top banner
  I  

Perempuan-Perempuan Penakluk Alam

Berita Terbaru
Administrator |Rabu - 04 Oktober 2017 15:48:49 WIB | dibaca: 1 pembaca

Maros, 29 September 2017 - Desa Laiya Kecamatan Cenrana Kab. Maros di Sulawesi Selatan adalah salah satu desa yang diintervensi Program Pamsimas Tahun Anggaran 2017 bersumber dari dana BLM APBN tahun 2017. Laiya merupakan salah satu desa yang masuk ketegori ekstrim untuk wilayah Pamsimas Kabupaten Maros. Sasaran Pamsimas di Desa Laiya berada di Dusun Bontomanai  dengan target pemanfaat SPAM 485 KK atau dengan jumlah jiwa 1.777 orang.  Masyarakat memutuskan opsi SPAM sistem gravitasi. Sumber air yang digunakan adalah mata air yang berada di dalam zona Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung dan izin pemamfaatannya sudah ada. Karena sulitnya medan dan akses sampai di sumber mata air maka salah satu strategi yang digunakan KKM dan Satlak dalam mengangkut material adalah mengangkut material secara bergotong royong (in-kind).

Koordinator KKM Baji Minasa Desa Laiya,  Maryani menyampaikan kaum perempuan tidak mau ketinggalan dalam hal partisipasi in-kind. Dengan jarak kurang lebih 3 kilometer dengan medan yang sulit dan terjal diantara bukit dan tebing dalam hutan  yang curam, mereka bekerja secara gotong royong.  Hampir tiap hari kaum perempuan Kampung Manggesara Dusun Bontomai mengangkut material mulai pagi sampai siang.  Kaum perempuan tersebut bekerja secara bahu-membahu untuk membangun Penangkap Mata Air yang berada di ketinggian 700 Mdpl di kawasan Gunung Maggesara. Kepala Desa Laiya juga menyampaikan bahwa partisipasi masyarakat perempuan dalam program Pamsimas  di desanya patut dicontoh untuk  kegiatan pembangunan lainnya. “Karena itu peranan perempuan jangan dianggap sebelah mata”, ungkapnya.

Fasilitator CD Desa Laiya, Jamaluddin mengungkapkan, kesuksesan dan kelancaran Program Pamsimas di Desa Laiya mulai dari tahap persiapan, perencanaan hingga  pelaksanaan merupakan partisipasi perempuan yang dominan. Ini dibuktikan dengan proses mulai dari IMAS, Rembug Warga, Pelatihan ditingkat masyarakat yang lebih banyak hadir adalah kaum perempuan. Kearifan lokal dan semangat gotong royong masyarakat  Desa Laiya adalah salah kunci dari kelancaran program. Dan masyarakat di lokasi SPAM Pamsimas sudah siap juga untuk berkontiribusi (menerapkan iuran) ketika program sudah diserahkan ke masyarakat, ungkapnya. (Nur Khalis-DC Kab. Maros/Hartono Kayatin-SosMed & Communications Sp.) 


Video Terkait: