{"id":14040,"date":"2018-05-02T13:26:41","date_gmt":"2018-05-02T06:26:41","guid":{"rendered":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=14040"},"modified":"2018-05-02T13:26:41","modified_gmt":"2018-05-02T06:26:41","slug":"mendesain-pelatihan-fasilitator-wujudkan-target-universal-akses","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/?p=14040","title":{"rendered":"Mendesain Pelatihan Fasilitator Wujudkan Target Universal Akses"},"content":{"rendered":"<div class=\"fusion-fullwidth fullwidth-box fusion-builder-row-1 fusion-flex-container nonhundred-percent-fullwidth non-hundred-percent-height-scrolling\" style=\"--awb-border-radius-top-left:0px;--awb-border-radius-top-right:0px;--awb-border-radius-bottom-right:0px;--awb-border-radius-bottom-left:0px;--awb-flex-wrap:wrap;\" ><div class=\"fusion-builder-row fusion-row fusion-flex-align-items-flex-start fusion-flex-content-wrap\" style=\"max-width:calc( 1200px + 0px );margin-left: calc(-0px \/ 2 );margin-right: calc(-0px \/ 2 );\"><div class=\"fusion-layout-column fusion_builder_column fusion-builder-column-0 fusion_builder_column_1_1 1_1 fusion-flex-column\" style=\"--awb-bg-size:cover;--awb-width-large:100%;--awb-margin-top-large:0px;--awb-spacing-right-large:0px;--awb-margin-bottom-large:0px;--awb-spacing-left-large:0px;--awb-width-medium:100%;--awb-spacing-right-medium:0px;--awb-spacing-left-medium:0px;--awb-width-small:100%;--awb-spacing-right-small:0px;--awb-spacing-left-small:0px;\"><div class=\"fusion-column-wrapper fusion-flex-justify-content-flex-start fusion-content-layout-column\"><div class=\"fusion-text fusion-text-1\"><p><strong><em><span class=\"fusion-dropcap dropcap dropcap-boxed\" style=\"--awb-border-radius:6px;\">S<\/span>urabaya, Jatim<\/em><\/strong> \u2013 Waktu untuk mencapai target Universal Akses\u00a0tahun 2019 tidak ada banyak waktu lagi.\u00a0 \u00a0\u00a0Untuk mempersiapkan dan mencapai target 2019 tersebut tinggal menyisakan waktu tahun 2018 ini.\u00a0 Dengan demikian pada tahun 2018 ini berbagai hal baik untuk mencapai target maupun keberlanjutan program harus diupayakan secara maksimal.\u00a0 Kerja Tim Fasilitator dalam melakukan pendampingan masyarakat beserta kelembagaan masyarakat seperti KP-SPAMS akan sangat ditentukan bagaimana para fasilitator tersebut memainkan peranannya pada tahun 2018 ini.\u00a0 Untuk itu pada tahun 2018 ini dilakukan pembekalan bagi Fasilitator Masyarakat secara optimal untuk meningkatkan kinerja pendampingan.\u00a0 .<\/p>\n<p>Kegiatan ToT Pelatihan Fasilitator Masyarakat\u00a0 program Pamsimas III menjadi sangat penting untuk diketahui para Fasilitator Masyarakat untuk membantu mempercepat target pencapaian akses air minum dan sanitasi.\u00a0 Ada beberapa hal yang perlu diketahui Fasilitator Masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas pendampingan kepada masyarakat.<\/p>\n<p>Pertama, adanya pembelajaran (<em>lesson Learned<\/em>) berdasakan hasil temuan BPKP, hasil Misi \u00a0Bank Dunia, hasil Uji-Petik, serta hasil monitoring langsung maupun melalui data SIM Pamsimas. \u00a0Berbagai temuan tersebut selalu berulang dari tahun ke tahun. Mestinya temuan semakin\u00a0 berkurang dan pada saatnya nanti tidak ada lagi temuan. Namun kenyataannya tidak demikian;\u00a0 ada temuan yang sama seperti pada tahun-tahun sebelumnya. \u00a0Harapannya\u00a0 pada tahun anggaran 2018 ini dan juga tahun-tahun yang akan datang \u00a0tidak lagi didapatkan temuan yang terulang, atau setidaknya temuan semakin berkurang. \u00a0Hal ini menjadi masukan agar materi pelatihan fasilitator masyarakat lebih difokuskan pada upaya menyelesaikan masalah di lapangan, sehingga temuan menjadi semakin berkurang sampai tidak ada lagi temuan atau tidak ada masalah lagi.<\/p>\n<p>Kedua, saat ini dan mendatang lokasi desa-desa sasaran semakin jauh, sulit dan remote. Hal ini menjadi tantangan\u00a0 tersendiri. Lokasi desa remote tidak hanya jauh dan terpencil lokasinya namun juga sulit untuk mendapatkan sumber air baku. Kamungkinan lain adalah sulit sumber energinya, sulit pengoperasiannya, dan sulit pengelolaannya. Dalam hal ini ketepatan pemilihan opsi teknologi menjadi sangat penting, sehingga menjamin keberhasilan dan keberlanjutan program. Proses IMAS akan menjadi sangat penting, tidak bisa hanya asal-asalan, karena itu akan menentukan kualitas proposal, PJMProAKSi serta RKM-nya.<\/p>\n<p>Lokasi daerah remote kemungkinan\u00a0 sumber air bakunya berada di daerah gambut, air payau, air di daerah gunung berapi, sumber air dengan kandungan zat besi (Fe) tinggi atau kekeruhan tinggi, dll.\u00a0 Untuk itu\u00a0 diperlukan adanya penanganan dan pengolahan dengan teknologi khusus. Masalahnya adanya keterbatasan sumber pendanaan sehingga tidak mungkin\u00a0 dilakukan pengolahan dengan teknologi dan biaya tinggi, selain faktor keterbatasan kemampuan ekonomi masyarakat.<\/p>\n<p>Hal yang sama dalam pemilihan sumber energi di banyak lokasi desa remote, perlunya mempertimbangkan adanya keterbatasan listrik atau sumber energi untuk menggerakkan pompa. Karenanya perlu dipertimbangkan dan diperkenalkan penggunaan teknologi tepat guna misalnya solar sel. \u00a0Disinilah pentingnya kehadiran dan peran fasilitator masyarakat untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat sehingga tujuan dan keberlanjutan program dapat terjadi.<\/p>\n<p>Ketiga, adanya keterbatasan dana BLM Pamsimas dan APBD untuk mencapai Universal Access.\u00a0 Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah.\u00a0 Adanya program HAMP, DAK, HKP, kredit mikro, dan dana \u00a0CSR memberikan peluang sumber pendanaan tetapi sekaligus menjadi tantangan.\u00a0 Bagaimana melakukan kolaborasi program dan pendanaan untuk mencapai Universal Access air minum dan sanitasi pada tahun 2019 dengan memanfaatkan peluang tersebut. \u00a0Faktanya kolaborasi program dan pendanaan dengan program-program tersebut tidak mudah merealisasikannya. Faktanya tahun 2017 kemarin tidak cukup mampu untuk memanfaatkan dan mendapatkan program-program tersebut secara optimal. Data yang dibutuhkan ternyata tidak valid sehingga tidak dapat dipertanggungjawabkan. \u00a0Disinilah peran Fasilitator Masyarakat menjadi sangat penting dalam penyiapan data dengan benar. Fasilitator harus tahu informasi tentang program HAMP, DAK dan HKP serta mekanismenya.<\/p>\n<p>Pada pelaksanaan Program Hibah Air Minum Perdesaan (HAMP) tahun 2017, hasil base line survey ada selisih penurunan cukup besar dari target SR dalam SPPH (40.350 SR) menjadi 33.713 SR.\u00a0 Selain itu, hasil base line survey 33.713 SR, hasil verifikasi oleh BPKP turun lagi menjadi 30.115 SR\u00a0 yang dinilai layak atau telah memenuhi standar teknis dan prosedur tahapan pelaksanaan Program HAMP.\u00a0 Untuk itu viliditas (kebenaran) data harus menjadi perhatian dan Fasilitator Masyarakat harus melakukan mengawalan dalam penyiapan data.<\/p>\n<p>Keempat, Fasilitator harus mampu mengoptimalkan pemanfaatan dana desa.\u00a0 Terkait kolaborasi dalam pemanfaatan dana desa, saat ini sedang disusun Juknis Integrasi PJM Pro-AKSi kedalam dokumen perencanaan desa dan penganggaran desa. \u00a0Diharapkan dengan terintegrasinya PJM Pro-AKSi kedalam RPJM Desa maka potensi pendanaan dari APBDes dapat terwujud. \u00a0Harapannya APBDes tidak hanya\u00a0 10% dari RKM namun bisa lebih dari itu.\u00a0 Namun sebaliknya bisa saja terjadi PJM Pro-AKSi tidak terintegrasikan kedalam RPJMDes maka potensi pendanaan tidak akan terjadi. Hal ini harus disiapkan pada tahun ini karena target masa berakhirnya adalah tahun 2019, sehingga tinggal melakukan penguatan kelembagaan dan keberlanjutan. Bagi Kabupaten yang tidak memiliki desa baru maka pendampingan dilakukan untuk keberlanjutan program.<\/p>\n<p>tulah beberapa hal yang perlu disampaikan kepada Fasilitator Masyarakat yang akan segera turun kelapangan mendampingi masyarakat, sebagaimana disampaikan oleh Tanozisochi Lase atau disapa Anes, selaku Ketua CPMU Program Pamsimas III saat membuka acara dan sekaligus menyampaikan arahannya pada Kegiatan Training of Trainer (TOT) Pelatihan Fasilitator Masyarakat Program Pamsimas III TA. 2018 Regional 2 (Jawa, Bali, NTB, dan Kalimantan), di Surabaya (26\/04\/2018).<\/p>\n<p>Anes mengingatkan bahwa tahun 2019 nanti adalah batas waktu untuk mewujudkan target Universal Access air minum dan sanitasi.\u00a0 Tahun 2019 nanti tidak akan ada desa-desa baru lokasi program Pamsimas.\u00a0 Oleh karena itu fokus yang menjadi tugas utama Fasilitator Masyarakat adalah bagaimana melaksanakan dan menjamin keberlanjutan program. Pendampingan Fasilitator kepada KP-SPAMS agar berkinerja baik sehingga jumlah desa merah dan kuning semakin berkurang. Fasilitator hendaknya dapat memastikan bahwa iuran mencukupi tidak hanya untuk operasional tetapi juga untuk pemeliharaan, dan pengembangan.\u00a0\u00a0 Jadi fokus pendampingan fasilitator menjadi keberlanjutan.<\/p>\n<p>Anes juga mengingatkan komitmen fasilitator dalam pendampingan masyarakat rentan seperti penyandang disabilitas atau berkebutuhan khusus, manula, perempuan dan masyarakat adat, sehingga dipastikan bahwa seluruh masyarakat mendapatkan akses air minum dan sanitasi.\u00a0 Anes berpesan agar TOT pelatihan fasilitator ini menekankan hal-hal yang baru yang harus menjadi fokus perhatian untuk disampaikan kepada fasilitator. Misalnya terkait isu stunting dan disabilitas yang akan mempengaruhi desain konstruksi SAMS, agar diperhatikan.<\/p>\n<p>Peserta ToT juga mendapatkan pemahaman tentang Program Hibah Air Minum Perdesaan (HAMP) yang disampaikan oleh PPK Hibah Air Minum dan Sanitasi, Tommy Permadhi.\u00a0 Hasil evaluasi pelaksanaan Program HAMP tahun 2016 dan\u00a0 2017 serta rencana Program HAMP tahun 2018, terdapat sejumlah temuan.\u00a0 Pada pengecekan di lapangan ditemukan SR (sambungan rumah) yang terpasang di rumah\/tempat ibadah, terpasang pada rumah atau hunian kosong (perumahan yang sedang dibangun), di tanah kosong (baru pondasi bangunan rumah), tempat usaha, \u00a0dsb. \u00a0\u00a0Agar temuan tidak tidak terulang lagi, maka pada tahap proses penyiapan data dan proses pelaksanaan perlu dilakukan kawalan atau dampingan \u00a0yang lebih intensif dari fasilitator.<\/p>\n<p>ToT Pelatihan Fasilitator Masyarakat\u00a0 program Pamsimas III TA. 2018 digelar secara serentak di tiga lokasi.\u00a0 Untuk regional satu (se-Sumatera) dilaksanakan di Medan, sedangkan regional III yang meliputi Sulawesi, NTT, Maluku, dan Papua dilaksanakan di Manado, dan dilaksanakan di Surabaya untuk regional II (Jawa, Bali, NTB, dan Kalimantan).<\/p>\n<p>Sebagaimana dilaporkan Panitia, yang disampaikan Retno Indah Yunita selaku Asisten Perencanaan Satker PAM-BM Ditjen Cipta Karya Kementerian PU-PR, penyelenggaraan ToT bertujuan untuk menjamin adanya kesamaan pemahaman tentang materi pelatihan Fasilitator Masyarakat program Pamsimas III,\u00a0 memastikan kesiapan para District Coordinator (DC) sebagai pemandu dalam memfasilitasi kegiatan pelatihan Fasilitator\u00a0 Masyarakat, dan menjamin penyelenggaraan pelatihan Fasilitator Masyarakat terlaksana dengan baik sesuai dengan kurikulum dan materi pelatihan Fasilitator yang telah disusun. \u00a0Diharapkan melalui TOT\u00a0 akan dihasilkan tim pemandu pelatihan fasilitator di setiap provinsi yang menguasai substansi dan terampil untuk memfasilitasi pelatihan\u00a0 Fasilitator Masyarakat sesuai kurikulum dan modul yang telah disusun dan sesuai kebutuhan <span style=\"font-size: 12px;\">(Zulkifli-CD-CB ROMS 13 Kalsel\/Hartono Karyatin-Advocacy &amp; Media Sp. NMC)<\/span><\/p>\n<\/div><div class=\"fusion-separator\" style=\"align-self: center;margin-left: auto;margin-right: auto;margin-top:60px;margin-bottom:60px;width:100%;max-width:150px;\"><div class=\"fusion-separator-border sep-single sep-solid\" style=\"--awb-height:20px;--awb-amount:20px;--awb-sep-color:#55a098;border-color:#55a098;border-top-width:3px;\"><\/div><\/div><div class=\"awb-gallery-wrapper awb-gallery-wrapper-1 button-span-no\"><div style=\"margin:-1px;--awb-bordersize:0px;\" class=\"fusion-gallery fusion-gallery-container fusion-grid-5 fusion-columns-total-5 fusion-gallery-layout-grid fusion-gallery-1\"><div style=\"padding:1px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-5 hover-type-zoomin\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-14041 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:1px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-5 hover-type-zoomin\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-23626 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:1px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-5 hover-type-zoomin\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-23627 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:1px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-5 hover-type-zoomin\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-23628 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div style=\"padding:1px;\" class=\"fusion-grid-column fusion-gallery-column fusion-gallery-column-5 hover-type-zoomin\"><div class=\"fusion-gallery-image\"><a rel=\"noreferrer\" data-rel=\"iLightbox[gallery_image_1]\" class=\"fusion-lightbox\" target=\"_self\"><img decoding=\"async\" src=\"\" width=\"\" height=\"\" alt=\"\" title=\"\" aria-label=\"\" class=\"img-responsive wp-image-23629 fusion-gallery-image-size-fixed\"  \/><\/a><\/div><\/div><div class=\"clearfix\"><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":14041,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"rs_blank_template":"","rs_page_bg_color":"","slide_template_v7":"","footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-14040","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tulisan-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14040","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=14040"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14040\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=14040"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=14040"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pamsimas.pu.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=14040"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}