{"id":14109,"date":"2018-05-23T14:45:05","date_gmt":"2018-05-23T07:45:05","guid":{"rendered":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=14109"},"modified":"2018-05-23T14:45:05","modified_gmt":"2018-05-23T07:45:05","slug":"ketika-water-meter-diterapkan-tidak-lagi-rebutan-air","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=14109","title":{"rendered":"Ketika Water Meter Diterapkan Tidak Lagi Rebutan Air"},"content":{"rendered":"<div class=\"fusion-fullwidth fullwidth-box fusion-builder-row-1 fusion-flex-container nonhundred-percent-fullwidth non-hundred-percent-height-scrolling\" style=\"--awb-border-radius-top-left:0px;--awb-border-radius-top-right:0px;--awb-border-radius-bottom-right:0px;--awb-border-radius-bottom-left:0px;--awb-flex-wrap:wrap;\" ><div class=\"fusion-builder-row fusion-row fusion-flex-align-items-flex-start fusion-flex-content-wrap\" style=\"max-width:calc( 1200px + 0px );margin-left: calc(-0px \/ 2 );margin-right: calc(-0px \/ 2 );\"><div class=\"fusion-layout-column fusion_builder_column fusion-builder-column-0 fusion_builder_column_1_1 1_1 fusion-flex-column\" style=\"--awb-bg-size:cover;--awb-width-large:100%;--awb-margin-top-large:0px;--awb-spacing-right-large:0px;--awb-margin-bottom-large:0px;--awb-spacing-left-large:0px;--awb-width-medium:100%;--awb-spacing-right-medium:0px;--awb-spacing-left-medium:0px;--awb-width-small:100%;--awb-spacing-right-small:0px;--awb-spacing-left-small:0px;\"><div class=\"fusion-column-wrapper fusion-flex-justify-content-flex-start fusion-content-layout-column\"><div class=\"fusion-text fusion-text-1\"><p><em><strong><span class=\"fusion-dropcap dropcap dropcap-boxed\" style=\"--awb-border-radius:6px;\">B<\/span>anjar, Kalsel<\/strong><\/em> &#8211; Desa Pulau Nyiur pada tahun 2008 pernah mendapat bantuan dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banjar untuk pembangunan PMA (Penangkap Mata Air), pipa distribusi sepanjang kurang lebih 5 km, dan hidran umum (HU) 4 unit.\u00a0 Di musim kemarau sumber air artesis mengalami penuruan debit.\u00a0 Saat kemarau tiba terjadi rebutan air bersih mengingat setiap dusun hanya ada 1 HU, lokasinyapun cukup jauh.\u00a0 Kondisi diperparah \u00a0dengan perilaku sebagian warga yang melakukan <em>tapping<\/em> di jalur pipa distribusi secara liar.\u00a0 Warga berdalih lokasi HU berada jauh dari permukiman penduduk (dusun). \u00a0\u00a0Pada sisi peraturan pemakaian air belum ada, termasuk sanksi dan pelarangan pencurian air seperti <em>tapping<\/em> .<\/p>\n<p>Desa Pulau Nyiur berada di Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan.\u00a0 Desa yang terdiri dari 3 RT terbagi 6 dusun ini,\u00a0 berpenghuni 586 KK atau 1.886 Jiwa, terdiri dari 981 laki-laki dan 905 perempuan. Wilayah penduduk yang menyebar sedikit menyulitkan dalam pendistribusian air dan melayani hingga menjangkau seluruh wilayah desa. \u00a0Kontur yang bergunung berpeluang besar untuk bisa mendapatkan sumber air yang relatif baik kualitasnya.<\/p>\n<p>Tahun 2013 desa Pulau Nyiur mendapat bantuan program Pamsimas untuk perbaikan pipa transmisi, menara air, pipa distribusi, CTPS dan Promkes.\u00a0 Sepanjang tahun 2014-2015 dilakukan pemasangan sambungan rumah (SR) sebanyak 200 SR tanpa meter, dan pasokan air masih cukup.\u00a0 Pada tahun 2015-2016 jumlah SR bertambah banyak hingga mencapai 283 SR.\u00a0 Seiring pertambahan SR terjadi penurunan kapasitas SPAM.\u00a0 Padahal dari sisi perhitungan kebutuhan air masih cukup.\u00a0 Setelah dilakukan \u00a0analisa dan penelusuran jaringan oleh BP-SPAMS Sari Wangi, ditemukan beberapa pelanggaran berupa pemakaian air diluar kebutuhan rumah tangga dan penggunaan air untuk mengisi kolam atau sumur gali.<\/p>\n<p>Pada tahun 2016 Pengurus BP-SPAMS melakukan inisiatif dengan membuat kesepakatan pemakaian air harus menggunakan water meter guna menghidari konflik dan kesenjangan sosial terkait pemakaian air.\u00a0 Pada tahun itu juga turun bantuan Hibah Air Minum Perdesaan berupa water meter sebanyak 80 SR yang diperuntukkan pada dusun Mayang Maurai dan Dusun Komplek, selebihnya masyarakat masih menggunakan SR tanpa meter.\u00a0 BP-SPAMS memberlakukan dua jenis tarif, yaitu Rp. 5.000,- \/bulan bagi warga yang tidak menggunakan water meter dan Rp. 1.000\/bulan bagi warga yang menggunakan water meter.<\/p>\n<p>Kini BP-SPAMS telah menerapkan peraturan penggunaan air dengan mewajibkan penggunaan water meter.\u00a0 Pengurus juga menerapkan sanksi tegas kepada warga yang melakukan penyimpangan penggunaan air, misalnya melakukan <em>tapping<\/em> tanpa sepengetahuan BP-SPAMS.\u00a0 Bagi waga yang melakukan <em>tapping<\/em> di jalur pipa transmisi (tanpa sepengetahuan BP-SPAMS) \u00a0akan dibawa ke ranah hukum Kepolisian Sektor Karang Intan.\u00a0 Proses hukum perlu ditegakkan karena telah melakukan pengrusakan aset desa.\u00a0 Pengurus mengeluarkan sayembara kepada masyarakat yang diumumkan melalui pengeras suara musholla.\u00a0 Warga akan diberikan hadiah Rp 500.000 bila mengetahui\/melaporkan orang yang melalukan <em>tapping<\/em> atau memotong pipa transmisi, dan yang bersangkutan dibawa ke pengurus BP-SPAMS. \u00a0Dengan adanya aturan dan sanksi hukum yang tegas hingga saat ini kebutuhan air tercukupi meski masih ada sebagian warga yang belum menggunakan water meter.<\/p>\n<p>Sepanjang tahun 2016-2017 (29 Agustus 2016 \u2013 29 Oktober 2017) BP-SPAMS mampu mengumpulkan dana kas sebesar Rp 29.331.000.\u00a0 Untuk pemerataan penggunaan water meter, sebagian besar dana kas tersebut, atau sebesar Rp 19.591.000 diperuntukan memberikan subsidi pengadaan water meter kepada warga yang belum menggunakan sehingga menambah water mater sebanyak 203 buah.<\/p>\n<p>Setelah dipotong biaya operasional selama 24 bulan, kas Bendahara BP-SPAMS menyisahan saldo sebesar Rp 4.526.000.\u00a0 Melalui penggunaan water meter secara keseluruhan bagi semua pelanggan, BP-SPAMS mampu membukukan pendapatan kotor rata-rata Rp. 1.400.000 setiap bulannya.<\/p>\n<p>Warga RT 3 yang belum terlayani Pamsimas masih menggunakan sumber air bersih yang berasal dari sumur gali (SGL).\u00a0 Pada tahun 2016\u00a0 mereka mendapat bantuan rutin dari Dinas PUPR Kabupaten Banjar untuk pembuatan PMA dan pipa distribusi, namun jalur perpipaan tidak sampai\u00a0 menjangkau ke permukiman warga.\u00a0 Tahun 2017 warga mendapat bantuan (lagi) dari Dinas PUPR Kabupaten sehingga jalur perpipaan menjangkau permukiman warga di RT. 03. \u00a0Untuk itu BP-SPAMS terus aktif mempromosikan penyambungan SR dengan water meter yang tarifnya sesuai dengan perhitungan teknis.<\/p>\n<p>Banyak hikmah yang bisa menjadi pembelajaran, bahwa penggunaan water meter pada sistem penyediaan air bersih merupakan alat ukur yang paling tepat dan memberikan keadilan\u00a0 bagi setiap pemakainya. Disamping itu adanya Peraturan Desa yang dibuat untuk menaungi kerja BP-SPAMS dalam operasional dan pemeliharaan.\u00a0 Diharapkan sinergi antara pemerintah daerah melalui Dinas PUPR dengan Pemerintah Desa dalam \u00a0memberikan bantuan Hibah Air Minum kepada masyarakat dapat mendorong pencapaian akses air minum 100% di tahun 2019 tercapai <span style=\"font-size: 12px;\">(Herlina\u2013DC Kab. Banjar\/Zulkifli CD-CB Kalsel\/Hartono Karyatin-Advocacy &amp; Media Sp.NMC).<\/span><\/p>\n<\/div><div class=\"fusion-separator\" style=\"align-self: center;margin-left: auto;margin-right: auto;margin-top:60px;margin-bottom:60px;width:100%;max-width:150px;\"><div class=\"fusion-separator-border sep-single sep-solid\" style=\"--awb-height:20px;--awb-amount:20px;--awb-sep-color:#55a098;border-color:#55a098;border-top-width:3px;\"><\/div><\/div><div class=\"awb-gallery-wrapper awb-gallery-wrapper-1 button-span-no\"><div style=\"margin:-1px;--awb-bordersize:0px;\" class=\"fusion-gallery fusion-gallery-container fusion-grid-2 fusion-columns-total-2 fusion-gallery-layout-grid fusion-gallery-1\"><div style=\"padding:1px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-2 hover-type-zoomin\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"data:image\/gif;base64,R0lGODlhAQABAAAAACH5BAEKAAEALAAAAAABAAEAAAICTAEAOw==\" data-orig-src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"lazyload img-responsive wp-image-23551\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:1px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-2 hover-type-zoomin\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"data:image\/gif;base64,R0lGODlhAQABAAAAACH5BAEKAAEALAAAAAABAAEAAAICTAEAOw==\" data-orig-src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"lazyload img-responsive wp-image-23552\"  \/><\/a><\/div><\/div><div class=\"clearfix\"><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":14110,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"rs_blank_template":"","rs_page_bg_color":"","slide_template_v7":"","footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-14109","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tulisan-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14109","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=14109"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14109\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=14109"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=14109"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=14109"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}