{"id":1506,"date":"2018-03-21T14:49:06","date_gmt":"2018-03-21T07:49:06","guid":{"rendered":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=1506"},"modified":"2018-03-21T14:49:06","modified_gmt":"2018-03-21T07:49:06","slug":"peningkatan-kapasitas-provinsi-susun-rad-ampl","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=1506","title":{"rendered":"Peningkatan Kapasitas Provinsi Susun RAD AMPL"},"content":{"rendered":"<div class=\"fusion-fullwidth fullwidth-box fusion-builder-row-1 fusion-flex-container nonhundred-percent-fullwidth non-hundred-percent-height-scrolling\" style=\"--awb-border-radius-top-left:0px;--awb-border-radius-top-right:0px;--awb-border-radius-bottom-right:0px;--awb-border-radius-bottom-left:0px;--awb-flex-wrap:wrap;\" ><div class=\"fusion-builder-row fusion-row fusion-flex-align-items-flex-start fusion-flex-content-wrap\" style=\"max-width:calc( 1200px + 0px );margin-left: calc(-0px \/ 2 );margin-right: calc(-0px \/ 2 );\"><div class=\"fusion-layout-column fusion_builder_column fusion-builder-column-0 fusion_builder_column_1_1 1_1 fusion-flex-column\" style=\"--awb-bg-size:cover;--awb-width-large:100%;--awb-margin-top-large:0px;--awb-spacing-right-large:0px;--awb-margin-bottom-large:0px;--awb-spacing-left-large:0px;--awb-width-medium:100%;--awb-spacing-right-medium:0px;--awb-spacing-left-medium:0px;--awb-width-small:100%;--awb-spacing-right-small:0px;--awb-spacing-left-small:0px;\"><div class=\"fusion-column-wrapper fusion-flex-justify-content-flex-start fusion-content-layout-column\"><div class=\"fusion-text fusion-text-1\"><p><strong><em><span class=\"fusion-dropcap dropcap dropcap-boxed\" style=\"--awb-border-radius:6px;\">Y<\/span>ogyakarta<\/em> <\/strong>&#8211; CPMU bekerjasama dengan CPIU Ditjen Bina Pembangunan Daerah\u00a0 Kementerian Dalam Negeri menyelenggarakan Lokakarya Peningkatan Kapasitas Provinsi untuk Penyusunan RAD AMPL bagi Kabupaten Baru Program Pamsimas TA 2017, di Yogyakarta (5-9 September 2017).\u00a0 Penyelenggaraan lokakarya dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan, dan kemampuan aparat Pemerintah Provinsi\u00a0 dalam memfasilitasi Pelatihan Penyusunan RAD AMPL (Rencana Aksi Daerah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan) yang wajib disusun bagi kabupaten baru peserta program Pamsimas.\u00a0 Disamping itu juga untuk mejamin kesamaan pemahaman tentang materi pelatihan dan memastikan kesiapan para pemandu dalam memfasilitasi kegiatan Pelatihan Penyusunan RAD AMPL Program\u00a0 Pamsimas Tahun 2017.<\/p>\n<p>Lokakarya diikuti sekitar 150 orang peserta yang berasal dari 33 provinsi dan dari pusat.\u00a0 Peserta dari provinsi mewakili unsur-unsur\u00a0 Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta didampingi oleh Tenaga Ahli Pemerintah Daerah Program Pamsimas dari provinsi masing-masing.<\/p>\n<p>Lokakarya dibuka secara resmi oleh Plt. Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Diah Indrajati, yang ditandai dengan pemukulan gong.\u00a0 Hadir dalam pembukaan Lokakarya itu Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintah Daerah II Ditjen Bina Bangda Kemendagri, A Damenta, dan Tirta Sutedjo dari Direktorat Perkotaan, Perumahan dan Permukiman Bappenas, serta Kasubdit Perumahan dan Kawasan Permukiman Ditjen Bina Bangda Kemendagri, Zanariah yang sekaligus menyampaikan laporan Panitia.<\/p>\n<p>Dalam kata sambutan sekaligus arahannya, Dirjen Bina Bangda menyampaikan bahwa target 100 % Air Minum dan 100 % Sanitasi dinilainya sudah waktunya untuk di-<em>patok<\/em>. \u00a0Demi mempercepat orientasi tersebut, Pemerintah memfasilitasi pelaksanaan program Pamsimas,\u00a0 yang untuk saat ini telah menginjak fase ketiga. Upaya ini untuk memperkuat <em>mainstreaming<\/em> atau pengarusutamaan AMPL dalam kebijakan pembangunan.<\/p>\n<p>Pemda sebagai penyelenggara pembangunan di daerah wajib tunduk pada strategi dan kebijakan nasional terhadap penyediaan air minum dan sanitasi. Ditjen Bina Bangda dan seluruh hierarki pemerintahan memiliki wewenang untuk mengevaluasi. Evaluasi terhadap belanja daerah untuk membiayai SPM AMPL yang kemudian dikunci pada Pasal 293 UU No. 23 Tahun 2014 (UU tentang Pemerintah Daerah). \u00a0Oleh sebab itu Pemda tidak boleh menolak menjalankan kebijakan prioritas nasional sebagaimana tercantum dalam RPJMN.<\/p>\n<p>Sanksi akan diberikan kepada para Kepala Daerah yang tidak melaksanakan urusan wajib melalui mekanisme pembinaan dan pengawasan. Oleh sebab itu, Pemda harus mengikuti amanah kebijakan nasional. Demi menunjang amanah tersebut, Ditjen Bina Bangda menerbitkan Permendagri No. 32 Tahun 2017 tentang Prioritas Rencana Kegiatan Daerah (RKD) tahun 2018. Diharapkan, tiap daerah tidak memiliki perencanaan yang berbeda dengan prioritas nasional. \u00a0Air Minum dan Sanitasi adalah salah satu bagian dari urusan wajib perumahan dan permukiman yang konkuren (pelaksanaannya dapat dibagi dengan Pemda).<\/p>\n<p>Melengkapi Permendagri tersebut telah diusulkan pengaturan RPP SPM (Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Standar Pelayanan Minimum) yang saat ini sudah di meja Presiden. \u00a0Dengan RPP tersebut diharapkan Pemda tidak kesulitan lagi mencari pedoman dalam perencanaan pembangunan daerah. \u00a0Termasuk untuk diakomodasi dalam dokumen penunjang seperti RAD AMPL sebagai rencana pengembangan kapasitas Air Minum dan Sanitasi.<\/p>\n<p>\u201cTinggalkan rutinitas, kembangkan inovasi\u201d, demikian Diah menegaskan. Kesuksesan diyakini jika tidak bekerja <em>as usual<\/em>. Sehingga\u00a0 pengembangan RAD AMPL diharapkan bisa menjadi <em>channeling<\/em> atau <em>tools<\/em> program bagi masing-masing SKPD terkait dalam penyediaan akses AMPL. <em>Cross cutting issues<\/em> antar sektor sangat kental dalam program ini.<\/p>\n<p>Lebih lanjut Dirjen menyampaikan, pembangunan daerah dalam bidang AMPL merupakan bagian dari pembangunan nasional. Dukungan penuh akan selalu diberikan melalui kebijakan nasional. \u00a0Jika ternyata capaian Pemda masih sangat rendah maka harus dievaluasi. \u00a0Alokasi APBD Pemda untuk AMPL mesti selalu ditingkatkan agar cakupan pencapaian target akses universal segera tercapai. Jangan sampai RKPD menyisakan beban anggaran.\u00a0 Jika <em>carry over<\/em>-nya sangat tinggi akan menjadi beban bagi RKPD pada tahun-tahun berikutnya. RAD AMPL ini merupakan instrumen untuk menaikkan APBD dan RKPD. RAD AMPL akan dinilai sangat bermanfaat jika digunakan untuk pengembangan RAD AMPL di daerah. \u00a0Peran bapak- ibu para peserta Lokalatih inilah salah satu kunci keberlanjutan.<\/p>\n<p>Mengakhiri sambutannya, Diah Indrajati menyampaikan harapannya agar dokumen RAD AMPL bukan macan kertas, tetapi bergigi dalam rencana maupun realisasinya.\u00a0 \u00a0\u201cPercuma jika RAD AMPL menjadi macan kertas, yang cuma garang sebagai dokumen tapi tak berarti apa-apa dalam perencanaan pembangunan daerah. Alias hanya disimpan sebagai arsip. Jangan sampai hal ini terjadi, oleh karena itu harus dikawal ketat,\u201d demikian Dirjen Bina Bangda penegaskan.<\/p>\n<p>Sekretaris Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta \u00a0Gatot Saptadi dalam sambutannya mengamini bahwa RAD AMPL harus terintegrasi dengan perencanaan pembangunan daerah sehingga akan mudah untuk diakomodasi dalam RKPD dan dianggarkan melalui APBD.<\/p>\n<p>Program Pamsimas saat ini memasuki tahap ketiga (2016 \u2013 2019) dan diikuti oleh 365 Kabupaten yang tersebar di 33 provinsi di seluruh Indonesia.\u00a0 Program Pamsimas sebelumnya (Pamisams I dan II) yang dilaksanakan tahun 2008 &#8211; 2015, diikuti oleh 233 Kabupaten\/Kota di seluruh Indonesia.\u00a0 Adanya sejumlah kabupaten baru peserta program Pamsimas III menjadi alasan perlunya dilakukan lokakarya ini.<span style=\"font-size: 12px;\"> (Tomy Risqi &#8211; TA Local Government CMAC\/ Hartono Karyatin \u2013 SosMed Communications)<\/span><\/p>\n<\/div><div class=\"fusion-separator\" style=\"align-self: center;margin-left: auto;margin-right: auto;margin-top:60px;margin-bottom:60px;width:100%;max-width:150px;\"><div class=\"fusion-separator-border sep-single sep-solid\" style=\"--awb-height:20px;--awb-amount:20px;--awb-sep-color:#55a098;border-color:#55a098;border-top-width:3px;\"><\/div><\/div><div class=\"awb-gallery-wrapper awb-gallery-wrapper-1 button-span-no\"><div style=\"margin:-1px;--awb-bordersize:0px;\" class=\"fusion-gallery fusion-gallery-container fusion-grid-3 fusion-columns-total-3 fusion-gallery-layout-grid fusion-gallery-1\"><div style=\"padding:1px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-3 hover-type-zoomin\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-24039 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:1px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-3 hover-type-zoomin\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-24038 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:1px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-3 hover-type-zoomin\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-24040 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div class=\"clearfix\"><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":15403,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[15,17],"tags":[],"class_list":["post-1506","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tulisan-berita","category-index-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1506","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1506"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1506\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1506"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1506"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1506"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}