\/p>\n<p>Kasdi, Sekretaris KPSPAMS \u2018Tirta Herang\u2019 Desa \u00a0Lebakherang menceritakan, sebelum ada program Pamsimas penduduk desa sedikit mengalami keterbatasan akses air minum saat musim kemarau. \u00a0Sampai sekarang saat kemarau datang debit air yang ada masih dianggap kurang, sehingga para pengelola masih mencari cara yang lebih efisien untuk menambah debit air, dintaranya mencari mata air lain atau dengan opsi pengeboran. Sumber air yang digunakan saat ini berasal dari tiga mata air, yaitu Cimaung, Cigintung dan Citangkupa yang berada dalam wilayah desa.<\/p>\n<p>Pada awalnya KPSPAMS hanya melayani sambungan rumah (SR) 70 unit, namun sampai tahun 2019 ini telah bertambah menjadi 257 sambungan. \u00a0Peningkatan sambungan rumah ini tidak lepas dari kinerja KPSPAMS \u201cTirta Herang\u201d yang diketuai Dasrim dan dukungan masyarakat dan pemerintah desa.<\/p>\n<p>Dengan tarif air yang berlaku <em>flat<\/em> mulai dari Rp 1.500 hingga Rp 3.000 perbulan dengan jumlah sambungan rumah sebanyak 257 unit, setiap bulannya terkumpul iuran Rp 1,6 Juta.\u00a0 Uang iuran yang terkumpul dibelanjakan untuk biaya operasional dan pemeliharaan (60%), dan sisanya 40% dialokasikan untuk PAD, sosial dan investasi.<\/p>\n<p>Atas capaian kinerja tersebut, tahun 2016 KPSPAMS \u2018Tirta Herang\u2019 mendapat alokasi dana APBDes untuk pengadaan watermeter sebanyak 45 unit, dan tahun 2017 mendapat program Hibah Air Minum Pedesaan (HAMP) dalam bentuk pemasangan watermeter 116 unit.\u00a0 Di tengah upaya untuk terus memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, KPSPAMS \u2018Tirta Herang\u2019 mendapatkan alokasi APBDes sebesar Rp 30 Juta yang dimanfaatkan untuk perbaikan <em>Intake<\/em> (bak pengumpul air) yang mengalami kerusakan akibat bencana alam di tahun yang sama.<\/p>\n<p>Banyak suka dan duka yang dialami Pengelola KPSPAMS selama mengelola sarana air minum dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Seperti diceritakan Anengsih, Bendahara KPSPAMS, hambatan pengelolaan bisa berasal dari alam seperti longsor dan banjir, serta hambatan dari masyarakat seperti seretnya pembayaran iuran dan perusakan sarana oleh tangan jahil. Hambatan lain yang tak kalah berat, \u00a0kurangnya dukungan regulasi dari Pemdes setempat untuk merevisi tarif dan pengenaan biaya administrasi (abondemen) guna memberikan pelayanan yang lebih baik. Tahun 2018 Pengelola KPSPAMS\u00a0 mencoba menyampaikan usulan perubahan tarif melalui mekanisme Peraturan Desa (Perdes). Namun sayangnya menurut Kasdi, usulan regulasi yang disodorkan kurang mendapatkan tanggapan positif.\u00a0 Akibatnya, pendapatan KPSPAMS belum mengalami peningkatan signifikan.<\/p>\n<p>Di balik hambatan yang senantiasa menghadang, tidak menyurutkan ikhtiar para pengelolanya untuk terus berkiprah menyediakan sarana air minum untuk masyarakat. Terbukti hingga saat ini pengelolaan sarana air minum terus berjalan dengan pemeliharaan\/pengecekan sarana perminggu, dan kadang incidental saat ada kejadian luar biasa. Pelaporan KPSPAMS terus disusun sebagai bagian dari transparansi dan akuntabilitas. Dan masyarakat terus dilayani dalam menarik tarif dan perbaikan kerusakan. Anengsih mengatakan, hambatan dan kendala akan menjadi media pembelajaran yang berharga untuk menganalisa benang kusut pengelolaan sarana air minum. Interaksi dengan masyarakat, melakukan dialog dan pendekatan positif menjadi energi yang tidak akan surut dalam menjalankan program yang di amanahkan kepada KPSPAMS \u2018Tirta Herang\u2019. <em>(<\/em><em>Ahmad Rifai-FM CD Kab. Kuningan\/Hartono Karyatin-Adv &amp; Media Sp Pamsimas)<\/em><\/p>\n<\/div><div class=\"fusion-separator\" style=\"align-self: center;margin-left: auto;margin-right: auto;margin-top:60px;margin-bottom:60px;width:100%;max-width:150px;\"><div class=\"fusion-separator-border sep-single sep-solid\" style=\"--awb-height:20px;--awb-amount:20px;--awb-sep-color:#55a098;border-color:#55a098;border-top-width:3px;\"><\/div><\/div><div class=\"awb-gallery-wrapper awb-gallery-wrapper-1 button-span-no\"><div style=\"margin:-1px;--awb-bordersize:0px;\" class=\"fusion-gallery fusion-gallery-container fusion-grid-4 fusion-columns-total-4 fusion-gallery-layout-grid fusion-gallery-1\"><div style=\"padding:1px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-zoomin\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-25721 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:1px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-zoomin\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-25722 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:1px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-zoomin\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-25723 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:1px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-4 hover-type-zoomin\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-25724 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div class=\"clearfix\"><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":25721,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"rs_blank_template":"","rs_page_bg_color":"","slide_template_v7":"","footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-25720","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tulisan-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25720","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=25720"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25720\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=25720"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=25720"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=25720"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}