{"id":14189,"date":"2018-07-02T16:50:13","date_gmt":"2018-07-02T09:50:13","guid":{"rendered":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=14189"},"modified":"2018-07-02T16:50:13","modified_gmt":"2018-07-02T09:50:13","slug":"prakarsa-kolaborasi-warga-desa-puncak-monapa-wujudkan-spams-perdesaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=14189","title":{"rendered":"Prakarsa &#038; Kolaborasi Warga Desa Puncak Monapa Wujudkan Spams Perdesaan"},"content":{"rendered":"<div class=\"fusion-fullwidth fullwidth-box fusion-builder-row-1 fusion-flex-container nonhundred-percent-fullwidth non-hundred-percent-height-scrolling\" style=\"--awb-border-radius-top-left:0px;--awb-border-radius-top-right:0px;--awb-border-radius-bottom-right:0px;--awb-border-radius-bottom-left:0px;--awb-flex-wrap:wrap;\" ><div class=\"fusion-builder-row fusion-row fusion-flex-align-items-flex-start fusion-flex-content-wrap\" style=\"max-width:calc( 1200px + 0px );margin-left: calc(-0px \/ 2 );margin-right: calc(-0px \/ 2 );\"><div class=\"fusion-layout-column fusion_builder_column fusion-builder-column-0 fusion_builder_column_1_1 1_1 fusion-flex-column\" style=\"--awb-bg-size:cover;--awb-width-large:100%;--awb-margin-top-large:0px;--awb-spacing-right-large:0px;--awb-margin-bottom-large:0px;--awb-spacing-left-large:0px;--awb-width-medium:100%;--awb-spacing-right-medium:0px;--awb-spacing-left-medium:0px;--awb-width-small:100%;--awb-spacing-right-small:0px;--awb-spacing-left-small:0px;\"><div class=\"fusion-column-wrapper fusion-flex-justify-content-flex-start fusion-content-layout-column\"><div class=\"fusion-text fusion-text-1\"><p><span style=\"font-size: 14px;\"><em><strong><span class=\"fusion-dropcap dropcap dropcap-boxed\" style=\"--awb-border-radius:6px;\">K<\/span>olaka, Sultra<\/strong><\/em> &#8211; Desa Puncak Monapa di Kecamatan Lasusua Kabupaten Kolaka Utara Sulawesi Tenggara dihuni sekitar 1.592 jiwa terbagi dalam 328 KK. Selama bertahun-tahun akses terhadap air bersih menjadi permasalahan warga dan berdampak pada sanitasi. Permasalah utama adalah ketiadaan sumber air bersih di desa.\u00a0 Sumber air bersih atau mata air yang ada berada di pegunungan dengan medan terjal yang hanya bisa diakses dengan kendaraan bermotor jenis trail.\u00a0 Lokasinyapun cukup jauh, sekitar 5 Km dari perkampungan warga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14px;\">Kondisi yang memprihatinkan tersebut dialami warga selama bertahun-tahun sehingga memunculkan kesadaran sekelompok masyarakat setempat untuk keluar dari permasalahan. Mereka bersama-sama berusaha mencari jalan keluar melalui perbincangan, diskusi hingga ke rembug warga.\u00a0 Permasalahan air bersih tersebut setiap tahunnya mengemuka di musyawarah desa.\u00a0 Walau hal tersebut menjadi kebutuhan utama warga namun sulit untuk dipenuhi.\u00a0 Kendalanya adalah keterbatasan dana desa yang ada, apalagi jarak sumber air yang jauh dari perkampungan warga dengan medan cukup sulit sehingga dibutuhkan biaya tidak sedikit.\u00a0 Dana desa yang bersumber dari APBN masih sangat terbatas bila dialokasikan ke berbagai kebutuhan pembangunan infrastruktur prioritas lainnya yang juga merupakan prioritas pembangunan seperti jalan, irigasi, dan lain-lain. Pendek kata, warga dan pemerintah desa memiliki komitmen untuk menghadirkan sarana air minum yang memadai bagi warganya dengan alokasi anggaran yang sangat terbatas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14px;\">Sekelompok penggiat desa mencoba menghitung-hitung kebutuhan anggaran untuk membangun jaringan air minum dari sumber air di pegunungan \u00a0ke perkampungan warga dengan komponen-komponen peralatan yang dibutuhkan. \u00a0Hasil hitungan biaya didiskusikan dengan aparat desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Menurut perhitungan diperlukan biaya cukup besar dan desa hanya mampu mengalokasikan anggaran10-15% dari total biaya yang dibutuhkan untuk setiap tahunnya.\u00a0Dengan demikian kalau dibangun secara bertahap sesuai alokasi anggaran akan membutuhkan waktu sekitar 10 tahun, belum lagi kebutuhan biaya untuk pemeliharaan sarana terbangun. Memang warga menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi untuk berswadaya demi terbangunnya sarana air.\u00a0 Namun kemampuan warga sangat terbatas mengingat sebagian\u00a0 besar penduduk desa tergolong berpenghasilan rendah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14px;\">Hingga kemudian Desa Puncak Monapa diundang ke Ibu Kota Kabupaten Kolaka Utara untuk menghadiri kegiatan sosialisasi program Pamsimas tingkat kabupaten.\u00a0 Pertemuan tersebut mensosialisasikan program Pamsimas, sekaligus menjaring minat desa-desa yang memiliki permasalahan terkait dengan air minum dan sanitasi beserta persyaratannya.\u00a0 Perwakilan Desa yang hadir sangat antusias mengikuti pertemuan tersebut dengan harapan permasalahan air bersih di desa segera mendapat solusi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14px;\">Gayung bersambut antara cita-cita warga Desa Puncak Monapa dengan tujuan dari pertemuan tersebut.\u00a0Singkat cerita,\u00a0 tanpa berfikir panjang, Desa \u00a0menyatakan minat untuk bergabung dengan program Pamsimas dan siap memberikan kontribusi sebagaimana yang dipersyaratkan bagi peserta program Pamsimas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14px;\">Maka dilakukanlah pertemuan desa dalam rangka mensosialisasikan program kepada masyarakat, sekaligus meneguhkan kembali komitmen desa untuk menyiapkan <em>sharing<\/em> anggaran dan meminta kesediaan warga untuk berswadaya dan berkontribusi. Wargapun menyambut dengan antusias.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14px;\">Sejak upaya persiapan dan perencanaan pembangunan sarana air minum diwarnai oleh antusiasme warga. \u00a0Tingkat partisipasi warga dan pemerintah desa sudah terbangun pada saat kegiatan pengkajian bersama tentang keadaan desa berupa pemahaman potensi dan permasalahan air minum dan sanitasi (IMAS) sebagai awal dari perencanaan\u00a0 bersama. Kegiatan difasilitasi oleh Fasilitator Masyarakat yang ditugaskan oleh Pamsimas mendampingi masyarakat dalam menjalankan tahapan-tahapan proses persiapan, perencanaan, pelaksanaan dan keberlanjutan kegiatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14px;\">Karena program berorientasi : <em>dari, oleh dan untuk masyarakat<\/em><em>, <\/em>maka dibuatlah usulan (proposal) atau rencana kegiatan masyarakat oleh masyarakat sendiri berupa rencana sistem penyediaan air minum dengan opsi jaringan perpipaan grafitasi yang bersumber dari mata air pegunungan yang akan dialirkan ke parkampungan warga.\u00a0 Anggaran yang dibutuhkan sebesar \u00a0Rp 350 Juta, dengan sumber dana dari BLM Pamsimas Rp 245 Juta, <em>sharing<\/em> APBDesa 10% sebesar Rp 35 Juta, dan swadaya masyarakat dalam bentuk in-cash sebesar Rp 14 Juta dan \u00a0in-kind senilai Rp 56 Juta, untuk melayani \u00a0770 jiwa (154 KK) warga sebagai pemanfaat air bersih.\u00a0 Rencana Kerja Masyarakat (RKM) tersebut disetujui pihak Kabupaten sehingga Desa Puncak Monapa ditetapkan sebagai desa sasaran Pamsimas tahun 2017.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14px;\">Alhasil dengan semangat keswadayaan dan gotong-royong, terbangunlah sarana air minum dengan opsi jaringan perpipaan grafitasi yang bersumber dari mata air pegunungan berkapasitas 5 liter per detik, dengan kapasitas system terpasang sebesar 3,6 liter per detik. Jarak antara mata air dengan perkampungan yang cukup jauh dan medan yang terjal tidak menjadi hambatan bagi Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) dalam melaksanakan kegiatan pembangunan jaringan air minum di lapangan. Mereka selalu berprinsip : <em>air adalah sumber kehidupan yang membutuhkan kerja nyata untuk kemaslahatan bersama dan anak cucu\u00a0 yang akan menikmati hasilnya. Kalau bukan kita, siapa lagi, kalau tidak sekarang kapan lagi. <\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14px;\">Komitmen Pemerintah Desa akan dana sharing APBDes 10% juga telah dibuktikan melalui dokumen perencanaan dan penganggaran desa yang terealisasi dengan lancar. Kepala desa dan masyarakat yang diwakili oleh BPD juga terlibat aktif dalam mengawasi penyelesaian pembangunan sarana air minum oleh KKM.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14px;\">Alhamdulillah, setelah semuanya terbangun, KKM yang bertanggungjawab terhadap penyelesaian pembangunan sarana air minum, selanjutnya menyerahkan hasil pekerjaannya kepada masyarakat sebagai pemanfaat.\u00a0 Selanjutnya sarana yang telah terbangun tersebut diserahkan kepada KP-SPAMS Desa Puncak Monapa yang diketuai Rabin dengan dibantu lima orang kader desa, yang bertugas melakukan pengelolaan dan pemeliharaan sarana air minum desa secara berkelanjutan. Untuk keperluan tersebut disepakati \u00a0iuran secara gotong royong oleh setiap rumah tangga.\u00a0 Setiap KK dikenakan iuran air sebesar Rp 15 Ribu per bulan, sedangkan untuk pengusaha dikenakan biaya Rp 100 per bulan. Kesepakatan ini diterima dengan senang hati oleh segenap warga dan hasil kesepakatan ini kemudian akan ditindak lanjuti oleh BPD untuk dikukuhkan dalam Peraturan Desa (Perdes) tentang pemeliharan \u00a0dan operasional SPAMS Perdesaan, sebagai norma yang mengikat dan menjamin keberlanjutan jaringan air minum yang sudah dibangun dengan susah payah secara \u201cberjamaah\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14px;\">Pemerintah desa dan masyarakat sangat merasakan berkah dan manfaat dari kehadiran sistem penyediaan air minum dan sanitasi di desa, yang lahir dari prakarsa warga dan merupakan hasil dari kolaborasi pemerintah desa dan Pamsimas. Air sebagai sumber kehidupan dan penghidupan sudah mengalir dan akan terus dipelihara sehingga memberi manfaat bagi warga selamanya.\u00a0 Itulah komitmen warga Desa Puncak Monapa mengingat air dan sanitasi adalah kebutuhan dasar mereka (<em>Mahsus<\/em><em>&#8211;<\/em><em>DC Kolaka<\/em><em>\/Kaimuddin-<\/em><em>TA CD-CB SULTRA\/Hartono Karyatin-Advocacy &amp; Media Sp. NMC<\/em>).<\/span><\/p>\n<\/div><div class=\"fusion-separator\" style=\"align-self: center;margin-left: auto;margin-right: auto;margin-top:60px;margin-bottom:60px;width:100%;max-width:150px;\"><div class=\"fusion-separator-border sep-single sep-solid\" style=\"--awb-height:20px;--awb-amount:20px;--awb-sep-color:#55a098;border-color:#55a098;border-top-width:3px;\"><\/div><\/div><div class=\"awb-gallery-wrapper awb-gallery-wrapper-1 button-span-no\"><div style=\"margin:-1px;--awb-bordersize:0px;\" class=\"fusion-gallery fusion-gallery-container fusion-grid-5 fusion-columns-total-5 fusion-gallery-layout-grid fusion-gallery-1\"><div style=\"padding:1px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-5 hover-type-zoomin\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-24592 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:1px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-5 hover-type-zoomin\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-24593 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:1px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-5 hover-type-zoomin\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-24594 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:1px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-5 hover-type-zoomin\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-24596 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:1px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-5 hover-type-zoomin\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-24595 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div class=\"clearfix\"><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":14190,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"rs_blank_template":"","rs_page_bg_color":"","slide_template_v7":"","footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-14189","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tulisan-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14189","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=14189"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14189\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=14189"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=14189"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=14189"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}