{"id":14358,"date":"2018-07-13T12:52:20","date_gmt":"2018-07-13T05:52:20","guid":{"rendered":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=14358"},"modified":"2018-07-13T12:52:20","modified_gmt":"2018-07-13T05:52:20","slug":"warga-kesulitan-air-minum-di-musim-hujan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=14358","title":{"rendered":"Warga Kesulitan Air Minum di Musim Hujan"},"content":{"rendered":"<div class=\"fusion-fullwidth fullwidth-box fusion-builder-row-1 fusion-flex-container nonhundred-percent-fullwidth non-hundred-percent-height-scrolling\" style=\"--awb-border-radius-top-left:0px;--awb-border-radius-top-right:0px;--awb-border-radius-bottom-right:0px;--awb-border-radius-bottom-left:0px;--awb-flex-wrap:wrap;\" ><div class=\"fusion-builder-row fusion-row fusion-flex-align-items-flex-start fusion-flex-content-wrap\" style=\"max-width:calc( 1200px + 0px );margin-left: calc(-0px \/ 2 );margin-right: calc(-0px \/ 2 );\"><div class=\"fusion-layout-column fusion_builder_column fusion-builder-column-0 fusion_builder_column_1_1 1_1 fusion-flex-column\" style=\"--awb-bg-size:cover;--awb-width-large:100%;--awb-margin-top-large:0px;--awb-spacing-right-large:0px;--awb-margin-bottom-large:0px;--awb-spacing-left-large:0px;--awb-width-medium:100%;--awb-spacing-right-medium:0px;--awb-spacing-left-medium:0px;--awb-width-small:100%;--awb-spacing-right-small:0px;--awb-spacing-left-small:0px;\"><div class=\"fusion-column-wrapper fusion-flex-justify-content-flex-start fusion-content-layout-column\"><div class=\"fusion-text fusion-text-1\"><p><em>\u201cUntuk menangani kesulitan air minum warga, pemerintah Desa Mamala merencanakan pembangunan sumur bor sebanyak 3 unit pada tahun 2018 ini, mudah-mudahan dapat mengurangi beban warga masyarakat\u201d. Ramli Malawa, Raja sekaligus Kepala Desa Mamala<\/em><em>.<\/em><\/p>\n<p><strong><em><span class=\"fusion-dropcap dropcap dropcap-boxed\" style=\"--awb-border-radius:6px;\">M<\/span>aluku<\/em><\/strong> -Air sama dengan kehidupan, bila saja air tidak tersedia maka \u00a0kehidupan itu\u00a0\u00a0 akan berhenti. Sejak pertama kali manusia menginjakkan kaki dipermukaan bumi maka kebutuhan mengenai air, baik untuk keperluan minum, mandi, dan mencuci adalah kebutuhan yang utama. Sama pentingnya dengan nafas kita yang setiap hari keluar \u2013 masuk melalui indera pernafasan, yang ketika tidak lagi berfungsi maka pada saat itu kehidupanpun akan berhenti. Analogi ini mengindikasikan bahwa tanpa air semua akan berakhir. Ingin dikatakan bahwa keberadaan air sangat besar pengaruhnya di dalam kehidupan manusia di muka bumi.<\/p>\n<p>Itulah kira-kira gambaran yang dijumpai oleh Tim Advisory Pamsimas III, Endang SR. dan Desy bersama Nur Assaggaf, Kabid PMD Dinas PMD Provinsi Maluku, serta LGS Provinsi Maluku, Muhammad Rustam pada saat melakukan kunjungan ke Desa Mamala Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah tanggal 5 Juli 2018. Dalam kunjungannya yang diterima langsung oleh Kepala Desa Mamala sekaligus sebagai Raja Mamala dan Ibu bersama dengan segenap aparat desa, pengurus KKM dan beberapa unsur masyarakat lainnya di desa tersebut, Endang\u00a0 menyampaikan bahwa, \u201c kehadiran kami di Desa Mamala bersama dengan Kabid PMD Provinsi Maluku, Ibu Nur dan TA LG ROMS Pamsimas Maluku Mas Rustam adalah untuk menyampaikan bahwa dalam waktu yang tidak terlalu lama kami akan melaksanakan Pelatihan Pemda kluster Provinsi Maluku dimana Desa Mamala ini di posisikan sebagai lokasi untuk kegiatan studi lapangan. Olehnya karena itu kami hadir memberikan informasi kepada Bapak Kepala\u00a0 Desa Mamala selaku Bapak Raja di desa ini sekaligus meminta izin\u00a0 untuk ditempati desa ini melakukan studi lapangan.\u201d<\/p>\n<p>Kehadiran Program Pamsimas dimaksudkan untuk membantu warga masyarakat mengatasi permasalahannya terutama yang berkaitan dengan pelayanan air minum dan sanitasi. Selain itu, konsep pemberdayaan\u00a0 masyarakat yang melekat pada program ini dimaksudkan sebagai strategi pelaksanaan kegiatan untuk membangun masyarakat agar sadar secara kritis dalam melihat keadaan lingkungannya. Kesadaran yang tumbuh dari masyarakat diharapkan dapat mendorong prakarsa dan swadaya warga dalam melakukan kegiatan di desanya. Endang juga menegaskan,\u201dPamsimas tidak semata-mata menangani air minum tetapi juga sanitasi masyarakat, karena itu pembangunan MCK (Mandi Cuci dan Kakus), CTPK (Cuci Tangan Pakai Sabun) bagi anak di sekolah, kegiatan pemicuan jamban sehat\u00a0 semua dimaksudkan untuk mendukung kegiatan sanitasi tersebut. Mengenai pelayanan air minum bagi warga masyarakat, tentu diharapkan agar berlanjut terus\u2013menerus, perlu ada partisipasi warga dalam memberikan kontribusi berupa iuran pemakaian air yang dikelola oleh KPSPAM desa, bagaimana menetapkan besaran iuran tersebut harus disepakati bersama dengan warga melalui keputusan bersama masyarakat \u201d. Lebih lanjut dikatakan, \u201cDalam kegiatan studi lapangan nanti kami berharap dari Kepala Desa kiranya berkenan memberikan informasi mengenai perkembangan kegiatan Program Pamsimas di desanya. Selain itu kami juga menyampaikan kiranya KPSPAM dan Panitia Pelaksana Kegiatan berkenan memberikan informasi \u00a0masing-masing mengenai pelaksanaan tugas \u2013 tugas pengawalan pembangunan SPAMS, dan proses perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan pembangunan SPAMS di desa\u201d.<\/p>\n<p>Mendapat kunjungan dari Tim Advisory Pamsimas, Kepala Desa Mamala Ramli Malawat menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan penuh yang diberikan oleh Program Pamsimas untuk menempatkan kegiatan studi lapangan di Desa Mamala. Kepala Desa yang biasa di panggil Bapak Raja tersebut mengetengahkan, \u201ckalau berbicara tentang pengambilan keputusan maka di desa ini ada lembaga sekaligus sebagai forum pengambilan keputusan yang di sebut <strong><em>\u201cSaniri\u201d<\/em><\/strong>, pengurus Saniri terdiri dari para tokoh masyarakat dan unsur masyarakat lainnya. Namun demikian untuk menjalankan keputusan Saniri harus juga disepakati oleh warga masyarakat, terkait dengan Program Pamsimas, dapat kami jelaskan bahwa, warga masyarakat sudah mengakses air, namun demikian iuran warga belum berjalan, meteran air juga belum ada, karena belum ada payung hukumnya dari desa. Payung hukum desa ini ditetapkan di dalam Forum Saniri tersebut\u201d. Kepala desa melanjutkan, \u201cDi Desa Mamala ada masalah berkaitan dengan suplai air ke bak penampungan terutama pada saat musim hujan, karena pipa air macet, dipenuhi dengan lumpur sehingga warga tidak mendapat pasokan air dari bak penampungan tersebut, beda halnya ketika musim kemarau air mengalir dengan lancar\u201d. \u00a0Dalam kesempatan terpisah, Ibu Rosna Malawat, salah seorang warga Desa Mamala menuturkan, \u201cUntuk memenuhi kebutuhan air minum, warga mengambil air bersih dari \u201cAir Besar\u201d dengan harga Rp. 1.000 per dirigen\u201d.\u00a0 Ramli Malawat yang telah menjabat\u00a0 Kepala Desa Mamala selama 3 tahun, kembali mengatakan, \u201cuntuk menangani kesulitan air minum warga, Pemerintah Desa Mamala merencanakan pembangunan sumur bor sebanyak 3 unit pada tahun 2018 ini, mudah-mudahan dapat mengurangi beban warga masyarakat\u201d.<\/p>\n<p>Nur Assagaf memberikan penekanan tentang kelembagaan desa seperti KKM, KPSPAMS, Satuan Pelaksana Kegiatan yang memegang\u00a0 peran penting dalam kegiatan Pamsimas di desa. \u201cLembaga-lembaga desa tersebut merupakan simbol kepedulian masyarakat desa yang berperan membantu menyelesaikan berbagai masalah yang muncul di desa terutama yang berkaitan dengan air minum dan sanita bagi masyarakat.\u201d Kepedulian ini perlu dijaga dan dirawat agar tidak mengalami kelunturan sehingga warga masyarakat lainnya dapat merasakan manfaatnya. \u00a0Kabid PMD pada Dinas PMD Maluku ini menegaskan kembali bahwa, \u201cUntuk menangani persoalan air minum dan sanitasi masyarakat di desa melalui Program Pamsimas, dibutuhkan data yang akurat, agar perencanaan masyarakat menghasilkan program dan kegiatan yang\u00a0 tepat serta dapat menyelesaikan masalah secara tuntas.\u201d<\/p>\n<p>Dalam kesempatan tersebut, Endang kembali menuturkan, \u201cHasil perencanaan desa melalui Pamsimas dapat dilihat pada dokumen PJM ProAKSi (Perencanaan Jangka Menengah Program Air Minum, Kesehatan, dan Sanitasi) dan RKM (Rencana Kerja Masyarakat) yang disusun oleh warga masyarakat setempat, namun demikian PJM Pro AKSi ini tidaklah cukup untuk dibiayai apabila tidak sinkron dengan RPJMDesa sehingga perlu dilakukan sinkronisasi PJM ProAKSi dengan RPJMDesa dan RKP desa. Selain itu kelembagaan yang ada di desa seperti KPSPAMS bertanggungjawab menyusun bisnis plan yang mengurusi air minum dan sanitasi masyarakat\u201d.\u00a0 Selanjutnya, Advisory Pamsimas tersebut menjelaskan kepada Kepala Desa bahwa pada pelaksanaan Studi Lapangan nanti, kami\u00a0 meminta perkenan Kepala Desa\u00a0 untuk memberikan kata sambutan selain mempresentasekan perkembangan kegiatan Pamsimas di desa. Ketersediaan kader masyarakat memberikan laporan perkembangan kegiatan yang dilanjutkan dengan diskusi kelompok. Kami selalu berharap agar kehadiran Program Pamsimas dapat memberikan kesejukan kepada warga masyarakat desa\u201d, kuncinya, ujar Muhammad Rustam \u2013 LGS ROMS 17 Maluku. <span style=\"font-size: 12px;\">(Muhammad Rustam, LGS Provinsi Maluku;Deddy S \u2013WDA NMC)<\/span><\/p>\n<\/div><div class=\"fusion-separator\" style=\"align-self: center;margin-left: auto;margin-right: auto;margin-top:60px;margin-bottom:60px;width:100%;max-width:150px;\"><div class=\"fusion-separator-border sep-single sep-solid\" style=\"--awb-height:20px;--awb-amount:20px;--awb-sep-color:#55a098;border-color:#55a098;border-top-width:3px;\"><\/div><\/div><div class=\"awb-gallery-wrapper awb-gallery-wrapper-1 button-span-no\"><div style=\"margin:-1px;--awb-bordersize:0px;\" class=\"fusion-gallery fusion-gallery-container fusion-grid-3 fusion-columns-total-3 fusion-gallery-layout-grid fusion-gallery-1\"><div style=\"padding:1px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-3 hover-type-zoomin\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-14359 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:1px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-3 hover-type-zoomin\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-23446 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:1px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-3 hover-type-zoomin\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-23447 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div class=\"clearfix\"><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":14359,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"rs_blank_template":"","rs_page_bg_color":"","slide_template_v7":"","footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-14358","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tulisan-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14358","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=14358"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14358\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=14358"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=14358"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=14358"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}